Maria Bolognesi

Maria Bolognesi (21 Oktober 1924 – 30 Januari 1980) adalah seorang stigmatis asal Italia. Ia nyaris sepanjang hidupnya berbalut duka dan penderitaan. Terlahir karena hubungan di luar nikah, ia masih harus menyaksikan kemiskinan dan kekerasan yang dialami sang ibu oleh ayah tirinya. Selama 18 bulan, Maria kerasukan setan. Secara bertubi-tubi, ia diserang aneka penyakit, seperti: radang tenggorokan, paru-paru, lever, usus buntu dan pencernaan, anemia, rematik, jantung, dll.

Maria mendapat visiun dua kali. Pertama, pada Rabu Abu 1942; dan kedua, pada 8 Mei 1942. Dalam visiun itu, Yesus meminta kesanggupannya untuk mencintai-Nya, berdoa, bertobat, melakukan karya sosial, memakai pakaian biarawati, dan hidup selibat. Ia pun menerima cincin berhiaskan lima batu permata. Cincin itu menjadi ikatan suci dengan Yesus, sekaligus melambangkan lima luka-Nya. Semua kejadian itu ia tuliskan dalam buku pembimbing rohaninya.

Pada 2 Januari 1944, kala sedang berdoa, Maria berkeringat darah. Ekstase ini berlangsung selama lima menit. Lagi-lagi, semua derita ini ia simpan rapat dalam hatinya. Meski amat intim dengan Tuhan, hidupnya tak pernah luput dari derita fisik dan batin hingga akhir hayatnya. Pasca mengalami dua kali serangan jantung tahun 1971, kondisi raganya kian buruk. Pada 30 Januari 1980, ia wafat di Rovigo. Proses penggelaran kudus Maria Bolognesi dibuka pada 21 Oktober 1992. Pada 10 Mei 2012, dekrit keutamaan kristianinya sebagai seorang mistikus direstui Paus Benediktus XVI. Ia pun digelari Venerabilis. Pada 7 September 2013, Takhta Suci menggelarinya Beata.[1]

Referensi

  1. ^ "Stigmatis Bersatu dalam Derita Kristus". Hidup Katolik.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement