Libertas ecclesiae
| Bagian dari seri tentang |
| Hukum Kanonik Gereja Katolik |
|---|
|
|
Libertas ecclesiae ("kebebasan Gereja" dalam bahasa Latin) adalah teori kebebasan beragama dari otoritas gerejawi Gereja Katolik dari kekuatan sekuler atau kekuatan temporal, yang merupakan kebebasan untuk mendampingi misi spiritualnya tanpa campur tangan dari kekuatan sekuler manapun.[1]
Abad ke-11
Libertas ecclesiae memandu Reformasi Gregorian pada abad ke-11.[2]
Libertas Ecclesias sepanjang berabad-abad
Banyak pemimpin Kristen yang dibunuh atau ditindas karena dukungan mereka terhadap kebebasan beragama, yang meliputi Thomas Becket, Bonifasius VIII, St Katarina dari Siena dan Kardinal Zen.[3]
Abad ke-20
Pada 1965, Konsili Vatikan Kedua mengeluarkan Dignitatis Humanae, yang menyatakan dukungan gereja untuk melindungi kebebasan agama.[4] Terdapat perdebatan dan penolakan besar terhadap dokumen tersebut. Pada 2019, Paus Fransiskus menyepakati sebuah pembaharuan.[5]
Abad ke-21
Pada abad ke-21, beberapa orotias sekuler di seluruh dunia meneruskan pembatasan ekspresi beragama,[6] contohnya Afganistan[7] dan Korea Utara.[8] Aspek terapan dari kebebasan beragama masih diperdebatkan.[9][10][11]
Lihat pula
- Dictatus papae (pernyataan oleh Paus Gregorius VII)
- Kebebasan beragama
Referensi
- ^ Britannica website
- ^ Dominicana Journal website, Freedom of the Church and Religious Freedom by A. B. Williams, O.P.
- ^ New Daily Compass website, article by Stefano Fontana
- ^ Holy See's website, full text of Dignitatis Humanae in English
- ^ Faggioli, Massimo (9 May 2019). "A Postscript to Dignitatis Humanae". Commonweal.
- ^ Pew Research website, article dated July 15, 2019
- ^ Open Doors website, World Watch List, retrieved 2023-09-27
- ^ Freedom House, North Korea profile, retrieved 2023-09-25
- ^ University of San Diego, Law Debate October 12, 2012
- ^ Oxford University Press, Anti-Governmentism in Conservative Thought: A Note on Garnett’s Conception of Religious Freedom (2016) by Ingrid Creppell, pages 197-210
- ^ Crux Now website, Vatican says ‘no human power’ can compel priests to violate seal of confession, article by Elise Harris, dated July 1, 2019’’
- Papal primacy: from its origins to the present by Klaus Schatz. Liturgical Press, 1996. ISBN 978-0-8146-5522-1
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


