Letusan Gunung Bromo 2010

Letusan Gunung Bromo 2010 adalah rangkaian erupsi dari Gunung Bromo, sebuah gunung api aktif di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Indonesia, yang dimulai pada akhir November 2010 dan berlanjut secara fluktuatif hingga paruh pertama 2011.[1] Erupsi menghasilkan semburan abu yang berdampak pada kesehatan, pertanian, dan transportasi, termasuk gangguan penerbangan menuju dan dari Bali pada Januari 2011.[2][3]

Latar belakang

Bromo adalah kerucut termuda dan teraktif di Kaldera Tengger yang sering mengeluarkan uap dan abu tipis pada kondisi normal. Aktivitas Bromo terdokumentasi sejak abad ke-16, dengan letusan berulang yang relatif kecil hingga sedang.[1] Kawasan sekitar kawah relatif jarang penduduk karena berada dalam taman nasional, tetapi merupakan tujuan wisata populer yang dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.[1]

Kronologi

Pada awal November 2010, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG, dahulu CVGHM) mencatat peningkatan kegempaan berupa tremor yang kemudian menjadi hampir kontinu pada 22–23 November. Pada 23 November 2010, status dinaikkan dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas) dan akses wisata ditutup dalam radius beberapa kilometer dari kawah.[1]

Letusan pertama dalam rangkaian ini terjadi pada 26 November 2010, menghasilkan emisi abu signifikan. Menurut Darwin Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC), pada hari itu puncak awan mencapai ketinggian hingga sekitar 13,7 km dan sebagian abu terangkut ke awan konvektif dalam.[1] Aktivitas erupsi—terdiri dari fase strombolian dengan ledakan sesekali dan fase berdebu dengan emisi abu berkelanjutan—berlangsung fluktuatif selama Desember 2010 hingga awal 2011.[1]

PVMBG tetap mempertahankan pembatasan jarak, memberi peringatan terhadap potensi lahar di alur sungai saat hujan deras, serta mengimbau kewaspadaan terhadap akumulasi abu di atap bangunan.[4]

Dampak

Kesehatan dan lingkungan

Jatuhan abu dilaporkan merusak vegetasi di sektor-sektor yang searah angin serta menurunkan kualitas udara di permukiman sekitar kaki Bromo. PVMBG dan otoritas daerah membagikan masker dan pelindung mata serta memperingatkan bahaya runtuhnya atap akibat timbunan abu saat hujan.[1]

Pariwisata dan akses

Penutupan zona bahaya membuat akses wisata langsung ke kawah dihentikan sementara pada akhir November 2010. Otoritas taman nasional menyesuaikan jalur kunjungan dan menutup sejumlah titik pandang dalam radius aman hingga aktivitas menurun.[1]

Transportasi udara

Pada 27–28 Januari 2011, arah angin musiman membawa abu ke koridor udara menuju [[Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai ]] (Denpasar, Bali). Sejumlah maskapai internasional—termasuk Jetstar, Virgin Blue, Cathay Pacific, KLM/KLM, dan ValueAir—membatalkan atau mengalihkan penerbangan; otoritas mencatat sedikitnya 13 penerbangan internasional dibatalkan pada 28 Januari 2011 dan lebih dari 1.700 penumpang terdampak penjadwalan ulang.[2][3][5][6]

Tanggapan

PVMBG memasang CCTV pemantauan, memperkuat pengukuran kegempaan dan deformasi, serta memperbarui rekomendasi radius bahaya seiring perubahan aktivitas. Peringatan untuk dunia penerbangan dikeluarkan oleh VAAC Darwin melalui sejumlah advisory pada puncak aktivitas akhir Januari 2011 (code red) yang melaporkan abu hingga ketinggian sekitar FL180 (18.000 kaki) dan sebaran ratusan kilometer sesuai arah angin.[1][7]

Pasca-kejadian

Aktivitas cenderung menurun pada kuartal II 2011. Pada 13 Juni 2011 PVMBG menurunkan status Bromo ke Level II (Waspada) setelah kolom abu menurun menjadi 100–200 m di atas kawah dan jatuhan abu terbatas pada radius dekat kawah.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j "Tengger Caldera (Bromo) — Bulletin of the Global Volcanism Network (BGVN) 36:03 (Maret 2011)". Global Volcanism Program, Smithsonian Institution. Maret 2011. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
  2. ^ a b "Abu Bromo Ganggu Penerbangan ke Bali". Kompas.com. Kompas Cyber Media. 28 Januari 2011. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
  3. ^ a b "More Bali flights cancelled as nearby volcano spews ash". Reuters. 28 Januari 2011. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
  4. ^ "Mount Bromo — ringkasan bagian aktivitas 2010–2011 (mengutip PVMBG/VAAC)". Wikipedia (en). Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
  5. ^ "Volcanic ash forces cancellation of Bali flights". ABC News (Australia). 27 Januari 2011. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
  6. ^ "Mount Bromo ash causes flight cancellations". The Jakarta Post. 31 Januari 2011. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
  7. ^ "Tengger Caldera — catatan VAAC 27–29 Januari 2011". Global Volcanism Program. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement