Leaky gut syndrome
Leaky gut syndrome, atau jika dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia, berarti sindrom kebocoran usus, adalah kondisi yang belum dikenal secara medis dan hanya bersifat dugaan. Hal ini berbeda dengan istilah leaky gut yang memang dikenal dalam dunia medis. Biasanya informasi ini keluar dari nutrisionis dan pakar pengobatan alternatif, bukan tenaga medis profesional. Pelakunya biasanya mengklaim bahwa usus yang bocor menyebabkan inflamasi kronis, yang berujung myalgic encephalomyelitis/chronic fatigue syndrome, rheumatoid arthritis, lupus, migraines, multiple sclerosis, dan autisme.[1][2]
Hal ini berkebalikan dengan apa yang disepakati dalam dunia medis, bahwa mereka yang memiliki kondisi autoimun tau ganguan pencernaan tertentu bisa berujung terjadinya kondisi leaky gut atau celiac disease, sehingga hanya mereka yang diminta mewaspadai asupan gluten. Dalam hipotesis leaky gut syndrome, justru seluruh orang diminta mewaspadai konsumsi gluten agar tidak berujung mengalami leaky gut.[3]
Stephen Barrett menyebut bahwa "leaky gut syndrome" adalah trend diagnosis sesaat yang sering disalahgunakan untuk mencuri kesempatan menjual produk berbagai pengobatan herbal, diet tertentu, dan berbagai suplemen.[4] Pendukung teori ini bahkan membuat klaim tidak masuk akal bahwa masuknya protein melalui usus yang bocor bisa menyebabkan autisme, sesuatu yang buktinya sangat lemah atau bahkan saling bertentangan antara satu penelitian dan yang lainnya, sehingga bisa disimpulkan sebagai pseudosains.
Para pendukung informasi ini mempromosikan berbagai pengobatan untuk “sindrom usus bocor” (leaky gut syndrome), seperti suplemen makanan, probiotik, ramuan herbal, makanan bebas gluten, serta diet rendah FODMAP, rendah gula, dan/atau antijamur. Namun, hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa pengobatan-pengobatan tersebut memberikan manfaat.[5]
UK National Institute for Health and Care Excellence (NICE) secara tegas tidak merekomendasikan penggunaan diet khusus apa pun untuk menangani gejala utama autisme maupun leaky gut syndrome.[6]
Referensi
- ^ You Probably Don’t Have a Leaky Gut. dari situs mcgill
- ^ Leaky Gut Syndrome: Myths and Management. dari situs nih.gov
- ^ Gluten Free, Begini Penjelasan dan Efek Sampingnya. dari situs alodokter
- ^ kreidler, Marc (2018-10-06). "Be Wary of "Fad" Diagnoses | Quackwatch" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-12.
- ^ Odenwald, Matthew A.; Turner, Jerrold R. (2013-09). "Intestinal permeability defects: is it time to treat?". Clinical Gastroenterology and Hepatology: The Official Clinical Practice Journal of the American Gastroenterological Association. 11 (9): 1075–1083. doi:10.1016/j.cgh.2013.07.001. ISSN 1542-7714. PMC 3758766. PMID 23851019.
- ^ "Leaky gut syndrome". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2025-05-16.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


