Lumpur aktif

Lumpur aktif adalah biomasa yang terdiri dari campuran kelompok mikroorganisme seperti bakteri, protozoa, dan jamur. [1] Biomasa ini dikembangkan untuk mengolah polutan organik yang terkandung dalam air limbah. Melalui proses aerasi dan oksigenasi, mikroorganisme tertentu dicampur dan dikembangbiakkan secara berkelanjutan, membentuk pertumbuhan mikroba tersuspensi.[2] Lumpur aktif berbentuk flok berwarna coklat dengan tekstur seperti bubur. Flok ini memiliki kemampuan untuk menggumpalkan, menyerap, mengoksidasi, dan menguraikan polutan organik dalam air limbah.[3][4][5]

Proses lumpur aktif pertama kali ditemukan pada tahun 1914 oleh Edward Ardern dan William T. Lockett di Instalasi Pengolahan Air Limbah Davyhulme Sewage Works, Manchester, Inggris.[6][7] Mereka menunjukkan bahwa dengan memberikan aerasi pada air limbah dan mengalirkan lumpur yang mengendap kembali ke dalam tangki aerasi, proses pengolahan limbah dapat berlangsung lebih cepat.[8]

Tujuan

Proses lumpur aktif adalah proses biologis yang digunakan untuk menghilangkan bahan organik yang mengandung karbon dan senyawa nitrogen dalam air limbah.[9] Dalam proses ini, mikroorganisme menguraikan bahan karbon organik dan mengoksidasi senyawa nitrogen (amonium dan nitrogen) menjadi bentuk yang lebih stabil. Proses lumpur aktif membantu mengurangi kandungan nutrien seperti nitrogen dan fosfor untuk mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga kualitas air. [10]

Proses

Proses lumpur aktif terdiri dari dua unit utama yaitu bioreaktor (tangki aerasi) dan tangki sedimentasi (tangki penjernih).  Air limbah secara kontinu dialirkan ke dalam tangki aerasi. Dalam tangki aerasi, oksigen diinjeksikan untuk mencampur lumpur aktif dengan air limbah sekaligus menyediakan oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme.[11] Mikroorganisme seperti bakteri, protozoa, jamur, dan organisme lainnya berperan dalam menguraikan senyawa organik menjadi karbon dioksida (CO₂), air, amonium, serta biomassa sel baru. Campuran antara lumpur aktif dan air limbah tersebut dikenal sebagai mixed liquor.[12]

Setelah proses aerasi, mixed liquor dialirkan ke tangki penjernih, di mana lumpur aktif mengendap ke dasar tangki dan air yang telah diolah naik ke permukaan. Lumpur aktif yang mengendap kemudian dipisahkan dari air hasil pengolahan. Sebagian besar lumpur aktif yang mengendap, yang disebut return sludge, dialirkan kembali ke tangki aerasi untuk menjaga mikroorganisme tetap aktif. Sebagian lumpur berlebih dibuang untuk menghindari penumpukan yang berlebihan di dalam sistem, yang disebut dengan excess sludge.[13] [14]

Referensi

  1. ^ Rajasulochana, P.; Preethy, V. (2016-12-01). "Comparison on efficiency of various techniques in treatment of waste and sewage water – A comprehensive review". Resource-Efficient Technologies. 2 (4): 175–184. doi:10.1016/j.reffit.2016.09.004. ISSN 2405-6537.
  2. ^ "Sistem Informasi B3 & POPs". sib3pop.menlhk.go.id. Diakses tanggal 2025-09-25.
  3. ^ Chan, Sook Sin; Khoo, Kuan Shiong; Chew, Kit Wayne; Ling, Tau Chuan; Show, Pau Loke (2022-01-01). "Recent advances biodegradation and biosorption of organic compounds from wastewater: Microalgae-bacteria consortium - A review". Bioresource Technology. 344: 126159. doi:10.1016/j.biortech.2021.126159. ISSN 0960-8524.
  4. ^ Ji, Xuyi; Zhu, Mingxuan; Li, Man; Wang, Ning; Li, Mei; Song, Li; Shan, Rui (2023-09-19). "Adsorption and Degradation of Organics in Wastewater on Municipal Sludge". ACS Omega. 8 (37): 33349–33357. doi:10.1021/acsomega.3c02765. PMC 10515174. PMID 37744794.
  5. ^ Prado, Nolwenn; Ochoa, Juan; Amrane, Abdeltif (2009-11). "Biodegradation and biosorption of tetracycline and tylosin antibiotics in activated sludge system". Process Biochemistry (dalam bahasa Inggris). 44 (11): 1302–1306. doi:10.1016/j.procbio.2009.08.006.
  6. ^ Ardern, Edward; Lockett, William T. (1914). "Experiments on the oxidation of sewage without the aid of filters". Journal of the Society of Chemical Industry (dalam bahasa Inggris). 33 (10): 523–539. doi:10.1002/jctb.5000331005. ISSN 1934-9971.
  7. ^ Herschy, R. W. (1998). Activated sludge process : Historical (dalam bahasa Inggris). Springer, Dordrecht. hlm. 38–38. doi:10.1007/1-4020-4497-6_7. ISBN 978-1-4020-4497-7.
  8. ^ CWEA (2017-07-02). "Documenting the California Activated Sludge Centennial". California Water Environment Association (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-25.
  9. ^ Zulkifli, Maryam; Abu Hasan, Hassimi; Sheikh Abdullah, Siti Rozaimah; Muhamad, Mohd Hafizuddin (2022-08-01). "A review of ammonia removal using a biofilm-based reactor and its challenges". Journal of Environmental Management. 315: 115162. doi:10.1016/j.jenvman.2022.115162. ISSN 0301-4797.
  10. ^ Pariente, M. I.; Segura, Y.; Álvarez-Torrellas, S.; Casas, J. A.; de Pedro, Z. M.; Diaz, E.; García, J.; López-Muñoz, M. J.; Marugán, J. (2022-10-15). "Critical review of technologies for the on-site treatment of hospital wastewater: From conventional to combined advanced processes". Journal of Environmental Management. 320: 115769. doi:10.1016/j.jenvman.2022.115769. ISSN 0301-4797.
  11. ^ May, Leslie (2025-04-17). "Activated Sludge Process". AUC Group (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-25.
  12. ^ Ghangrekar, M. M.; Behera, M. (2014-01-01). Ahuja, Satinder (ed.). 3.5 - Suspended Growth Treatment Processes. Waltham: Elsevier. hlm. 74–89. ISBN 978-0-12-382183-6.
  13. ^ Yildiz, B. Sizirici (2012-01-01). Zeman, Frank (ed.). 18 - Water and wastewater treatment: biological processes. Woodhead Publishing Series in Energy. Woodhead Publishing. hlm. 406–428. ISBN 978-0-85709-046-1.
  14. ^ Setiarto, R. Haryo Bimo (Juli 2020). Konsep HACCP, Keamanan, Higiene dan Sanitasi dalam Industri Pangan. Guepedia. hlm. 139–140. ISBN 978-623-281-507-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement