Kutu kasur

Bed bugs
Nama lainCimicosis, bed bug bites, bedbugs, bed bug infestation
An adult bed bug (Cimex lectularius) with the typical flattened oval shape
SpesialisasiFamily medicine, dermatology
GejalaNone to prominent blisters, itchy[1][2]
Awitan umumMinutes to days after the bite[2]
PenyebabCimex (primarily Cimex lectularius and Cimex hemipterus)[3]
Faktor risikoTravel, second-hand furnishings[4]
Metode diagnostikBased on finding bed bugs and symptoms[5]
Diagnosis bandingAllergic reaction, scabies, dermatitis herpetiformis[2]
PengobatanSymptomatic, bed bug eradication[2]
ObatAntihistamines, corticosteroids[2]
FrekuensiRelatively common[6]

Kutu kasur atau (Kutu busuk) adalah dua jenis serangga (keduanya dari genus Cimex) yang sering menggigit manusia dan mengambil darahnya, pada malam hari. [7] Bekas gigitannya bisa menimbulkan maslah kesehatan seperti ruam kulit, efek psikologis, dan gejala alergi . [5] Gigitan kutu busuk dapat membuat kulit kemerahan yang tidak terlihat hingga membuat kulit melepuh yang terlihat menonjol. [1] [2] Gejala-gejala ini mungkin membutuhkan waktu beberapa menit hingga beberapa hari untuk terlihat dan gigitannya bisa membuat rasa gatal muncul. [2] Untuk sebagian yang digigit oleh kutu busuk mungkin akan merasa lelah atau demam . [2] Daerah tubuh yang terbuka sering kali menjadi sasaran dari kutu busuk. [2] Gigitan dari kutu busuk belum diketahui bisa menularkan penyakit menular apa pun. [5] [7] Komplikasi gigitan kutu busuk yang bisa terjadi tetapi, jarang ditemukan yakni nekrosis atau vaskulitis . [2]

Referensi

  1. ^ a b James, William D.; Berger, Timothy G.; et al. (2006). Andrews' Diseases of the Skin: clinical Dermatology. Saunders Elsevier. hlm. 446. ISBN 978-0-7216-2921-6.
  2. ^ a b c d e f g h i j Ibrahim, O; Syed, UM; Tomecki, KJ (March 2017). "Bedbugs: Helping your patient through an infestation". Cleveland Clinic Journal of Medicine. 84 (3): 207–211. doi:10.3949/ccjm.84a.15024. PMID 28322676.
  3. ^ Jerome Goddard; Richard deShazo (2009). "Bed bugs (Cimex lectularius) and clinical consequences of their bites". Journal of the American Medical Association. 301 (13): 1358–1366. doi:10.1001/jama.2009.405. PMID 19336711.
  4. ^ Kolb A, Needham GR, Neyman KM, High WA (2009). "Bedbugs". Dermatol Ther. 22 (4): 347–52. doi:10.1111/j.1529-8019.2009.01246.x. PMID 19580578.
  5. ^ a b c Doggett SL, Russell R (November 2009). "Bed bugs – What the GP needs to know". Aust Fam Physician. 38 (11): 880–4. PMID 19893834.
  6. ^ Doggett, SL; Dwyer, DE; Peñas, PF; Russell, RC (January 2012). "Bed bugs: clinical relevance and control options". Clinical Microbiology Reviews. 25 (1): 164–92. doi:10.1128/CMR.05015-11. PMC 3255965. PMID 22232375.
  7. ^ a b "Bed Bugs FAQs". Centers for Disease Control and Prevention. 2 May 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 September 2018. Diakses tanggal 2 October 2018.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement