Macrotyloma uniflorum

Macrotyloma uniflorum
Biji kacang kuda
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Faboideae
Genus: Macrotyloma
Spesies:
M. uniflorum
Nama binomial
Macrotyloma uniflorum
Varietas
  • M. uniflorum var. benadirianum
  • M. uniflorum var. stenocarpum (Brenan) Verdc.
  • M. uniflorum var. uniflorum
  • M. uniflorum var. verrucosum
Sinonim[1]
  • Dolichos uniflorus Lam.
  • Glycine uniflora (Lam.) Dalzell
  • Kerstingiella uniflora (Lam.) J.A.Lackey

Macrotyloma uniflorum (kacang kuda, juga dikenal dengan nama kacang kulthi, gahat, hurali, atau kacang Madras),[2] adalah jenis polong-polongan yang berasal dari wilayah tropis di Asia Selatan. Tanaman ini dikenal karena cita rasa dan teksturnya yang khas, kandungan nutrisinya yang tinggi, serta khasiat obatnya yang telah lama dipercaya, sehingga banyak digunakan dalam berbagai masakan. Tanaman ini juga umum ditanam sebagai pakan kuda, yang menjadi asal-usul nama "kacang kuda". Kacang kuda dibudidayakan di berbagai wilayah seperti India, Nepal, Malaysia, Sri Lanka, dan Hindia Barat.[3] Kacang ini dapat dikonsumsi utuh, dikecambahkan, atau digiling menjadi tepung, dan diperbolehkan untuk dimakan pada beberapa hari puasa umat Hindu. Khasiat medis dari jenis polong-polongan ini juga dijelaskan dalam pengobatan Ayurveda.

Deskripsi

Macrotyloma uniflorum merupakan tanaman merambat tahunan yang memiliki rimpang dan dapat tumbuh hingga setinggi sekitar 60 cm. Batangnya tumbuh kembali setiap tahun dari rimpang tersebut. Tanaman ini ditutupi rambut halus berwarna putih dalam jumlah yang bervariasi dan memiliki daun majemuk trifoliat yang tersusun berselang-seling, dengan tangkai daun mencapai panjang sekitar 7 cm. Anak daun berbentuk obovatus atau elips, dengan panjang hingga 7 cm. Bunganya tumbuh berpasangan atau bertiga pada ketiak daun dan memiliki bentuk khas keluarga kacang-kacangan dengan bagian bendera, sayap, dan lunas. Warna bunga bervariasi dari krem, kekuningan, hingga hijau, sering kali dengan bercak ungu di bagian dalam. Setelah berbunga, tanaman ini menghasilkan polong berbentuk memanjang dan agak melengkung ke atas, dengan panjang hingga 8 cm, berisi hingga sepuluh biji berwarna cokelat kemerahan, berbintik, atau hitam.[4] Panjang bijinya berkisar antara 3 hingga 6 milimeter.[5]

Sebaran

Kacang kuda berasal dari wilayah tropis Asia Selatan dan telah ditemukan di situs-situs arkeologi di India yang berasal dari sekitar tahun 2500 SM.[6] Tanaman ini kemungkinan pertama kali didomestikasi di India dan kini dibudidayakan sebagai tanaman polong-polongan dari India hingga Myanmar. Selain itu, tanaman ini juga ditanam sebagai pakan ternak dan pupuk hijau di negara-negara tropis di Asia Tenggara serta Australia bagian utara.[4] Secara umum, daerah utama penghasil Macrotyloma uniflorum berada di India, Afrika, dan Australia.[7]

Referensi

  1. ^ "Macrotyloma uniflorum (Lam.) Verdc". Plants of the World Online. Board of Trustees of the Royal Botanic Gardens, Kew. 2017. Diakses tanggal 17 July 2020.
  2. ^ "Taxonomy - GRIN-Global Web v 1.10.5.0". npgsweb.ars-grin.gov. Diakses tanggal 24 September 2019.
  3. ^ "Horse Gram" (PDF). Government of India, Directorate of Pulses Development. 3 April 2017.
  4. ^ a b Brink, Martin (2006). Cereals and Pulses. PROTA. hlm. 102–104. ISBN 978-90-5782-170-7.
  5. ^ Kumar D (2007) Production technology for horse gram in India, Central Arid Zone Research Institute. Evergreen Printers, Jodhpur, India, pp 1–27, http://www.cazri.res.in/publications/KrishiKosh/113-(PRODUCTION%20TECHNOGY%20).pdf
  6. ^ Pearman, Georgina (2005). Prance, Ghillean; Nesbitt, Mark (ed.). The Cultural History of Plants. Routledge. hlm. 144. ISBN 0415927463.
  7. ^ Aditya, J. P.; Bhartiya, Anuradha; Chahota, Rakesh K.; Joshi, Dinesh; Chandra, Nirmal; Kant, Lakshmi; Pattanayak, Arunava (2019-09-01). "Ancient orphan legume horse gram: a potential food and forage crop of future". Planta (dalam bahasa Inggris). 250 (3): 891–909. Bibcode:2019Plant.250..891A. doi:10.1007/s00425-019-03184-5. ISSN 1432-2048. PMID 31115659. S2CID 160009881.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement