MA Negeri 1 Yogyakarta

MAN 1 Yogyakarta
Alnesa
Informasi
Didirikan
  • 1950 - SGHA
  • 16 Maret 1978 - MAN 1 Yogyakarta
JenisMadrasah Aliyah Negeri
AkreditasiA (2024)[1]
Nomor Statistik Sekolah131134710001
Nomor Pokok Sekolah Nasional20403375
MaskotKanga
Kepala SekolahH. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd
Jumlah kelas28 kelas (21 kelas reguler, 6 kelas program keagamaan, 1 kelas program akselerasi)
Jurusan atau peminatanIPA, IPS, agama, dan bahasa
Rentang kelas10, 11, dan 12
KurikulumKurikulum Merdeka
Jumlah siswa794
Alamat
LokasiJl. C. Simanjuntak No.60, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223
Tel./Faks.+62 858-6924-0876
Situs webhttps://man1yogyakarta.sch.id
Surel[email protected]
AfiliasiKementerian Agama RI
Moto
MotoPrestasi tiada henti, cerdas dan islami berkelas dunia
Gerbang MAN 1 Yogyakarta

Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta, disingkat MAN 1 Yogyakarta adalah madrasah aliyah negeri yang berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Sekolah ini didirikan pada tahun 1950 dan berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Kurikulumnya setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan penekanan lebih pada pendidikan agama Islam. Pada tahun 2017, MAN 1 Yogyakarta ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk membuka kelas Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK).

Sejarah

Era Sekolah Guru Hakim Agama (SGHA)

MAN 1 Yogyakarta didirikan pada tahun 1950 ketika Departemen Agama membentuk tiga sekolah, yaitu Sekolah Guru Agama Islam (SGAI) dan Sekolah Guru Hakim Agama (SGHA). SGHA kemudian berkembang menjadi cikal bakal MAN 1 Yogyakarta. Pendirian sekolah-sekolah ini secara de jure ditetapkan melalui Surat Penetapan Menteri Agama No. 7 tanggal 5 Februari 1951.

SGHA beroperasi selama tiga tahun sebelum pada tahun 1954 dialihfungsikan oleh Departemen Agama menjadi Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN). Perubahan ini bertujuan untuk menyiapkan hakim-hakim agama yang dibutuhkan pada masa itu.

Era Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN)

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan hakim mulai terpenuhi, dan calon hakim umumnya berasal dari lulusan fakultas hukum perguruan tinggi. Oleh karena itu, pada 16 Maret 1978, Departemen Agama mengalihfungsikan PHIN menjadi MAN Yogyakarta I, yang kemudian berfungsi sebagai sekolah setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Era MAN Yogyakarta I

Dengan perubahan ini, MAN Yogyakarta I tetap berada dalam struktur Departemen Agama dan memperoleh legitimasi kelembagaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Surat Keputusan Nomor: 0489/U/1999, yang menyatakan bahwa MAN merupakan Sekolah Menengah Umum (SMU) dengan ciri pendidikan agama Islam. MAN Yogyakarta I mengadopsi kurikulum yang serupa dengan SMA pada umumnya, dengan penekanan lebih pada pendidikan Islam.

Seiring perkembangan kurikulum nasional untuk tingkat pendidikan menengah, MAN Yogyakarta I tetap beroperasi sebagai lembaga pendidikan Islam. Sekolah ini menerima siswa dari berbagai daerah, dengan sekitar 30% peserta didiknya berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Era MAN 1 Yogyakarta

Pada tahun 2015, MAN Yogyakarta I mengalami perubahan nama menjadi MAN 1 Yogyakarta berdasarkan kebijakan penyeragaman nomenklatur madrasah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Mulai Akhir Nama
1950 1954 Sekolah Guru Hakim Agama (SGHA)
1954 1978 Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN)
1978 2015 MAN Yogyakarta I
2015 Sekarang MAN 1 Yogyakarta

Pada awal tahun 2025, MAN 1 Yogyakarta mulai mempersiapkan pembukaan Kelas Internasional sebagai bagian dari upaya menuju sekolah berstandar global. Persiapan ini mencakup pengembangan infrastruktur ruang kelas, penguatan kurikulum berbasis riset, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta penjajakan kerja sama dengan institusi internasional.

Langkah awal dilakukan melalui audiensi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta pada 27 Maret 2025. Program ini secara resmi diluncurkan pada 17 April 2025 oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Indonesia, Muhaimin Iskandar, yang juga merupakan alumni MAN 1 Yogyakarta.

Kelas Internasional dirintis dengan satu kelas pada tahun pelajaran 2025/2026, dan direncanakan untuk berkembang menjadi minimal tiga kelas pada tahun-tahun berikutnya. Program ini dirancang untuk mendukung peserta didik agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, termasuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri.[2]

Daftar Kepala Madrasah

Berikut daftar Daftar Kepala MAN 1 Yogyakarta"

Daftar Kepala MAN 1 Yogyakarta
No. Kepala Madrasah Mulai Akhir Masa Jabatan
1 Muhammad Saketi 1950
2 Muhammad Adnan
3 Muhammad Saketi
4 Drs. H. Askuri
5 Akhid Masduki, S.H.
6 Drs. Khoirudin Ilyasi 1978 1983 5 tahun
7 Drs. H.M. Sholeh Harun 1983 1984 1 tahun
8 Sutadji, B.A. 1984 1989 5 tahun
9 H.M. Syafi'ie, S.H. C.N. 1989 1996 5 tahun
10 Drs. Bedjo Santosa 1996 1999 5 tahun
11 Drs. H. Taslim Yerusalem 1999 2004 5 tahun
12 Drs.H. Muzilanto, M.Ag. 2004 2010 6 tahun
13 Drs. H. Imam Suja'i Fadly, M.Pd.I. 2010 2015 5 tahun
14 Drs. H. Suharto 2015 2016 1 tahun
15 Drs. H. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd 2016 2025 9 tahun
16 H. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd 2025 Petahana 0–1 tahun
  Sekolah Guru Hakim Agama (SGHA)
  Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN)
  MAN Yogyakarta I
  MAN 1 Yogyakarta

Alumni

MAN 1 Yogyakarta telah meluluskan sejumlah alumni yang menempati berbagai posisi di pemerintahan, hukum, agama, olahraga, dan seni. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Prof. Dr. Mahfud MDMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia 2019-2024
  2. Muhaimin IskandarMenteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Indonesia 2024-sekarang
  3. Asep Ismail – Wakil Bupati Bandung Barat (2025 – sekarang)
  4. Dr. H. Ahmad Kamil, SH., M.Hum – Wakil Ketua Mahkamah Agung RI bidang Non-Yudisial (2009–2014).
  5. Drs. K.H. Amidhan ShaberahUlama dan tokoh Islam Indonesia.
  6. Pramono Ubaid Tanthowi – Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (2017–2022). dan Komisioner KOMNAS HAM RI
  7. Prof. Dr. Eddy Pratomo, S.H., M.A. – Duta Besar Indonesia untuk Jerman (2009–2013).
  8. Dra. Hj. Safira Machrusah, MAAS – Duta Besar Indonesia Aljazair (2016–2020).
  9. H. Subhan Cholid, Lc., MA – Sekretaris BAZNAS RI
  10. Prof. Jawahir Thontowi, S.H., Ph.D. – Akademisi dan pakar hukum, dikenal sebagai salah satu tokoh hukum Indonesia.
  11. Binziad Kadafi, S.H., LL.M., PhD. – Anggota Komisi Yudisial RI.
  12. Teguh Arifiadi, SH, MH – Kepala Biro Hukum Kementerian Komunikasi Digital RI
  13. Prof. Dr. H. Mudofir, S.Ag., M.Pd – Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta 2020
  14. Arifina Maulida – Finalis Miss Indonesia 2019.
  15. Arifiyani – Atlet panjat tebing, peraih medali emas Asian Games 2018.
  16. Prof. Noorhaidi Hasan S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. – Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2024–2028).
  17. Marzuki MuhammadMusisi, dikenal dengan nama panggung "Kill the DJ"
  18. Drs.H Kadi SastrowirjonoKetua Pengadilan Agama Jakarta Utara.

Pranala luar

Referensi

  1. ^ "Data Sekolah MAN 1 YOGYAKARTA", Badan Akreditasi Nasional, 2024, diakses tanggal 24 Februari 2025
  2. ^ "MAN 1 Yogyakarta Siapkan Kelas Internasional, Menuju Madrasah Berstandar Dunia". Radar Jogja. 7 April 2025. Diakses tanggal 15 Juni 2025.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement