Kupu-kupu raja brooke
Kupu-kupu raja brooke (Bahasa latin: Trogonoptera brookiana) adalah salah satu jenis kupu-kupu yang berukuran besar dan memiliki keindahan warna sayap yang mencolok dari kupu-kupu pada umumnya. Ia berasal dari famili Papilionidae. Kupu-kupu ini juga dikenal sebagai Rajah Brooke birdwing, pertama kali dinamai oleh seorang naturalis inggris terkenal, Afred Russel Wallace pada tahun 1855.[1] Kupu-kupu ini tersebar di semenanjung Malaya [2], Kalimantan, Natuna, dan pulau-pulau di sekitar pulau Sumatra (Mentawai, Simeulue, dan banyak). Selain itu, Hewan ini dilindungi dikarenakan termasuk ke daftar Appendix II of CITIES.[1][3] Di akhir tahun 2018, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang perlindungan tumbuhan dan satwa.[4] Peraturan tersebut menetapkan bahwa seluruh spesies kupu‑kupu sayap burung Ornithoptera, kupu‑kupu raja Troides, kupu‑kupu Trogonoptera brookiana, serta kupu‑kupu sayap renda endemik Sulawesi Cethosia myrina, diangkat sebagai jenis yang dilindungi.[4][5]
Anatomi dan Morfologi
Kupu-kupu raja brooke memiliki rentang sayap antara 15 – 17 cm.[6] Warna sayap antara kupu-kupu Jantan dan kupu- kupu betina mempunyai warna yang berbeda. Untuk spesies Jantan sayapnya memiliki warna hitam pekat pada tepinya, dengan barisan tujuh daerah hijau bergigi pada bagian punggung sayap depan dan area hijau luas pada sayap belakang. Warna hijau itu tidak semata-mata disebabkan oleh pigmen, melainkan merupakan fenomena fotonik yang timbul akibat pantulan cahaya oleh struktur mikro pada sisik sayap.[7] Pengaruh ini menciptakan kilau yang sangat cerah ketika terkena sinar matahari. Kupu-kupu jantan Rajah Brooke’s Birdwing (Trogonoptera brookiana) adalah spesies berukuran besar dan ikonik[8] yang berasal dari Malaysia, dikenal karena corak sayapnya yang mencolok dan berwarna-warni. Bagian dorsal menampilkan pola hijau lebar yang berkilau, sementara bagian ventral mayoritas berwarna coklat‑hitam dengan bercak putih, biru, dan hijau kecil pada sayap belakang. Bulu merah yang lebat membentuk kerah khas serta zona kontras di bagian ventral sekitar toraks, menambah keindahan spesies ini. Warna yang menakjubkan tersebut dihasilkan oleh jutaan nanostruktur rumit pada bulu dan sisik sayap. Bulu kerah berwarna merah mengandung pigmen penyerap spektrum lebar serta lapisan multi‑lapis pemantul UV yang mirip dengan struktur fotonik pada kupu‑kupu Morpho; bercak putih terdiri dari sisik dengan lapisan film tipis yang memantulkan cahaya; bercak biru terbentuk dari sisik berlapis‑lapis berlekuk yang mengandung melanin terkonsentrasi di pusatnya. Daerah sayap berwarna hijau terdiri dari sisik-sisik melengkung dengan struktur fotonik unik berjenjang dan penghalang melanin, menghasilkan pantulan yang sangat terarah.[7]
Habitat
Trogonoptera brookiana, atau lebih dikenal sebagai Rajah Brooke’s Birdwing, termasuk dalam kelompok kupu‑kupu sayap burung (Papilionidae) yang hidup di hutan tropis Asia Tenggara, terutama di semenanjung Thailand‑Malaysia, Kalimantan (Borneo), Sumatra, dan Pulau Palawan.[9] Spesies ini terkenal karena tubuhnya yang berukuran besar serta warna hijau metalik yang dipadukan dengan hitam kontras, menjadikannya salah satu kupu-kupu paling mencolok di wilayah itu.[10] Spesies ini menghuni hutan hujan tropis primer dan sekunder yang lembap, biasanya pada ketinggian 200‑1.800 meter di atas permukaan laut.[11] Selama siklus hidupnya, T. brookiana sangat bergantung pada tumbuhan genus Aristolochia sebagai inang bagi larva.[11] Pada fase dewasa, mereka meminum nektar dari berbagai bunga yang tumbuh di lantai hutan maupun di tepi sungai, sehingga keberadaan vegetasi alami menjadi faktor penting bagi kelangsungan populasinya.[12] Walaupun Union for Conservation of Nature (IUCN) belum menilai spesies ini berada dalam kategori terancam punah secara global, tekanan pada habitatnya seperti penebangan hutan, perubahan fungsi lahan, serta perburuan dan perdagangan satwa liar ilegal telah menurunkan populasinya di beberapa area. Menanggapi hal ini, dilakukan berbagai tindakan konservasi, antara lain melindungi habitat, memantau perdagangan lewat CITES, serta menjalankan program penangkaran dan pemulihan tanaman inang.[13] Di Malaysia, spesies ini memiliki nilai simbolik yang tinggi dan dijadikan salah satu simbol nasional negara tersebut.[1][13]
Perilaku
Trogonoptera brookiana biasanya hidup bersifat soliter, namun jantan sering berkelompok saat puddling, yaitu berkumpul di tanah basah atau pinggir sungai untuk mengonsumsi mineral yang penting bagi reproduksi.[1][3] Mineral tersebut kemudian disalurkan ke betina melalui spermatofor saat kawin. Kupu-kupu dewasa aktif di siang hari dan meminum nektar bunga hutan tropis, sementara larva khusus memakan daun Aristolochia yang mengandung senyawa toksik sebagai pertahanan.[12] Untuk mengatasi ancaman, spesies ini mengandalkan warna kontras (aposematisme), perlindungan kimia dari tanaman inangnya, serta kemampuan terbang kuat untuk menghindari predator. Dalam reproduksi, jantan melakukan patroli terbang untuk menemukan betina reseptif, dan betina menaruh satu telur pada daun tanaman inang demi meningkatkan peluang kelangsungan hidup larva.[14]
Taksonomi
Trogonoptera brookiana pertama kali diuraikan pada 1855 oleh naturalis Inggris Alfred Russel Wallace melalui spesimen yang diambil di Kalimantan.[1] Nama spesies brookiana dipilih untuk menghormati James Brooke, Rajah Sarawak. Pada awalnya, spesies ini dimasukkan ke dalam genus Ornithoptera, namun kemudian dipindahkan ke genus Trogonoptera karena perbedaan morfologi dan karakteristik sayap.[1] Di dalam genus ini, T. brookiana memiliki hubungan dekat dengan Trogonoptera trojana dan Trogonoptera creona, keduanya juga dikenal sebagai birdwing Asia. Kajian morfologi serta analisis molekuler modern memperkuat pemisahan genus ini dari Ornithoptera, menegaskan jalur evolusi tersendiri dalam famili Papilionidae.[15]
Status Konservasi
Trogonoptera brookiana kini diklasifikasikan sebagai Least Concern (LC) dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), menandakan bahwa secara global spesies ini belum masuk kategori “terancam punah”. Namun, kupu‑kupu ini tetap menghadapi ancaman utama berupa hilangnya hutan hujan tropis akibat penebangan dan fragmentasi, serta tekanan dari perdagangan koleksi ilegal. Di beberapa wilayah, populasi lokal dapat menurun karena berkurangnya tanaman inang larva (Aristolochia).[11] Upaya konservasi meliputi perlindungan melalui CITES Lampiran II serta program pembiakan dan restorasi habitat di sejumlah area di Asia Tenggara untuk menjaga populasi alamiah.[16]
Referensi
- ^ a b c d e f "Trogonoptera brookiana". National Museum of Natural Science. 2008-09-03. Diakses tanggal 2026-02-24.
- ^ Wilts, Bodo D.; Giraldo, Marco A.; Stavenga, Doekele G. (2016-08-12). "Unique wing scale photonics of male Rajah Brooke's birdwing butterflies". Frontiers in Zoology (dalam bahasa Inggris). 13 (1): 36. doi:10.1186/s12983-016-0168-7. ISSN 1742-9994. PMC 4983073. PMID 27525030. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ a b Phon, Chooi-Khim; Kirton, Laurence G.; Norma-Rashid, Yusoff (2019-08-13). "Trogonoptera brookiana mollumar d'Abrera, Doggett & Parker, 1976 (Lepidoptera: Papilionidae), a subspecies or a synonym?". European Journal of Taxonomy (dalam bahasa Inggris) (544). doi:10.5852/ejt.2019.544. ISSN 2118-9773.
- ^ a b "permenlhk-nomor-p.106-tahun-2018". Diakses tanggal 2026-02-24.
- ^ Yulminarti, Yulminarti; Putri, Suci Amelia (2021-12-31). "Keanekaragaman Kupu-Kupu (Sub Ordo Rhopalocera) pada Dua Tipe Habitat". BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains (dalam bahasa Inggris). 4 (2): 490–495. doi:10.31539/bioedusains.v4i2.2761. ISSN 2598-7453.
- ^ Jonko, Christopher. "Lepidoptera Mundi". lepidoptera.eu (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-02-24.
- ^ a b Wilts, Giraldo, Stavenga, Bodo D.,Marco A., Doekele G. (2016). "Unique wing scale photonics of male Rajah Brooke's birdwing butterflies". Frontiers in zoology. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Phon C-K, Kirton LG, Yusoff N-R (2017). "Monitoring butterflies using counts of puddling males: A case study of the Rajah Brooke's Birdwing (Trogonoptera brookiana albescens)". PLoS ONE 12(12): e0189450. doi:https://doi.org/10.1371/journal.pone.0189450. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ "Rajah Brooke's Birdwing - Learn Butterflies" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2024-05-21. Diakses tanggal 2026-02-24.
- ^ Collins, N.M., & Morris, M.G. Threatened Swallowtail Butterflies of the World. Cambridge: IUCN. ISBN No.2 88032-603-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c Corbet, A.S., & Pendlebury, H.M. (1992). The Butterflies of the Malay Peninsula (4th ed.). Malayan Nature Society. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b "Rajah Brooke's Birdwing | Project Noah". projectnoah.org. Diakses tanggal 2026-02-24.
- ^ a b BERNAMA (2024-07-28). "Sabah conserves national butterfly Rajah Brooke's Birdwing for future generations". BERNAMA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-24.
- ^ Thomas E. White, Jochen Zeil, Darrell J. Kemp (2015). "Signal design and courtship presentation coincide for highly biased delivery of an iridescent butterfly mating signal". Evolution. Volume 69, Issue 1: 14–25. doi:doi:https://doi.org/10.1111/evo.12551. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Condamine, F. L., Toussaint, E. F., Clamens, A. L., Genson, G., Sperling, F. A., & Kergoat, G. J. (2015). "Deciphering the evolution of birdwing butterflies 150 years after Alfred Russel Wallace". Scientific Reports. 5(1), 11860. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Iqbal, Yustian, Setiawan, Setiawan, Aprillia, Muhammad, Indra, Arum, Doni, Ina (2021). Kupu-Kupu (Lepidoptera: Rhopalocera) di Sumatera. Palembang: Kelompok Pengamat Burung Spirit of South Sumatra. ISBN ISBN 978-602-52617-1-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


