Maidaan
| Maidaan | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | Amit Sharma |
| Produser | Zee Studios Fresh Lime Films Akash Chawla Arunava Joy Sengupta Boney Kapoor |
| Skenario | Saiwyn Quadras Aman Rai Atul Shahi Amit Sharma |
| Dialogues by |
|
| Cerita | Saiwyn Quadras Akash Chawla Arunava Joy Sengupta |
| Pemeran | |
| Penata musik | A. R. Rahman |
| Sinematografer | Tushar Kanti Ray Fyodor Lyass (olahraga) |
| Penyunting | Dev Rao Jadhav Shahnawaz Mosani (olahraga) |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | Zee Studios |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 181 menit[2] |
| Negara | India |
| Bahasa | Hindi |
| Anggaran | ₹235 crore[3] |
Pendapatan kotor | per. ₹68,09 crore[4] |
Maidaan (terj. Lapangan) adalah film drama olahraga biografi berbahasa Hindi dari India tahun 2024 yang ditulis bersama dan disutradarai oleh Amit Ravindernath Sharma. Film ini diproduksi oleh Akash Chawla, Arunava Joy Sengupta, Boney Kapoor dan Zee Studios. Ajay Devgn berperan sebagai Syed Abdul Rahim, pelatih sepak bola yang dianggap sebagai pelopor di India pada periode 1952–1962.[5][6]
Film ini dirilis secara global pada 11 April 2024 bertepatan dengan perayaan Idulfitri.[7] Maidaan memperoleh ulasan positif dari para kritikus, namun secara komersial gagal meraih kesuksesan dengan pendapatan kotor sebesar ₹68 crore di seluruh dunia.[8]
Plot
Pada Olimpiade Musim Panas 1952 di Helsinki, tim nasional sepak bola India mengalami kekalahan telak dari Yugoslavia dengan skor 10–1. Para anggota Federasi Sepak Bola Seluruh India menyalahkan sang pelatih, Syed Abdul Rahim, atas buruknya penampilan tim. Rahim kemudian meminta izin untuk membentuk tim baru dengan pemain-pemain berbeda. Meski sebagian besar anggota federasi, terutama Subhankar, enggan menyetujuinya, Rahim mendapat dukungan dari Presiden Anjan yang akhirnya memberi restu. Rahim pun berkeliling India mencari bakat-bakat muda dan meramu tim baru, di antaranya Tulsidas Balaram dari Secunderabad, Peter Thangaraj dari Hyderabad, serta P. K. Banerjee dan Chuni Goswami dari Kalkuta. Keputusan tersebut membuat Roy Choudhary, jurnalis berpengaruh dari Kalkuta, mengkritik Rahim yang tidak mengambil pemain-pemain dari Benggala yang menurutnya lebih bagus. Rahim menjawab kritik itu dengan menyebut Choudhary tidak memahami sepak bola, sehingga hal tersebut membuat Roy dendam.
Empat tahun kemudian, di Olimpiade Melbourne 1956, India bersiap menghadapi Australia. Dalam sebuah insiden, salah satu pemain Australia merendahkan Neville D’Souza dengan menyuruhnya mengikatkan sepatunya. Neville membalas penghinaan itu dengan mencetak hat-trick saat pertandingan, membawa India menang 7–1 dan mengejutkan tuan rumah. India akhirnya finis di posisi keempat. Sementara itu, Roy Choudhary dan Subhankar merencanakan cara menyingkirkan Rahim dari federasi agar Subhankar bisa menjadi presiden. Pada Olimpiade Musim Panas 1960, India berhadapan dengan Prancis yang dianggap sebagai salah satu tim terkuat dunia. Pertandingan berakhir imbang 1–1, membuat India gagal lolos. Federasi pun mencopot Rahim karena dianggap gagal. Tak lama, Rahim mengetahui dirinya mengidap kanker paru akibat kebiasaan merokok, dan hidupnya tak akan lama.
Rahim memilih menghabiskan sisa waktunya bersama keluarga. Meski sering tersiksa batuk, istrinya, Saira, terus menyemangati agar ia tidak menyerah pada mimpinya: membawa India meraih emas. Rahim kembali meminta kesempatan melatih tim, berjanji jika gagal meraih emas, ia tak akan melatih lagi seumur hidup. Subhankar, yang kini menjabat presiden, awalnya menolak, tetapi akhirnya menyerah setelah mayoritas anggota federasi mendukung Rahim. Rahim pun kembali melatih dan menyiapkan tim untuk Asian Games 1962 di Jakarta. Namun Kementerian Keuangan menolak mengirim tim dengan alasan dana terbatas. Rahim turun tangan langsung menemui Menteri Keuangan Morarji Desai dan berhasil meyakinkannya, dengan syarat hanya 16 pemain yang boleh berangkat. Rahim pun harus meninggalkan beberapa pemain, termasuk putranya sendiri, Hakim.
Di Jakarta, nasib buruk menimpa tim: Thangaraj, sang penjaga gawang, cedera sebelum laga pertama dan digantikan Pradyut Barman, membuat pertahanan melemah. India kalah dari Korea Selatan, dan para pemain mulai saling menyalahkan. Rahim menenangkan mereka, menekankan pentingnya formasi dan kerja sama. Pada laga berikutnya melawan Thailand, Jarnail Singh cedera parah akibat tekel keras. Rahim memerintahkan timnya untuk “membalas di lapangan,” dan India bermain lebih agresif hingga menang 4–1. Di tengah turnamen, seorang diplomat India mengkritik keputusan panitia yang tidak mengizinkan Israel dan Taiwan ikut serta, memicu kemarahan publik Indonesia dan gelombang protes besar terhadap tim India.
Pada hari pertandingan final, ketika tim India kembali harus berhadapan dengan Korea Selatan, bus tim tiba-tiba diserang oleh para demonstran. Situasi memanas hingga pihak militer turun tangan untuk menjamin keamanan mereka. Di tengah ketegangan itu, kondisi kesehatan Rahim semakin memburuk—ia mulai batuk darah. Namun, bukannya menyerah, Rahim justru berdiri di depan para pemain dan menyampaikan pidato penuh semangat yang membakar tekad mereka. Melihat kegigihan Rahim, Roy Choudhary akhirnya luluh dan berbalik mendukung tim India. Thangaraj dan Singh pun kembali bergabung untuk laga penentuan. Pertandingan berlangsung sengit, tetapi tim India berhasil meraih kemenangan 2-1. Gol itu bukan sekadar angka di papan skor—melainkan medali emas cabang sepak bola terakhir yang pernah didapat India di ajang Asian Games.
Pemeran
- Ajay Devgn sebagai Syed Abdul Rahim alias Rahim Saab
- Priyamani sebagai Saira Rahim
- Gajraj Rao sebagai Roy Chaudhary
- Devyansh Tripathi sebagai Syed Shahid Hakim, putra Rahim
- Rishab Joshi sebagai S. S.Hakim
- Nitanshi Goel sebagai putri Rahim
- Aayesha Vindhara sebagai putri Rahim
- Meenal Patel sebagai ibu Rahim
- Rudranil Ghosh sebagai Shubhankar (berdasarkan Manindra Nath Dutta Ray)
- Baharul Islam sebagai Anjan, berdasarkan Pankaj Gupta
- Zaheer Mirza sebagai Morarji Desai
- Madhur Mittal sebagai Fortunato Franco
- Chaitanya Sharma sebagai PK Banerjee
- Aryann Bhowmik sebagai Neville D'Souza
- Tejas Ravishankar sebagai Peter Thangaraj
- Davinder Gill sebagai Jarnail Singh
- Amartya Ray sebagai Chuni Goswami
- Sushant Waydande sebagai Tulsidas Balaram
- Abhilash Thapliyal sebagai Komentator India Dev Matthew
- Manandeep Singh sebagai Trilok Singh Basera
- Wisnu G Varrier sebagai O. Chandrashekar
- Raphael Jose sebagai D. Ethiraj
- Jayanth V. sebagai Arumainayagam
- Aaman Munshi sebagai Arun Ghosh
- Sai Kishore sebagai DMK Afzal
- Amandeep Thakur sebagai Ram Bahadur Chettri
- Tanmay Bhattacharjee sebagai Pradyut Barman
- Arko Das sebagai Prasanta Sinha
- Prajwal Maski sebagai Yousuf Khan
- Vijay Maurya sebagai Komentator India Ramesh Sagar
- Anupam Joardar sebagai Bidhan Chandra Roy
- Pavitra Sarkar sebagai pelatih Tim Bengal
- Purnendu Bhattacharya sebagai Dokter
- Shruthy Menon sebagai penyanyi Jazzclub
- Ishtiyak Khan sebagai Asisten Pelatih Hari
- Gursharn Arya sebagai Jessi
Produksi
Pengambilan gambar utama dimulai pada 19 Agustus 2019, namun mengalami penundaan panjang akibat pandemi COVID-19 dan Siklon Nisarga.[9][10] Proses produksi akhirnya selesai pada Mei 2022. Film ini semula dijadwalkan tayang di bioskop pada 3 Juni 2022, tetapi ditunda karena pekerjaan pascaproduksi yang belum rampung. Jadwal rilis kemudian ditetapkan pada 23 Juni 2023, namun kembali mengalami penundaan.[11][12]
Musik
| Maidaan | ||||
|---|---|---|---|---|
| Album lagu tema karya A.R. Rahman | ||||
| Dirilis | 8 April 2024 | |||
| Direkam | 2020–2022 | |||
| Durasi | 22:05 | |||
| Bahasa | Hindi | |||
| Label | Saregama | |||
| Produser | A.R. Rahman | |||
| Kronologi A.R. Rahman | ||||
| ||||
Awalnya, musik latar untuk Maidaan direncanakan digubah oleh Amit Trivedi, , dengan lirik ditulis oleh kolaborator tetapnya, Amitabh Bhattacharya , sementara penulis dialog Siddhant Mago bersama pendatang baru Mayank Mehra turut menyusun skor latar. Namun, keterlambatan produksi membuat Trivedi, Bhattacharya, dan Mehra mundur, sedangkan Mago kemudian hanya tercatat sebagai penulis dialog. A.R. Rahmankemudian ditunjuk untuk menggantikan mereka.
Musik film ini digubah oleh Rahman dengan lirik ditulis oleh Manoj Muntashir. . Singel pertama berjudul “Mirza” dirilis pada 18 Maret 2024,[13] sementara keseluruhan album diluncurkan pada 8 April 2024.[14]
| No. | Judul | Lirik | Penyanyi | Durasi |
|---|---|---|---|---|
| 1. | "Mirza" | Manoj Muntashir | Javed Ali, Richa Sharma | 5:16 |
| 2. | "Ranga Ranga" | MC Heam, Ramajogayya Sastry | Vaishali Samant, MC Heam | 2:58 |
| 3. | "Dil Nahi Todenge" | Manoj Muntashir | Javed Ali | 4:18 |
| 4. | "Team India Hai Hum" | Manoj Muntashir, Davinder Singh, SlowCheeta | A.R. Rahman, Nakul Abhyankar | 2:43 |
| 5. | "Jaane Do" | Manoj Muntashir | A.R. Rahman, Hiral Viradia | 6:47 |
| Durasi total: | 22:05 | |||
Penayangan
Bioskop
Film ini mengadakan penayangan perdana berbayar pada 10 April 2024, sebelum dirilis secara nasional sehari kemudian, 11 April, bertepatan dengan Idulfitri, dalam format standar maupun IMAX.[15]
Media rumah
Hak distribusi digital film ini dimiliki oleh Amazon Prime Video, sementara hak siar satelit diperoleh Star Gold.[16] Film ini tayang perdana di Amazon Prime Video pada 5 Juni 2024.[17]
Penghargaan
| Penghargaan | Tanggal | Kategori | Penerima | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| Penghargaan IIFA | 8-9 Maret 2025 | Aktor Terbaik | Ajay Devgn | Nominasi | [18][19] |
| Penampilan Terbaik dalam Peran Negatif | Gajraj Rao | Nominasi | |||
| Sutradara Musik Terbaik | A. R. Rahman | Nominasi | |||
| Penghargaan Filmfare | 11 Oktober 2025 | Aktor Terbaik | Ajay Devgn | Nominasi | [20] |
| Dialog Terbaik | Ritesh Shah | Nominasi | |||
| Film Terbaik (Kritikus) | Amit Ravindernath Sharma | Nominasi | |||
| Sutradara Musik | A. R. Rahman | Nominasi | |||
| Musik Latar Terbaik | Nominasi | ||||
| Penyanyi Playback Pria Terbaik | Javed Ali – "Mirza" | Nominasi | |||
| Penyuntingan Terbaik | Dev Rao Jadhav | Nominasi | |||
| Sinematografi Terbaik | Tushar Kanti Ray | Nominasi | |||
| Desain Suara Terbaik | Nihar Ranjan Samal | Nominasi | |||
| Desain Kostum Terbaik | Kriti Kolwanker, Maria Thakaran | Nominasi | |||
| Aksi Terbaik | R. P. Yadav, Robert Miller | Nominasi |
Referensi
- ^ "Ajay Devgn's 'Maidaan' will release on Eid after multiple delays". India Today (dalam bahasa Inggris). 21 January 2024. Diakses tanggal 21 January 2024.
- ^ "BREAKING: Maidaan is 3 hours and 1 minute long; passed by CBFC with ZERO cuts". Bollywood Hungama. 3 April 2024. Diakses tanggal 3 April 2024.
- ^ "Maidaan - Movie - Box Office India".
- ^ "Maidaan Box Office". Bollywood Hungama. 25 April 2024. Diakses tanggal 25 April 2024.
- ^ Taran Adarsh [@taran_adarsh] (19 August 2019). "Ajay Devgn's next film, based on the sport #football, gets its title: #Maidaan... Costars Keerthy Suresh... Directed by Amit Ravindernath Sharma [#BadhaaiHo]... Produced by Boney Kapoor, Akash Chawla and Arunava Joy Sengupta... Zee Studios presentation... Filming starts today" (Tweet) – via X.
- ^ "The Family Man's Priyamani replaces Keerthy Suresh in Ajay Devgn's Maidaan". India Today. 19 January 2020. Diakses tanggal 19 January 2020.
- ^ "BREAKING: Bade Miyan Chote Miyan and Maidaan's release plans changed; to now have paid previews from 6:00 pm on April 10 : Bollywood News". Bollywood Hungama. 7 April 2024. Diakses tanggal 7 April 2024.
- ^ "For Bollywood, 2 big flops raise questions on quality and a potentially difficult 2024". 21 April 2024.
- ^ "Boney Kapoor on Ajay Devgn-starrer Maidaan being delayed for five years due to Mumbai Cyclone, COVID-19: "We had our sets standing in Madh for around three and a half years"". Bollywood Hungama. 8 March 2024. Diakses tanggal 8 March 2024.
- ^ Ghosh, Sankha. "Rudranil explains why films like 'Maidaan' can only be made for big screen - Times of India". The Times of India.
- ^ Dixit, Ayush Mohan (19 August 2019). "[First look] Ajay Devgn, Keerthy Suresh's Maidaan, based on football coach Syed Abdul Rahim, goes on floors". Times Now News 18. Diakses tanggal 19 August 2019.
- ^ Das Gupta, Surajeet; Sen, Soumik. "Composing a winning score". Rediff. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 October 2008. Diakses tanggal 15 November 2008.
- ^ "'Mirza' song from 'Maidaan' out now! AR Rahman's composition wins his fans' hearts again".
- ^ "Maidaan (Soundtrack album)". Spotify. Diakses tanggal 8 April 2024.
- ^ "Ajay Devgn's Maidaan to clash with Akshay Kumar's Bade Miyan Chote Miyan on Eid". Hindustan Times. 21 January 2024. Diakses tanggal 21 January 2024.
- ^ "Maidaan OTT Release: When And Where To Watch Ajay Devgn's Film Based On Coach Syed Abdul Rahim". The Times of India (dalam bahasa Indian English). 10 April 2024. Diakses tanggal 10 April 2024.
- ^ "Maidaan, starring Ajay Devgn, Priyamani and Gajraj Rao, is now streaming on Amazon Prime Video". Bollywood Hungama. 5 June 2024. Diakses tanggal 5 June 2024.
- ^ Awasthi, Pragati (2025-03-07). "IIFA Awards 2025: Date, time, host, venue, nominees list and more". Wion (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-11.
- ^ "IIFA Awards 2025: Laapataa Ladies Sweeps 10 Awards. Kartik Aaryan Named Best Actor. Check Full List Of Winners". www.ndtv.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-11.
- ^ "Filmfare Awards 2025 Nominations Announced: Laapataa Ladies, Stree 2 lead the chart". India TV. 26 September 2025.
Pranala luar
- Maidaan di Facebook
- Maidaan di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- Maidaan di Bollywood Hungama
- Maidaan di Prime Video
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


