Majelis Pembimbing Pramuka

Majelis pembimbing, disingkat mabi adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang mendukung pelaksanaan tugas pokok kwartir, gugus depan, dan satuan karya dengan cara memberi bimbingan dan bantuan moril, material, finansial dan organisatoris pada tingkatan dan satuan Gerakan Pramuka.[1] Pada tingkat nasional, majelis pembimbing diketuai oleh Presiden Republik Indonesia. Selain tingkatan gugusdepan dan satuan karya, ketua majelis pembimbing dijabat oleh kepala pemerintahan di daerahnya.[2]

Organisasi

Berdasarkan wilayah kerjanya, majelis pembimbing terbagi menjadi:[2]

Persidangan

Pada setiap tingkatan, majelis pembimbing wajib bersidang pada jangka waktu tertentu.[3]

Jangka waktu persidangan Majelis Pembimbing Nasional ditentukan sebagai berikut:

  1. Bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun
  2. Rapat koordinasi dan konsultasi dengan Kwarnas diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun.
  3. Sekurang-kurangnya sekali dalam dua tahun mengadakan sidang dengan para Ketua Mabida.

Jangka waktu persidangan majelis pembimbing daerah ditentukan sebagai berikut:

  1. Bersidang bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun.
  2. Rapat koordinasi dan konsultasi dengan Kwarda diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun
  3. Sekurang-kurangnya sekali dalam dua tahun mengadakan sidang dengan para Ketua Mabicab.

Jangka waktu persidangan majelis pembimbing cabang ditentukan sebagai berikut:

  1. Bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun.
  2. Rapat koordinasi dan konsultasi dengan Kwarcab diadakan sekurang-kurangnya dua kali dalam satu tahun.
  3. Sekurang-kurangnya sekali dalam setahun mengadakan sidang dengan para Ketua Mabiran.

Jangka waktu persidangan majelis pembimbing ranting ditentukan sebagai berikut:

  1. Bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam enam bulan.
  2. Rapat koordinasi dan konsultasi dengan Kwarran diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam empat bulan.

Jangka waktu persidangan majelis pembimbing gugusdepan ditentukan sebagai berikut:

  1. Bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam enam bulan.
  2. Rapat koordinasi dan konsultasi dengan Pembina Gugusdepan diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam empat bulan.

Jangka waktu persidangan majelis pembimbing satuan karya ditentukan sebagai berikut:

  1. Bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam enam bulan.
  2. Rapat koordinasi dan konsultasi dengan Pamong Saka dan Pimpinan Saka diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam empat bulan.

Referensi

Catatan kaki

Daftar pustaka

  • Petunjuk Penyelenggaraan Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka (PDF). Jakarta: Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 27 November 2007. Diakses tanggal 20 Maret 2026. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement