Martin Krebs


Martin Krebs
Nunsius Apostolik Monako
Uskup Agung Tituler Taborenta
Penunjukan19 April 2024
PendahuluAntonio Arcari
Jabatan lainUskup Agung Tituler Taborenta
Imamat
Tahbisan imam
10 Oktober 1983
oleh Friedrich Wetter
Tahbisan uskup
16 November 2008
oleh Tarcisio Bertone, Erwin Josef Ender, dan Felix Genn
Informasi pribadi
Lahir02 November 1956 (umur 69)
Essen, Jerman Barat
Jabatan sebelumnya
SemboyanBEATI MISERICORDES
Lambang

Martin Krebs (lahir 2 November 1956) adalah seorang prelatus Gereja Katolik Jerman yang mengabdi dalam penugasan diplomatik Takhta Suci sejak 1991. Ia menjadi uskup agung sejak 2008 saat ia menerima beberapa jabatan pertamanya sebagai nunsius kepausan.

Biografi

Martin Krebs lahir di Essen, Jerman, pada 2 November 1956. Ia menerima penahbisan imamat disana pada 10 Oktober 1983. Ia masuk penugasan diplomatik Takhta Suci pada 1 Juli 1991, dan memegang jabatan di Burundi, Jepang, Austria, Republik Ceko, Komunitas Eropa dan Amerika Serikat.[1]

Ia dapat bertutur dalam bahasa Inggris, Italia, Prancis, Spanyol dan Ceko.

Karir diplomatik

Pada 8 September 2008, Paus Benediktus XVI mengangkatnya menjadi uskup agung tituler Taborenta dan Nunsius Apostolik untuk Guinea dan Mali.[1] Ia menyambut penugasan tersebut, menyebtu Guinea sebagai "negara mayoritas Islam dimana Islam tak hidup secara fanatik".[2]

Pada 8 Mei 2013, Paus Fransiskus mengangkatnya menjadi Nunsius Apostolik untuk Selandia Baru, Kepulauan Cook, Kiribati, Palau, dan Mikronesia, serta Delegasi Apostolik untuk Samudra Pasifik.[3] Ia menerima penahbisan episkopal dari Kardinal Tarcisio Bertone pada 16 November. Pada 23 September, Fransiskus menambahkan Fiji, Samoa dan Vanuatu pada penugasannya.[4] Pada 18 Januari 2014, ia juga ditambahi Tonga pada penugasannya.[5] Pada 3 Mei, ia ditambahi Kepulauan Marshall dan Nauru pada penugasannya.[6] Saat memenuhi serangkaian penugasannya, ia menggunakan Wellington, Selandia Baru, sebagai markasnya.[7] Pada beberapa kesempatna, ia memainkan peran dalam perkara ketegangan Keuskupan Agung Agaña di Guam, dengan tujuan menyelesaikan pihak yang bersengketa pada 2014,[8] menerima laporan bahwa Uskup Agung Anthony Apuron telah melecehkan seorang anak laki-laki beberapa tahun sebelumnya pada 2015,[9] dan berupaya tanpa kesuksesan untuk membujuk Apuron untuk mengundurkan diri pada 2016.[10]

Pada 16 Juni 2018, Paus Fransiskus mengangkat Krebs menjadi Nunsius Apostolik untuk Uruguay.[11][7]

Pada 3 Maret 2021, Krebs ditugaskan kembali menjadi Nunsius untuk Swiss dan Liechtenstein.[12]

Dengan kemungkinan pengakuan pernikahan sesama jenis di Liechtenstein|pernikahan sesama jenis di Liechtenstein]], Krebs dikabarkan menolak untuk terlibat dalam pergesekan antara Uskup Agung Wolfgang Haas dan Landtag, dengan berkata agar Haas dan para anggota parlemen menyelesaikan konflik tersebut, “Aku tak melihat dasar bagi Takhta Suci untuk campur tangan."[13]

Pada 19 April 2024, Paus Fransiskus mengangkatnya menjadi Nunsius untuk Monako.[14]

Referensi

  1. ^ a b "Rinunce e Nomine, 08.09.2008" (Press release) (dalam bahasa Italia). Holy See Press Office. 8 September 2008. Diakses tanggal 5 April 2019.
  2. ^ "Nuntius Dr. Martin Krebs wollte eigentlich Arzt werden". ORDEN (dalam bahasa Jerman). 8 September 2008. Diakses tanggal 6 April 2019.
  3. ^ "Rinunce e Nomine, 08.05.2013" (Press release) (dalam bahasa Italia). Holy See Press Office. 8 May 2013. Diakses tanggal 5 April 2019.
  4. ^ "Rinunce e Nomine, 22.09.2013" (Press release) (dalam bahasa Italia). Holy See Press Office. 23 September 2013. Diakses tanggal 5 April 2019.
  5. ^ "Rinunce e Nomine, 18.01.2014" (Press release) (dalam bahasa Italia). Holy See Press Office. 18 January 2014. Diakses tanggal 5 April 2019.
  6. ^ "Rinunce e Nomine, 03.05.2014" (Press release) (dalam bahasa Italia). Holy See Press Office. 3 May 2014. Diakses tanggal 5 April 2019.
  7. ^ a b "Apostolic Nuncio to depart New Zealand for new post in Uruguay". Cath News. 28 June 2018. Diakses tanggal 6 April 2019.
  8. ^ "Apostolic Delegate visits Guam to build bridges". CathNews New Zealand. 22 July 2014. Diakses tanggal 8 April 2019.
  9. ^ Eugenio, Haidee V. (22 May 2017). "Guam priest named in 67th abuse suit was confidant of altar boys". USA Today. Diakses tanggal April 8, 2019.
  10. ^ Cernuzio, Salvatore (20 September 2017). "The Guam problem, a diocese rocked by financial and sexual scandal". La Stampa. Diakses tanggal 8 April 2019.
  11. ^ "Resignations and Appointments, 16.06.2018" (Press release). Holy See Press Office. 16 June 2018. Diakses tanggal 5 April 2019.
  12. ^ "Resignations and Appointments, 03.03.2021" (Press release). Holy See Press Office. 3 March 2021. Diakses tanggal 3 March 2021.
  13. ^ "Liechtenstein prelate cancels parliamentary Mass over gay marriage bill". 9 January 2023.
  14. ^ "Resignations and Appointments, 19.04.2024". Diakses tanggal April 19, 2024.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement