Lemur tikus raksasa

Lemur tikus raksasa
Lemur tikus raksasa utara (M. zaza)
CITES Apendiks I (CITES)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Strepsirrhini
Famili: Cheirogaleidae
Genus: Mirza
J. E. Gray, 1870
Spesies tipe
Cheirogalus coquereli
Spesies
Map of Madagascar, off the southeast coast of Africa, with a range covering parts of the west and northwest.
Sebaran Mirza:

red=M. coquereli;[2] green=M. zaza[3]

Lemur tikus raksasa[4] merupakan jenis primata strepsirrhini dalam genus Mirza. Dua spesies telah diakui secara formal, yaitu lemur tikus raksasa utara (M. zaza) dan lemur tikus raksasa coquerel (M. coquereli). Seperti lemur lainnya, mereka berasal dari Madagaskar, tempat mereka ditemukan di hutan keringnya, dan lebih utara di Sungai Sambirano dan Semenanjung Sahamalaza. Pertama kali dideskripsikan pada 1867 sebagai satu spesies tunggal, mereka dikelompokkan bersamaan dengan lemur kerdil dan lemur tikus. Pada 1870, seorang zoolog Inggris, John Edward Gray, memasukkannya ke dalam genusnya sendiri, yaitu Mirza. Klasifikasi ini tidak diterima dengan luas hingga 1990-an, setelah kebangkitan kembali genus ini oleh paleoantropog Amerika Ian Tattersall pada 1982. Pada 2005, populasi utaranya, dijadikan sebagai spesiesnya sendiri, dan pada 2010, Dana Dunia untuk Alam mengumumkan bahwa terdapat kemungkinan bahwa populasi barat dayanya juga mewakili spesiesnya sendiri.

Lemur tikus raksasa berukuran sekitar tiga kali lebih besar dari lemur tikus, berbobot sekitar 300 g (11 oz), serta berekor panjang dan lebat. Mereka berkerabat paling dekat dengan lemur tikus dalam Cheirogaleidae, yaitu sebuah famili lemur nokturnal kecil. Lemur tikus raksasa tidur di sarang-sarang pada pagi hari, lalu mencari makan sendirian di malam hari, mencari getah, buah, serangga, dan vertebrata kecil. Tidak seperti cheirogaleid lainnya, mereka tidak mengalami torpor pada musim kering. Spesies utaranya umumnya lebih sosial ketimbang spesies selatannya, terkhususnya saat bersarang. Namun, jantan dan betina dapat membentuk sebuah pasangan (pair bond). Spesies utaranya juga memiliki ukuran testis terbesar dibandingkan dengan ukuran tubuhnya di antara primata, serta kawin sepanjang tahun, menjadikannya khas di antara primata lainnya.

Referensi

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama CITES
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama IUCN_Mirza_coquereli
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama IUCN_Mirza_zaza
  4. ^ "Tak disangka, dua hewan mungil ini miliki testis terbesar di dunia!". merdeka.com. {publish_date}. Diakses tanggal 2026-01-18.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement