Kunimasu

Oncorhynchus kawamurae
Seekor kunimasu anakan di Akuarium Fuji Yusui no Sato
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Salmoniformes
Famili: Salmonidae
Genus: Oncorhynchus
Spesies:
O. kawamurae
Nama binomial
Oncorhynchus kawamurae

Kunimasu (国鱒; "Forel nasional") atau dengan nama ilmiahnya disebut Oncorhynchus kawamurae merupakan spesies ikan forel pasifik yang hidup secara terbatas di perairan darat Jepang. Ikan ini sempat dianggap punah selama sekitar 70 tahun sebelum akhirnya ditemukan kembali pada tahun 2010. Awalnya, spesies ini merupakan penghuni endemik Danau Tazawa di Prefektur Akita, tetapi populasinya dipindahkan ke Danau Saiko dalam upaya penyelamatan sebelum danau asalnya mengalami degradasi lingkungan. Keberhasilan upaya pemindahan ini baru terungkap beberapa dekade kemudian, ketika sembilan ekor Kunimasu berhasil ditangkap oleh tim peneliti pada tahun 2010.[2] Penemuan tersebut melibatkan partisipasi "Sakana-kun", seorang ahli biologi kelautan sekaligus tokoh publik terkenal di Jepang, yang turut membantu mengidentifikasi spesies langka itu.[3]

Sejarah

Kunimasu pada awalnya merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan di satu lokasi, yakni Danau Tazawa di Prefektur Akita, Jepang. Pada tahun 1935, telur dari spesies ini dipindahkan ke beberapa danau lain di Jepang, termasuk Danau Saiko di Prefektur Yamanashi, sebagai bagian dari program translokasi. Namun, upaya tersebut sempat dianggap gagal karena tidak ditemukan bukti keberhasilan reproduksi. Lima tahun kemudian, pada 1940, proyek pembangkit listrik tenaga air di sekitar Danau Tazawa menyebabkan air dari Sungai Tama yang memiliki tingkat keasaman tinggi dialirkan ke danau tersebut.[2] Perubahan drastis pada pH air itu menewaskan seluruh populasi Kunimasu, karena spesies salmon ini sangat peka terhadap kondisi kimia perairan.[3] Akibatnya, ikan tersebut dinyatakan punah dan dianggap hilang selama lebih dari tujuh dekade.[2]

Akan tetapi, pada tahun 2010, sebuah tim ilmuwan menemukan sembilan ekor Kunimasu di Danau Saiko. Temuan ini menunjukkan bahwa populasi kecil ternyata berhasil bertahan, kemungkinan besar berasal dari keturunan telur bermata yang ditranslokasikan pada tahun 1930-an.[2]

Perilaku

Hingga kini, pengetahuan mengenai perilaku dan ekologi kunimasu masih sangat terbatas, karena penelitian terhadap spesies ini nyaris tidak dilakukan sebelum penemuannya kembali pada tahun 2010.[4] Meski demikian, para peneliti memperkirakan bahwa kunimasu memiliki kebiasaan makan yang serupa dengan himemasu, spesies forel merah yang hidup di wilayah perairan yang sama, yakni dengan memangsa zooplankton mesopelagik atau benthopelagik yang hidup di lapisan perairan tengah hingga dekat dasar danau.[2] Dugaan ini diperkuat oleh struktur biologis kunimasu, khususnya jumlah penyapu insang yang menunjukkan adaptasi terhadap pola makan planktonik, serta kecenderungan spesies ini untuk mendiami lapisan air yang lebih dingin dan dalam di danau.[4]

Referensi

  1. ^ Miyazaki, Y.; Mukai, T.; Nakajima, J.; Takaku, K. & Taniguchi, Y. (2019). "Oncorhynchus kawamurae" e.T110463465A110463483. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T110463465A110463483.en. ;
  2. ^ a b c d e Nakabo, Tetsuji; Nakayama, Kouji; Muto, Nozomu; Miyazawa, Masayuki (April 2011). "Oncorhynchus kawamurae "Kunimasu," a deepwater trout, discovered in Lake Saiko, 70 years after extinction in the original habitat, Lake Tazawa, Japan". Ichthyological Research (dalam bahasa Inggris). 58 (2): 180–183. doi:10.1007/s10228-011-0204-8. hdl:2433/138094. ISSN 1341-8998. S2CID 19306949.
  3. ^ a b Ryall, Julian (4 February 2011). ""Extinct" Salmon Discovered in Japanese Lake". National Geographic. Diarsipkan dari asli tanggal February 4, 2011.
  4. ^ a b Nakabo, Tetsuji; Tohkairin, Akira; Muto, Nozomu; Watanabe, Yasushi; Miura, Yasuaki; Miura, Hisashi; Aoyagi, Toshihiro; Kaji, Nana; Nakayama, Kouji; Kai, Yoshiaki (2014-04-01). "Growth-related morphology of "Kunimasu" (Oncorhynchus kawamurae: family Salmonidae) from Lake Saiko, Yamanashi Prefecture, Japan". Ichthyological Research (dalam bahasa Inggris). 61 (2): 115–130. doi:10.1007/s10228-013-0382-7. ISSN 1616-3915. S2CID 254165534.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement