Margarete Schütte-Lihotzky
Margarete "Grete" Schütte-Lihotzky (23 Januari 1897 – 18 Januari 2000) adalah seorang arsitek asal Austria yang dikenal atas kontribusinya dalam desain arsitektur fungsional, terutama Frankfurt Kitchen, serta keterlibatannya sebagai aktivis komunis dalam perlawanan Austria terhadap rezim Nazi.[1]
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Lihotzky lahir dalam keluarga kelas menengah di Margareten, Wina. Ia berasal dari garis keturunan yang memiliki latar belakang politik dan intelektual; kakeknya, Gustav Lihotzky, pernah menjabat sebagai wali kota Czernowitz, sedangkan ibunya, Julie Bode, memiliki hubungan kekerabatan dengan sejarawan seni Wilhelm von Bode. Ayahnya, Erwin Lihotzky, seorang pegawai negeri berpemikiran liberal dan pasifis, menyambut baik runtuhnya Kekaisaran Habsburg serta berdirinya Republik Austria pada 1918.[2]
Lihotzky menjadi perempuan pertama yang diterima di Kunstgewerbeschule (sekarang Universitas Seni Terapan Wina), tempat ia belajar di bawah bimbingan arsitek terkemuka seperti Josef Hoffmann dan Oskar Strnad.[2] Proses penerimaannya tidak mudah, dan ibunya harus meminta bantuan seorang teman dekat untuk memperoleh surat rekomendasi dari Gustav Klimt. Mengenang keputusannya untuk menekuni arsitektur, Lihotzky menyatakan bahwa pada tahun 1916, bahkan ia sendiri tidak membayangkan perempuan akan diberi kesempatan untuk membangun rumah.
Selama masa studinya, Lihotzky memenangkan berbagai penghargaan atas desainnya. Ia terinspirasi oleh gagasan Strnad tentang sosialer Wohnbau—perumahan sosial yang nyaman dan terjangkau bagi kelas pekerja. Kesadaran akan pentingnya hubungan antara desain dan fungsionalitas membentuk pendekatannya terhadap arsitektur di masa depan. Setelah lulus, ia berkolaborasi dengan Adolf Loos dalam proyek perumahan bagi veteran dan penyandang disabilitas akibat Perang Dunia I. Selain itu, ia bekerja sama dengan arsitek Josef Frank serta filsuf Otto Neurath dalam konteks Asosiasi Permukiman dan Kebun Austria, di mana ia mengembangkan konsep rumah inti (core houses).[3] Pengalaman serta pandangannya terhadap dunia arsitektur kemudian ia tuangkan dalam bukunya, Warum ich Architektin wurde ("Mengapa Saya Menjadi Arsitek").
Karier arsitektur
Desain Perumahan
Pada tahun 1926, Margarete Schütte-Lihotzky direkrut oleh arsitek dan perencana kota Ernst May untuk bergabung dengan Hochbauamt Dewan Kota Frankfurt am Main, Jerman. Di bawah kepemimpinan May, ia terlibat dalam proyek New Frankfurt, sebuah inisiatif besar yang bertujuan mengatasi krisis perumahan di kota tersebut. Dengan dukungan politik dan dana yang cukup, May dan tim arsiteknya, termasuk Schütte-Lihotzky, berhasil menerapkan prinsip fungsionalitas dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pembangunan ribuan unit hunian.[1]
Selain perumahan, Schütte-Lihotzky juga merancang berbagai bangunan komunitas, seperti taman kanak-kanak, asrama mahasiswa, dan sekolah. Desain taman kanak-kanaknya terinspirasi dari metode pendidikan Maria Montessori. Selama masa kerjanya di Frankfurt, ia bertemu dengan sesama arsitek Wilhelm Schütte, yang kemudian menjadi suaminya.[1]
Dapur Frankfurt
Sebagai bagian dari proyek New Frankfurt, pada tahun 1926 Schütte-Lihotzky mengembangkan konsep Frankfurt Kitchen, yang menjadi prototipe dapur modern berkonsep built-in yang kini lazim digunakan di dunia Barat. Desain ini didasarkan pada penelitian manajemen ilmiah Frederick Winslow Taylor serta observasi pribadi Schütte-Lihotzky terhadap efisiensi ruang. Dengan mencontoh tata letak dapur dalam gerbong makan kereta api, ia menciptakan sebuah "laboratorium rumah tangga" yang mengoptimalkan penggunaan ruang seluas 1,9 × 3,4 meter. Warna biru-hijau dipilih untuk permukaan dapur karena diyakini dapat mengusir lalat.[4] Dewan Kota Frankfurt kemudian memasang 10.000 unit dapur ini di apartemen pekerja yang baru dibangun.
Pada ulang tahunnya yang ke-100, Schütte-Lihotzky mengungkapkan bahwa sebelum merancang Frankfurt Kitchen, ia sendiri belum pernah memasak. Ia menekankan bahwa desain tersebut dibuat dari perspektif seorang arsitek, bukan sebagai ibu rumah tangga.Pada September 2024, sebuah versi Frankfurt Kitchen dari tahun 1970 yang direstorasi oleh arsitek Renate Allmayer-Beck berdasarkan rencana dan foto asli Schütte-Lihotzky dibuka untuk publik di pusat kota Wina.[5]
Kontribusi masa perang
Ketika situasi politik di Republik Weimar memburuk dan semakin bergeser ke kanan, Schütte-Lihotzky bergabung dengan tim May Brigade, kelompok yang terdiri dari 17 arsitek, termasuk suaminya dan Erich Mauthner. Pada tahun 1930, mereka melakukan perjalanan ke Moskow dengan kereta api untuk membantu mewujudkan Rencana Lima Tahun pertama Stalin melalui pembangunan kota industri Magnitogorsk di Pegunungan Ural Selatan. Ketika mereka tiba, kota tersebut masih berupa permukiman darurat berupa gubuk lumpur dan barak. Dalam beberapa tahun, Magnitogorsk diproyeksikan menampung 200.000 penduduk yang sebagian besar bekerja di industri baja.[3]
Meskipun May Brigade berhasil membangun 20 kota dalam tiga tahun, kondisi politik di Uni Soviet semakin sulit. Ernst May meninggalkan negara itu pada tahun 1933 setelah masa kontraknya berakhir. Schütte-Lihotzky tetap tinggal di Uni Soviet hingga tahun 1937, dengan sesekali melakukan perjalanan bisnis dan kuliah tamu ke Jepang dan Tiongkok. Pada tahun 1933, ia juga mempresentasikan karyanya di Pameran Dunia Chicago, Century of Progress.[2]
Pada tahun 1938, bersama suaminya, ia diundang ke Istanbul untuk mengajar di Akademi Seni Rupa, tempat mereka bertemu dengan arsitek Jerman yang diasingkan, Bruno Taut. Sayangnya, Taut meninggal tak lama setelah kedatangan mereka. Pada saat itu, Istanbul menjadi tempat perlindungan bagi banyak orang Eropa yang diasingkan, termasuk musisi Béla Bartók dan Paul Hindemith.[3]
Di Istanbul, Schütte-Lihotzky bertemu dengan arsitek Austria Herbert Eichholzer, yang tengah mengorganisir perlawanan komunis terhadap rezim Nazi. Pada tahun 1939, ia bergabung dengan Partai Komunis Austria (Kommunistische Partei Österreichs atau KPÖ). Pada Desember 1940, ia secara sukarela kembali ke Wina bersama Eichholzer untuk menjalin kontak dengan gerakan perlawanan Austria.[6] Schütte-Lihotzky setuju untuk bertemu dengan anggota perlawanan terkemuka, Erwin Puschmann, yang dikenal dengan nama sandi "Gerber", guna membangun jalur komunikasi dengan Istanbul.
Namun, pada 22 Januari 1941, saat bertemu dengan "Gerber" di Café Viktoria, ia ditangkap oleh Gestapo,[6] hanya 25 hari setelah kedatangannya di Wina. Eichholzer dan beberapa anggota perlawanan lainnya dihukum mati oleh Volksgerichtshof dan dieksekusi pada tahun 1943. Schütte-Lihotzky sendiri dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan dikirim ke penjara Aichach, Bavaria. Ia akhirnya dibebaskan oleh pasukan Amerika Serikat pada 29 April 1945.
Kontribusi Pascaperang
Setelah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945, Margarete Schütte-Lihotzky menetap di Sofia, Bulgaria, di mana ia mengembangkan Kindergarten System, sebuah sistem modular untuk desain taman kanak-kanak yang dirancang untuk kebutuhan kota.[7] Dalam konsepsinya, ia menekankan bahwa kemajuan perempuan akan memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Ia menulis tentang proyeknya di Sofia dengan menyatakan, “Meningkatnya persentase perempuan Bulgaria yang terlibat dalam produksi dan kehidupan publik negara ini akan menjadikan pendirian lembaga pendidikan anak usia dini semakin penting dalam beberapa tahun mendatang.”
Selama masa ini, Schütte-Lihotzky juga berhasil bersatu kembali dengan suaminya, Wilhelm Schütte, setelah menjalani lebih dari empat tahun di penjara akibat partisipasinya dalam perlawanan komunis terhadap rezim Nazi.[8]
Pada tahun 1947, ia kembali ke tanah kelahirannya di Wina. Namun, pandangan politiknya yang tetap teguh sebagai seorang komunis menghambatnya untuk mendapatkan proyek arsitektur publik besar di Austria pascaperang, meskipun banyak bangunan yang hancur dan membutuhkan rekonstruksi (Wiederaufbau). Akibatnya, selain mendesain beberapa rumah pribadi, ia lebih banyak bekerja sebagai konsultan di Tiongkok, Kuba, dan Republik Demokratik Jerman. Pada tahun 1951, ia berpisah dengan suaminya.
Pengakuan yang terlambat
Meskipun kontribusinya di bidang arsitektur sangat signifikan, pengakuan resmi atas jasanya di Austria datang terlambat. Awalnya, ia lebih dihargai atas aktivitas non-arsitekturnya. Pada tahun 1977, ia menerima medali atas kerja damainya, dan pada tahun 1978, ia dianugerahi lencana kehormatan atas kiprahnya dalam gerakan perlawanan.[8] Baru pada tahun 1980, ia memperoleh Architecture Award dari Kota Wina.[9]
Pada tahun 1985, Schütte-Lihotzky menerbitkan memoarnya berjudul Erinnerungen aus dem Widerstand (Memories from the Resistance), yang mendokumentasikan keterlibatannya dalam perlawanan anti-Nazi. Pada tahun 1988, ia menolak penghormatan dari Presiden Federal Austria Kurt Waldheim, karena catatan kontroversial Waldheim terkait perannya selama Perang Dunia II. Ia akhirnya menerima penghargaan tersebut pada tahun 1992.
Schütte-Lihotzky juga aktif dalam memperjuangkan keadilan sosial. Pada tahun 1995, ia termasuk dalam kelompok penyintas Holocaust Austria yang menggugat Jörg Haider setelah pernyataannya di parlemen Austria yang menyebut kamp konsentrasi Nazi sebagai "kamp penjara."[3]
Warisan dan Penghormatan
Pada tahun 1990, sebuah model skala Frankfurt Kitchen dipamerkan di Austrian Museum for Applied Art di Wina, menegaskan pentingnya inovasi desainnya dalam sejarah arsitektur modern.[8] Saat merayakan ulang tahunnya yang ke-100 pada tahun 1997, ia sempat berdansa waltz dengan Wali Kota Wina dan berkomentar, “Saya ingin, untuk sekali saja, merancang rumah bagi seorang pria kaya.” Margarete Schütte-Lihotzky meninggal dunia di Wina pada 18 Januari 2000, hanya lima hari sebelum ulang tahunnya yang ke-103, akibat komplikasi dari influenza. Ia dimakamkan di Pemakaman Pusat Wina (Zentralfriedhof).
Kisah hidupnya diangkat dalam drama Architektin, yang ditulis oleh penyanyi, penulis, dan sutradara Australia Robyn Archer. Drama ini menampilkan Helen Morse, Ksenja Logos, Craig Behenna, Duncan Graham, Antje Guenther, Michael Habib, dan Nick Pelomis, serta diproduksi oleh State Theatre Company of South Australia dan disutradarai oleh Adam Cook. Pertunjukan perdananya berlangsung pada 2 September 2008 di Dunstan Playhouse, Adelaide, Australia. Lagu “The Frankfurt Kitchen” karya Rotifer juga didedikasikan sebagai penghormatan terhadap warisannya di bidang arsitektur perumahan.[9]
Pada tahun 2023–2024, Schütte-Lihotzky menjadi salah satu tokoh yang dirayakan dalam pameran Cumhuriyet Kadınları Sahneye Çıkıyor: Cevval, Akılcı, Dirençli, Sabırlı ve İnançlı (Republican Women Take to the Stage: Brave, Rational, Resistant, Patient and Faithful), yang diselenggarakan di Goethe-Institut Ankara. Pameran ini memperingati 100 tahun berdirinya Republik Turki dan 90 tahun pemberian hak suara bagi perempuan Turki. Selain Schütte-Lihotzky, pameran ini juga menampilkan tokoh-tokoh perempuan berpengaruh lainnya, seperti arkeolog Halet Çambel, arsitek Mualla Eyüboğlu Anhegger, Semiha Berksoy (penyanyi opera Muslim pertama di Turki), dokter anak Erna Eckstein Schlossmann, dan ilmuwan komputer Marianne Laqueur.[10]
Penghargaan
Sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya, Schütte-Lihotzky dianugerahi beberapa penghargaan bergengsi, antara lain:
- Architecture Award of the City of Vienna (1980)
- Austrian Decoration for Science and Art (1992)
- Grand Decoration of Honour in Gold with Star for Services to the Republic of Austria (1997)
Referensi
- ^ a b c "Margarete Schütte-Lihotzky: Pioneering Architect. Visionary Activist". Austrian Cultural Forum New York (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-28.
- ^ a b c "Margarete Schutte-Lihotzky". Architectuul. Diakses tanggal 2025-03-28.
- ^ a b c d Hochhaeusl, Sophie (2013-10-29). "From Vienna to Frankfurt Inside Core-House Type 7: A History of Scarcity through the Modern Kitchen". Architectural Histories (dalam bahasa Inggris). 1 (1). doi:10.5334/ah.aq. ISSN 2050-5833. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ "A Communist Designed Your Kitchen". jacobin.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-28.
- ^ Šeruga, Kaja (2024-11-12). "'That damned kitchen!' How the inventor of the fitted kitchen came to see it as a curse". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-03-28.
- ^ a b Chiu, Ch S. (2008). Women in the Shadows (dalam bahasa Inggris). Peter Lang. ISBN 978-0-8204-8856-1.
- ^ Hochhäusl, Sophie (2019-12-31). ""Dear Comrade," or Exile in a Communist World: Resistance, Feminism, and Urbanism in Margarete Schütte-Lihotzky's Work in China (1934/1956)". ABE Journal. Architecture beyond Europe (dalam bahasa Inggris) (16). doi:10.4000/abe.7169. ISSN 2275-6639.
- ^ a b c Archives, L. A. Times (2000-01-22). "Margarete Schuette-Lihotzky; Pioneering Architect". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-28.
- ^ a b Pace, Eric (2000-01-23). "Margarete Schutte-Lihotzky, Noted Austrian Architect, 102". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2025-03-28.
- ^ Ünalan, Oktay (2024-01-25). "SERGİ | Cumhuriyet Kadınları Sahneye Çıkıyor: Cevval, Akılcı, Dirençli, Sabırlı ve İnançlı, Goethe Institut, Ankara". Dergi (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-28.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


