Marijati Sangen

Prof.Dr.Ir. Marjati Sangen, M.Sc. (20 September 1957 – 1 Agustus 2021) adalah seorang ilmuwan, peneliti, dan tokoh pendidikan asal Indonesia. Dikenal sebagai perempuan Dayak pertama yang berhasil meraih gelar Profesor (Guru Besar). Sepanjang karirnya, Ia memberikan kontribusi besar di bidang hidrologi dan teknik sipil, serta menjadi inspirasi bagi kemajuan perempuan Dayak di dunia pendidikan tinggi.[1]

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Marjati Sangen lahir pada tanggal 20 September 1957. Sebagai putra daerah Kalimantan, Ia bertekad untuk memajukan pendidikan di tanah kelahirannya. Ia menempuh pendidikan tinggi di bidang teknik dan berhasil menyelesaikan studi doktoral serta meraih gelar Master of Science (M.Sc.) sebelum akhirnya dikukuhkan sebagai Guru Besar.[1] [2]

Karier Akademik

Marjati mengabdikan sebagian besar masa hidupnya di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan. Di sana, Ia menjabat sebagai dosen tetap pada Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik.[3]

Kepakarannya fokus pada bidang Hidrologi, khususnya mengenai sumber manajemen daya udara dan drainase. Jabatan fungsional tertinggi sebagai Profesor yang diraihnya pada tahun 2011, menjadikannya pionir bagi pelajar perempuan dari etnis Dayak.[1]

Departemen dan Organisasi

Selain mengajar, beliau aktif dalam berbagai posisi strategi, di antaranya:

  • Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil ULM.[1]
  • Anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Kalimantan Selatan.[3]
  • Aktif dalam berbagai organisasi profesi keairan dan teknik di tingkat regional maupun nasional. [3]

Pengaruh dan Warisan

Sebagai salah satu dari "5 Perempuan Dayak Berpengaruh" versi media nasional, Marjati Sangen dipandang sebagai simbol pendobrak batasan bagi perempuan di pedalaman Kalimantan. Keberhasilannya mencapai puncak karier akademik membuktikan bahwa latar belakang etnis dan gender bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi. Ia dikenal oleh rekan sejawat dan mahasiswanya sebagai sosok yang disiplin, rendah hati, dan sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan, terutama yang berkaitan dengan ekosistem sungai di Kalimantan.[1][3]

Meninggalkan Dunia

Prof Marjati Sangen menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 1 Agustus 2021 di RS Suaka Insan dalam usia 65 tahun. Ia menikah dengan Edward Riduan dan dikaruniai tiga orang anak.[1]

Referensi

  1. ^ a b c d e f Ytprayeh. "Marjati Sangen: Kita Kehilangan Perempuan Dayak Profesor". ytprayeh.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-12.
  2. ^ Okezone (2023-03-09). "5 Perempuan Dayak Berpengaruh, Marijanti Sangen Salah Satunya : Okezone News". https://news.okezone.com/. Diakses tanggal 2026-04-12.
  3. ^ a b c d Admin (2021-08-01). "Marjati Sangen: Kita Kehilangan Perempuan Dayak Profesor". Diakses tanggal 2026-04-12.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement