Kurium(III) oksalat

Kurium(III) oksalat
Nama
Nama IUPAC
Kurium;asam oksalat
Nama lain
Kurium oksalat
Penanda
Model 3D (JSmol)
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
  • InChI=1S/3C2H2O4.2Cm/c3*3-1(4)2(5)6;;/h3*(H,3,4)(H,5,6);;/q;;;2*+3/p-6
    Key: DZVVEXVFMKTTMA-UHFFFAOYSA-H
  • C(=O)(C(=O)[O-])[O-].C(=O)(C(=O)[O-])[O-].C(=O)(C(=O)[O-])[O-].[Cm+3].[Cm+3]
Sifat
C6H6Cm2O12
Massa molar 764,10 g·mol−1
Penampilan Padatan hijau terang
Kurang larut
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Referensi

Kurium(III) oksalat adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia Cm2(C2O4)3. Senyawa ini adalah garam kurium dari asam oksalat.

Sintesis

Kurium(III) oksalat dapat diperoleh ketika larutan kurium(III) berair direaksikan dengan asam oksalat:[1]

2Cm3+ + 3H2C2O4 + 10H2O → 2Cm2(C2O4)3 · 10H2O + 6H+

Sifat kimia

Kurium(III) oksalat dapat terurai ketika dipanaskan. Bentuk dekahidratnya akan kehilangan air pada suhu 280 °C untuk membentuk bentuk anhidrat. Ia mulai terurai pada suhu 300 °C, melepaskan karbon monoksida. Pada suhu 360 °C, ia membentuk Cm2(CO3)3, serta melepaskan karbon monoksida dan karbon dioksida. Pada suhu 550 °C, ia membentuk suatu oksida dan mengalami oksidasi parsial di udara. Kurium(III) oksida yang dihasilkan mengandung kurium dalam bilangan oksidasi +4. Akan tetapi, beberapa literatur menunjukkan bahwa kurium(III) oksalat dapat menghasilkan spesies karbonat karena radiolisisnya sendiri, dan penguraian ini dapat terjadi pada suhu kamar. Selain itu, kurium(III) oksalat juga membentuk kurium(IV) oksida yang berwarna hitam pada suhu 500 °C.[2]

Sifat fisik

Senyawa ini memiliki wujud padatan berwarna hijau terang, yang sukar larut dalam air.[2]

Kegunaan

Kurium(III) oksalat secara rutin digunakan untuk membuat kurium(IV) oksida (CmO2) melalui kurium(III) hidroksida (Cm(OH)3).[3][4]

Referensi

  1. ^ Lumetta, Gregg J.; Thompson, Major C.; Penneman, Robert A.; Eller, P. Gary (2006). "Curium". The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements (dalam bahasa Inggris). Springer Netherlands. hlm. 1397–1443. doi:10.1007/1-4020-3598-5_9. ISBN 978-1-4020-3598-2. Diakses tanggal 5 Juli 2025.
  2. ^ a b Burney, G. A.; Porter, J. A. (1 Maret 1967). "Solubilities of Pu(III), Am(III), and Cm(III) oxalates". Inorganic and Nuclear Chemistry Letters. 3 (3): 79–85. doi:10.1016/0020-1650(67)80128-4. ISSN 0020-1650. Diakses tanggal 5 Juli 2025.
  3. ^ Hayashi, Hirokazu; Hagiya, Hiromichi; Kim, Seong-Yun; Morita, Yasuji; Akabori, Mitsuo; Minato, Kazuo (1 Juni 2013). "Separation and recovery of Cm from Cm–Pu mixed oxide samples containing Am impurity". Journal of Radioanalytical and Nuclear Chemistry (dalam bahasa Inggris). 296 (3): 1275–1286. Bibcode:2013JRNC..296.1275H. doi:10.1007/s10967-012-2304-y. ISSN 1588-2780. Diakses tanggal 5 Juli 2025.
  4. ^ Scherer, V.; Fochler, M. (1 Juli 1968). "The thermal decomposition of curium(III) oxalate IO-hydrate". Journal of Inorganic and Nuclear Chemistry. 30 (6): 1433–1437. doi:10.1016/0022-1902(68)80282-9. ISSN 0022-1902. Diakses tanggal 5 Juli 2025.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement