Layanan antar-satelit

Layanan antar-satelit atau Inter-satellite service (juga: inter-satellite radiocommunication service atau layanan radiokomunikasi antar-satelit) – menurut Pasal 1.22 Peraturan Radio (RR) dari Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU) – didefinisikan sebagai Layanan radiokomunikasi yang menyediakan hubungan antara satelit buatan.[1]
Klasifikasi
Sesuai dengan Peraturan Radio ITU (pasal 1), variasi layanan radiokomunikasi ini diklasifikasikan sebagai berikut:
- Layanan tetap (pasal 1.20)
- Layanan satelit tetap (pasal 1.21)
- Layanan antar-satelit (pasal 1.22)
- Layanan satelit eksplorasi bumi (pasal 1.51)
- Layanan satelit meteorologi (pasal 1.52)
Deskripsi
Inter-satellite merujuk pada teknologi dan layanan yang memungkinkan komunikasi langsung antar satelit di luar angkasa, baik untuk tujuan internet satelit maupun untuk memindahkan data antar satelit itu sendiri melalui tautan radio atau optik. Layanan ini penting untuk jaringan satelit yang lebih efisien, memungkinkan pengiriman data yang lebih cepat dan mengurangi ketergantungan pada stasiun bumi di darat, terutama untuk operasi seperti pemantauan cuaca atau penyediaan internet global.
- Tautan Radio (RF). Satelit dapat berkomunikasi satu sama lain menggunakan gelombang radio untuk bertukar informasi.
- Tautan Optik (Laser) untuk mengirimkan data dengan kecepatan yang sangat tinggi dan kapasitas yang besar, memfasilitasi transfer data yang lebih cepat dan efisien.
Inter-satellite Link (ISL), atau "layanan antar-satelit" dalam bahasa Indonesia, adalah teknologi yang memungkinkan satelit berkomunikasi langsung satu sama lain tanpa melalui stasiun bumi. ISL dapat menggunakan sinyal radio atau laser untuk mengirimkan data secara efisien dan cepat di antara satelit dalam suatu konstelasi.
Satelit yang dilengkapi ISL dapat saling bertukar data secara langsung, tanpa perlu menunggu data dikirim ke stasiun bumi terlebih dahulu. Komunikasi ini dapat dilakukan menggunakan gelombang radio atau, pada teknologi yang lebih baru, melalui komunikasi optik berbasis laser. Dengan menghilangkan perantara stasiun bumi, ISL dapat mengurangi latensi (penundaan) dan konsumsi energi dalam pengiriman data, terutama pada sistem satelit yang besar seperti internet global.
Pengiriman data menjadi lebih cepat karena tidak ada hambatan dari stasiun bumi. Satelit tidak perlu menggunakan daya untuk mengirimkan sinyal bolak-balik ke Bumi. ISL memungkinkan satelit untuk membentuk jaringan yang lebih luas dan terintegrasi di luar angkasa, mendukung berbagai aplikasi seperti internet global, pemantauan cuaca, dan sistem navigasi.
ISL dapat digunakan untuk menghubungkan satelit-satelit dalam jaringan seperti Starlink, memungkinkan internet yang lebih stabil dan merata di seluruh dunia. ISL memfasilitasi komunikasi antara satelit navigasi untuk meningkatkan akurasi dan cakupan serta mengintegrasikan data dari berbagai satelit pengamat Bumi untuk analisis yang lebih cepat dan komprehensif.
Manfaat Inter-satellite antara lain memungkinkan data mengalir langsung antar satelit, sehingga mengurangi kebutuhan akan stasiun bumi untuk perutean data. Tautan optik, khususnya, dapat mentransfer data dalam Kecepatan dan Kapasitas Tinggi dan jumlah besar per detik, yang krusial untuk aplikasi yang membutuhkan konektivitas tanpa gangguan. Konektivitas Global memungkinkan jaringan satelit yang lebih terintegrasi, meningkatkan kemampuan komunikasi global untuk berbagai aplikasi. Beberapa penyedia internet satelit menggunakan konsep ini untuk meningkatkan efisiensi layanan mereka. Penting untuk konstelasi satelit yang mengorbit bumi, seperti untuk observasi bumi, pemantauan cuaca, dan penyediaan internet global.
Satelit
- Satelit komunikasi radio antar-satelit
- Tracking and Data Relay Satellite AS
- Artemis (satelit)
- European Data Relay System
- Sistem Satelit Relai Data India
- Luch (satelit) (Rusia)
- Tianlian I (Tiongkok)
- Konstelasi satelit komersial dengan komunikasi antar-satelit
Tracking and Data Relay Satellite
Satelit Pelacakan dan Relai Data (TDRS) adalah jenis satelit komunikasi yang berfungsi sebagai bagian dari Sistem Satelit Pelacakan dan Relai Data (TDRSS) NASA, yang menyediakan tautan komunikasi hampir kontinu antara wahana antariksa yang mengorbit rendah Bumi, seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional dan Teleskop Luar Angkasa Hubble, dan fasilitas darat di Bumi. Konstelasi TDRS, yang terletak di orbit geosinkron, dirancang untuk meningkatkan ketersediaan dan kecepatan transfer data komunikasi dengan wahana antariksa ini, menggantikan jaringan global stasiun darat.
Satelit TDRS bertindak sebagai relai komunikasi, mentransmisikan data dari satelit orbit rendah Bumi (LEO) ke stasiun darat dan sebaliknya. Satelit ini secara signifikan meningkatkan persentase orbit wahana antariksa yang bersentuhan dengan Bumi, menyediakan komunikasi yang hampir konstan, alih-alih koneksi yang terputus-putus. Sistem ini merupakan penerus Jaringan Pelacakan dan Akuisisi Data Wahana Antariksa (STADAN) yang lebih lama, yang mengandalkan serangkaian stasiun darat di seluruh dunia. Peningkatan Transfer Data: Sistem TDRS dirancang untuk meningkatkan jumlah data yang dapat ditransfer antara wahana antariksa dan kendali darat.
Ketika wahana antariksa orbit rendah Bumi melewati jaringan TDRS, ia dapat Uplink/Downlink mengirim data (data kembali) atau menerima perintah (data terusan) melalui salah satu satelit TDRS geosinkron. TDRS kemudian meneruskan Relai data ini ke segmen darat, terutama Kompleks White Sands di New Mexico. Sebaliknya, perintah dari fasilitas darat dikirim ke TDRS, yang kemudian meneruskannya ke wahana antariksa.
TDRSS terdiri dari konstelasi satelit TDRS dalam orbit geosinkron, sekitar 35.786 kilometer (22.236 mil) di atas Bumi. Sistem ini mencakup segmen darat, terutama Kompleks White Sands di New Mexico, yang menerima dan mengirimkan data ke dan dari satelit TDRS. TDRS mendukung berbagai misi, termasuk Teleskop Luar Angkasa Hubble dan Stasiun Luar Angkasa Internasional, dengan menyediakan infrastruktur relai data krusial yang dibutuhkan untuk operasinya.
ARTEMIS
Satelit ARTEMIS (Advanced Relay and Technology Mission Satellite) adalah satelit telekomunikasi geostasioner milik Badan Antariksa Eropa (ESA) yang dirancang untuk mendemonstrasikan teknologi komunikasi canggih, termasuk tautan optik antar-satelit (inter-satellite link) dan sistem komunikasi bergerak (mobile services) melalui muatan LLM (L-band Land Mobile). Satelit ini juga berfungsi sebagai prekursor untuk sistem navigasi Eropa, Galileo, dengan menyediakan layanan penguatan sinyal melalui muatan navigasi dan mendukung eksperimen data relay untuk satelit pengamat Bumi seperti Spot 4 dan Envisat.
ARTEMIS mendemonstrasikan teknologi tautan optik yang memungkinkan komunikasi data kecepatan tinggi antar satelit, seperti yang digunakan dalam eksperimen SILEX dengan satelit Spot 4. Satelit Layanan Telekomunikasi Bergerak (L-band Land Mobile - LLM) menyediakan layanan komunikasi bergerak untuk wilayah Eropa dan sekitarnya, termasuk bagian-bagian dari Timur Tengah dan Rusia, melalui muatan LLM-nya. ARTEMIS memberikan koreksi dan pemeriksaan kesehatan untuk sistem navigasi satelit yang sudah ada (EGNOS), mendukung fase awal pengembangan sistem navigasi Eropa Galileo.
Satelit ini memiliki muatan untuk mendukung pengiriman data dari satelit pengamat Bumi ke stasiun terestrial, yang merupakan jenis satelit telekomunikasi geostasioner. Satelit ini dikembangkan oleh ESA dan didukung oleh konsorsium industri Eropa. Posisi berada di orbit geostasioner di atas Afrika Tengah, tepatnya di 21,5 derajat Timur. ARTEMIS berperan penting dalam menguji dan mengembangkan teknologi baru untuk layanan komunikasi dan navigasi satelit yang canggih, serta mengumpulkan pengalaman operasional sebelum implementasi komersial layanan tersebut.
European Data Relay System
EDRS adalah sistem satelit independen Eropa yang mengurangi penundaan waktu dalam transmisi data dalam jumlah besar. Sistem ini berkontribusi pada jaringan telekomunikasi yang cepat, andal, dan lancar, sehingga meningkatkan kemandirian Eropa. EDRS menyediakan data sesuai permintaan di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Meskipun terdapat kemajuan terkini dalam kemampuan telekomunikasi, masih terdapat sejumlah keterbatasan yang menunda pengiriman data penting kepada pengguna. Dengan implementasi program Copernicus gabungan ESA/Komisi Eropa, diperkirakan infrastruktur telekomunikasi antariksa Eropa perlu mengirimkan 6 terabyte data setiap hari dari antariksa ke darat.
Infrastruktur telekomunikasi bertugas mengirimkan data dalam jumlah besar ini tanpa penundaan yang signifikan, ketika sarana komunikasi konvensional mungkin tidak memadai untuk memenuhi kualitas layanan yang dibutuhkan oleh pengguna data observasi Bumi. Selain itu, Eropa saat ini bergantung pada ketersediaan antena stasiun darat non-Eropa untuk menerima data dari satelit observasi Bumi. Hal ini menimbulkan potensi ancaman bagi kemerdekaan strategis Eropa, karena aset-aset antariksa krusial ini mungkin secara efektif tidak berada di bawah kendali Eropa. EDRS menawarkan solusi untuk masalah ini.
Kemampuan EDRS
- Akses data observasi Bumi secara real-time
- Kecepatan data tinggi
- Downlink data terenkripsi
- Kemampuan komando maju cepat
Terdapat sejumlah layanan utama yang diuntungkan dari infrastruktur sistem ini:
- Aplikasi observasi Bumi untuk mendukung berbagai layanan yang sangat penting, misalnya pemantauan risiko pergerakan permukaan tanah, kebakaran hutan, banjir, dan zona es laut
- Layanan pemerintah dan keamanan yang membutuhkan citra dari sistem antariksa utama Eropa seperti Copernicus.
- Tim penyelamat yang membutuhkan data observasi Bumi di wilayah terdampak bencana
- Pasukan keamanan yang mengirimkan data ke satelit observasi Bumi, pesawat terbang, dan wahana observasi udara nirawak, untuk mengonfigurasi ulang sistem tersebut secara waktu nyata
- Pasukan bantuan yang beroperasi di wilayah terpencil yang membutuhkan dukungan telekomunikasi
Untuk mencapai program EDRS yang hemat biaya dan meminimalkan biaya investasi dan operasional ESA, EDRS diimplementasikan sebagai Kemitraan Pemerintah-Swasta (KPS) melalui program ARTES ESA. Airbus Defense and Space (sebelumnya Astrium) (D) bertindak sebagai kontraktor utama. Perusahaan ini memenangkan tender kompetitif yang dikeluarkan pada tahun 2010 dan akan memikul tanggung jawab penuh atas implementasi segmen antariksa (termasuk peluncuran) serta segmen darat. Airbus telah berkomitmen untuk mengoperasikan EDRS selama 15 tahun dan menyediakan layanan kepada ESA, khususnya untuk program Copernicus. Sentinel-1A (diluncurkan pada April 2014) dan Sentintel-2A akan menjadi dua pengguna utama Copernicus.
EDRS terdiri dari dua simpul geostasioner dan jaringan luas pusat kendali dan darat Eropa yang bersama-sama memastikan Eropa menerima liputan tanpa gangguan dari satelit yang mengorbit di seluruh dunia. Muatan EDRS pertama, EDRS-A, yang terdiri dari tautan antar-satelit optik dan tautan antar-satelit pita-Ka, dihosting di satelit yang dioperasikan oleh Eutelsat (FR) yang dikenal sebagai EUTELSAT 9B EAST. Diluncurkan pada tahun 2016. Posisi orbitnya akan berada di 9 derajat Bujur Timur.
Iridium
Jaringan "Inter-Satellite Iridium" mengacu pada sistem konstelasi satelit LEO (orbit Bumi Rendah) milik Iridium Communications, yang terdiri dari 66 satelit yang saling terhubung untuk menyediakan komunikasi suara dan data global. Jaringan ini berfungsi sebagai jaringan meshed penuh, memungkinkan satelit untuk berkomunikasi satu sama lain dan dengan pengguna di Bumi untuk memastikan cakupan layanan suara dan data yang tidak terputus di seluruh dunia, termasuk di area terpencil.
Iridium mengoperasikan jaringan yang terdiri dari 66 satelit yang berada di orbit Bumi Rendah (LEO), sekitar 780 kilometer di atas Bumi. Satelit-satelit ini tidak hanya berkomunikasi dengan stasiun bumi, tetapi juga secara langsung berkomunikasi satu sama lain, membentuk jaringan yang sepenuhnya terhubung (fully meshed network). Dengan susunan satelit ini, jaringan dapat memberikan cakupan yang melintasi seluruh dunia tanpa zona mati, karena satelit-satelit yang saling bertumpang tindih memastikan ketersediaan layanan di mana saja. Pengguna menggunakan terminal satelit genggam untuk terhubung ke sistem ini, yang kemudian memungkinkan layanan komunikasi suara dan data, serta layanan pesan, untuk digunakan di seluruh dunia.
Inter-Satellite Iridium memberikan akses komunikasi ke area paling terpencil di Bumi, di mana jaringan seluler dan darat lainnya tidak ada. Sistem ini dirancang untuk memberikan layanan yang andal dan kontinu, bahkan di lingkungan yang keras dan remote. Karena satelit berada di orbit rendah, sinyal yang dibutuhkan lebih kuat, memungkinkan penggunaan antena yang lebih kecil dan kebutuhan daya yang lebih rendah pada perangkat pengguna.
Lihat juga
- Satelit komunikasi
- Stasiun radio
- Jaringan mesh nirkabel
- Komunikasi laser di luar angkasa
- Penerbangan antariksa
- Telemetri
- Stasiun bumi
- Pusat Pengendali Misi
- Bandar antariksa
- Jaringan telekomunikasi
- Wahana antariksa
- Roket
- Telekomando
- Antena parabola
- Satelit
- Orbit
- Segmen sistem antariksa
- Segmen darat
- Segmen antariksa
- Segmen peluncuran
- segmen pengguna
- Segmen tautan
- International Telecommunication Union
- Institute of Electrical and Electronics Engineers
Referensi
- ^ ITU Radio Regulations, Section IV. Radio Stations and Systems – Article 1.22, definition: inter-satellite service / inter-satellite radiocommunication service
Daftar pustaka
- International Telecommunication Union (ITU)
- Earth exploration-satellite service. ITU, Genf 2011. ISBN 92-61-13761-X
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


