Ludruk Armada Malang

Ludruk Armada Malang adalah salah satu kelompok Ludruk di Kabupaten Malang yang ada di desa Rembun, Kecamatan Dampit.[1] Kelompok Ludruk ini didirikan pada tahun 1975 oleh Bagor Mustadjab yang telah dipimpin oleh generasi kedua pendiri Eros Djarot Mustadjab.[2] Satu rombongan kelompok Ludruk ini mencapai 100 anggota.[3]

Sejarah

Pada mulanya kelompok Ludruk ini memiliki nama Artis Malang Dampit. Alasan di balik penamaan tersebut adalah karena mayoritas para anggota merupakan warga asli Dampit. Setelah itu, nama mereka diubah menjadi Arek Malang Dampit karena banyaknya anggota yang masih muda. Akhirnya, Armada menjadi nama yang digunakan hingga sekarang. Nama tersebut terinspirasi dari pergerakan angkatan laut Malang.[4]

Pertunjukan

Ludruk adalah kesenian teater tradisional Jawa Timur yang menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat dengan unsur komedi dan monolog.[5] Ludruk Armada sering menampilkan pantun pendek dan humor rakyat. Cerita yang ditampilkan Ludruk Armada diiringi oleh lagu-lagu berbahasa Jawa dan musik tradisional gamelan.[6]

Penari Ludruk disebut dengan Pengeremo.[7] Remo adalah tarian Jawa Timur yang menggambarkan keberanian seorang pangeran di medan perang. Pertunjukannya menggunakan panggung kayu dan tanggapan di tempat hajatan.[8]

Eksistensi Ludruk Armada

Kelompok Ludruk Armada sempat vakum pada saat masa Pandemi Covid-19. Pada tahun 2022, mereka merevitalisasi Ludruk untuk berkolaborasi dengan sejumlah YouTuber. Armada menyebarkan konten melalui kanal YouTube yang telah ditonton jutaan kali.[7]

Daftar referensi

  1. ^ admin, editor (2024-10-21). "Armada Grup Ludruk yang Pernah Jadi Idola di Zamannya". Rajawalimedia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-16.
  2. ^ Mbois, Ongis (2024-02-14). "Daftar Aneka Grup Kesenian dan Budaya di Malang Raya". Ngalam Wearemania (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-16.
  3. ^ Wahyudi, Denny (2024-10-21). "Armada Grup Ludruk yang Legendaris dari Jawa Timur. | SUARA PANCASILA". suarapancasila.id. Diakses tanggal 2025-11-16.
  4. ^ Puspita Fitri, Ninda (2019). [file:///Users/mac/Downloads/wellysuryandoko,+Arikel+Ninda.pdf BENTUK DAN EKSISTENSI LUDRUK ARMADA MALANG PADA MASA PANDEMI COVID-19] (PDF). Surabaya: Universitas negeri Surabaya. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ "Ludruk, Kesenian Tradisional yang Dicintai Bupati Malang Rendra Kresna - Malang Times". Jatim TIMES. Diakses tanggal 2025-11-16.
  6. ^ "Kesenian Ludruk Malang - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia". 2024-11-13. Diakses tanggal 2025-11-16.
  7. ^ a b Saputra, Sandra Adi (2022). Eksistensi ludruk armada desa rembun kecamatan dampit pada masa pandemi covid-19. Malang: Universitas Malang. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ^ Juni, Ovilla; Astawa, S.H.,M.Si, Drs. Kt. Diara; Al Hakim, M.Si, Drs. Suparlan (2014). PERAN PEMERINTAH DALAM PEMBERDAYAAN KESENIAN LUDRUK PADA PAGUYUBAN ARMADA DI DESA REMBUN KECAMATAN DAMPIT KABUPATEN MALANG (PDF). Malang: Universitas Negeri Malang. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement