Kuurdak
| Kuurdak | |
|---|---|
Kuurdak yang tengah dipersiapkan | |
| Tempat asal | Mongolia, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan |
| Daerah | Asia Tengah |
| Bahan utama | daging kambing, bawang bombay, lemak hewani atau lemak nabati |
Kuurdak[a], adalah hidangan daging tradisional khas wilayah Asia Tengah, khususnya Kyrgyzstan.[1] Taste Atlas menobatkan masakan ini sebagai salah satu dari 50 masakan olahan jeroan terbaik di dunia.[2]
Etimologi
Namanya berasal dari nominalisasi kata 'kuuruu yang artinya menggoreng[2] atau memanggang,[3] yang merujuk pada cara pembuatannya. Hidangan ini digambarkan sebagai "daging berwarna kecoklatan yang dimasak lama". [4] Kuurdak dalam masakan Turki dikenal sebagai kavurma.
Bahan-bahan
Makanan ini umumnya terbuat dari daging dan jeroan hewan ternak, baik domba, kambing, sapi, atau kuda,[1] bahkan unggas dalam jumlah yang lebih terbatas dan jarang. Daging dan jeroan sebagai bahan utama ditambahkan dengan bawang bombay dan jenis rempah-rempah lainnya seperti tomat (kadang pasta tomat), bawang putih, dan paprika. Namun, Viktor Kadyrov (2019) menyebutkan bahwa kuurdak adalah daging goreng tanpa rempah atau bumbu.[5]Selain itu, sayuran seperti labu, kentang, dan wortel juga ditambahkan.[6] Penggunaan kentang dalam membuat kuurdak menyebabkan ada yang menyebut makanan ini sebagai kentang goreng dan daging.[7]
Ragam
Kuurdak umumnya terdiri dari dua macam, yaitu kara kuurdak yang artinya kuurdak hitam, dan tondurman kuurdak yang artinya kuurdak beku. Kurdak hitam dibuat dari dagin sepenuhnya, tanpa ada campuran bahan lain, termasuk bawang bombay. Warna kehitamannya didapat dari proses penggorengan atau pemanggangan daging. Sementara kuurdak beku merujuk pada daging dan jeroan yang digoreng di lemak hewani dalam keadaan tertutup dan tidak terkena oksigen atau udara terbuka, dengan harapan agar daging awet dan tahan lama.[6]
Jenis kuurdak yang kedua adalah salah satu olahan makanan nomadik Kyrgyz yang paling tua.[8] Tercipta melalui adaptasi nenek moyang kyrgyz terhadap kondisi alam Asia Tengah yang memiliki musim panas yang panjang dan menyengat. Kuurdak beku digoreng hingga kering dalam lemak hewani, hal ini membuatnya awet dan tahan lama. Kuurdak yang sudah dimasak dan disimpan dapat digunakan kembali dengan mudah sebagai bahan untuk membuat hidangan baru. Makanan ini berumur panjang dan cocok untuk dibawa dalam perjalanan jarak jauh, termasuk migrasi-migrasi orang nomaden.[8]
Catatan
Referensi
- ^ a b Beshimov, Askar; Gupta, Gaurav (24 Februari 2024). The Rich Culture and History of Kyrgyzstan. Prabhat Prakashan. ISBN 9789355624314. Diakses tanggal 18 November 2025.
- ^ a b Omirgazy, Dana (27 Mei 2025). "Kyrgyz Kuurdak Named Among World's Top 50 Offal Dishes by Taste Atlas". Astana: The Astana Times. Diakses tanggal 18 November 2025.
- ^ Baskakov editor-first1=; Toščakova, ed. (1947). Ojrotsko-Russkij Slovarʹ (Oyrot-Russian Dictionary]). Moskow: OGIZ. hlm. 97. ; Pemeliharaan CS1: Nama numerik: editors list (link)
- ^ "Kuurdak: How The Kyrgyz Do Meat and Potatoes". Folkways. 11 Juni 2022.
- ^ Kadyrov, Viktor (2019). Kyrgyzstan. A Land of Nomads. ЛитРес. ISBN 9785041886011. Diakses tanggal 18 November 2025.
- ^ a b "Kuurdak (куурдак, куырдак, Gowurdak, Qovurdoq)". tasteatlas.com. TasteAtlas. Diakses tanggal 18 November 2025.
- ^ de la Croix, Jeanne Féaux (2016). Iconic Places in Central Asia The Moral Geography of Dams, Pastures and Holy Sites. ISBN 9783839436301. Diakses tanggal 18 November 2025.
- ^ a b "Kuurdak — the Ancient Dish of Nomadic Herdsmen". open.kg. Open Kyrgyzstan. 8 April 2020. Diakses tanggal 18 November 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




