Lampu Argand

Lampu Argand adalah jenis lampu minyak yang ditemukan pada tahun 1780 oleh Aimé Argand. Lampu ini memiliki intensitas cahaya sekitar 6 hingga 10 kandela, lebih terang jika dibandingkan dengan lampu minyak yang sudah ada sebelumnya. Pembakaran sumbu dan minyak pada lampu ini berlangsung lebih sempurna dibandingkan dengan jenis lampu lain, sehingga sumbu tidak perlu sering dipangkas atau disesuaikan.[1][2]

Di Prancis lampu ini dikenal dengan nama Quinquet, diambil dari nama Antoine-Arnoult Quinquet, seorang apoteker di Paris yang mengadopsi gagasan Argand dan menyempurnakan desain lampu tersebut. Quinquet berperan penting dalam mempopulerkan lampu Argand di Prancis dan seringkali dikreditkan sebagai orang yang menambahkan cerobong kaca pada desain lampu.[3]

Desain

Lampu Argand menggunakan menggunakan sumbu berbentuk tabung yang memungkinkan udara mengalir tidak hanya di sekeliling sumbu, tetapi juga melalui bagian tengahnya. Aliran udara ganda ini memperbaiki proses pembakaran, menghasilkan nyala api yang lebih panas dan terang. Di bagian atas sumbu terdapat cerobong berbentuk silinder dari kaca bening atau buram, yang berfungsi untuk menstabilkan nyala api dan menjaga suplai udara tetap konsisten. Beberapa model awal menggunakan kaca berwarna untuk mengurangi silau dan memperindah tampilan lampu.[4]

Lampu Argand menggunakan berbagai jenis minyak sebagai bahan bakar, seperti minyak paus, minyak anjing laut, minyak kolza, minyak zaitun, dan minyak nabati lainnya. Minyak disalurkan ke pembakar melalui gaya gravitasi dari wadah atau tangki minyak yang dipasang di bagian atas lampu. Meskipun efisien, penempatan tangki di bagian atas membuat lampu menjadi berat dan menimbulkan bayangan ke arah tertentu.[5]

Kelemahan ini kemudian diatasi melalui pengembangan lebih lanjut. Lampu Carcel, yang ditemukan pada tahun 1800, menggunakan pompa mekanis bertenaga jam untuk memindahkan minyak dari tangki yang diletakkan di bawah pembakar. Pada tahun 1836, Franchot memperkenalkan lampu Moderator dengan sistem pegas untuk mengatur tekanan minyak.[6]

Selain untuk penerangan, prinsip pembakaran pada lampu Argand juga dimanfaatkan pada alat pemanas, kompor kecil, dan ketel air, karena lampu ini mampu menghasilkan panas yang kuat tanpa asap[7]

Referensi

  1. ^ "Getting 18th Century "Lit": Argand Lamps". Material Matters (dalam bahasa Inggris). 2017-09-25. Diakses tanggal 2025-11-02.
  2. ^ "Argand burner | Inventor, Illumination, Paraffin Lamp | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
  3. ^ Fevereiro, António Cota (2020). "Technology Meets Art: The Wild & Wessel Lamp Factory in Berlin and the Wedgwood Entrepreneurial Model". Nineteenth-Century Art Worldwide (dalam bahasa Inggris (Britania)). 19 (2).
  4. ^ Wolfe, John J. (1999). Brandy, balloons & [and] lamps: Ami Argand, 1750-1803. Carbondale: Southern Illinois university press. ISBN 978-0-8093-2278-7.
  5. ^ "Artificial Light: Its Influence upon Civilization". Nature. 107 (2694): 486–486. 1921-06-16. doi:10.1038/107486b0. ISSN 0028-0836.
  6. ^ "Light". Scientific American (dalam bahasa Inggris). 1869-08-14. Diakses tanggal 2025-11-02.
  7. ^ Webster, Thomas (1999-01-01). An Encyclopædia of Domestic Economy: Comprising Such Subjects As Are Most Immediately Connected with Housekeeping. Books 8 - 11 (dalam bahasa Inggris). Adegi Graphics LLC. ISBN 978-1-4021-9438-2.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement