Kuil Bel di Dura-Europos

Reruntuhan Kuil Bel di Dura-Europos
Gambar karya Pearson tentang rekonstruksi isometrik Kuil Bel pada periode akhir

Kuil Bel, yang juga dikenal sebagai kuil para dewata Palmira, adalah struktur bangunan kuno yang terletak di Dura-Europos, sebuah kota kuno di tepi Sungai Efrat, Suriah. Kuil ini didirikan pada abad pertama SM dan dikenal terutama karena lukisan dindingnya. Terlepas dari nama modern untuk bangunan tersebut, tidak diketahui secara pasti dewa mana yang disembah di sana. Di masa pemerintahan Romawi, kuil ini didedikasikan untuk Kaisar Severus Alexander. Pada masa itu, kuil ini berada di bawah penguasaan kamp militer cohort Palmira ke-20.

Penemuan

Rencana penggalian umum Dura-Europos, kuil para dewata Palmira ditandai sebagai J9

Lukisan-lukisan di kuil tersebut ditemukan pada tahun 1920 oleh M. C. Murphy. Foto-foto lukisan tersebut sampai ke arkeolog James Henri Breasted, yang mempelajari lukisan dan kuil tersebut dan kemudian menerbitkan sebuah monograf tentangnya pada tahun 1924.[1] Sebelum penemuan Murphy, situs tersebut tidak dikenal oleh orang Barat. Identifikasinya sebagai kota Dura-Europos, seperti yang diperoleh dari sumber-sumber kuno, baru muncul kemudian. Penemuan lukisan dinding di kuil tersebut meningkatkan minat akan kuil itu dan penemuan tersebut bahkan dilaporkan di The New York Times dalam sebuah artikel bertanggal 10 Juni 1922. Artikel ini mencatat bahwa gaya lukisan-lukisan tersebut menandai tahap transisi antara seni rupa Helenistik dengan seni rupa Romawi Timur.[2] Kuil Bel adalah salah satu struktur pertama yang ditemukan di Dura pada tahun 1920. Kuil ini digali sepenuhnya meski tidak pernah dipublikasikan.[3] Pada masa Partia, Kuil ini kemungkinan besar didedikasikan untuk Zeus,[4] karena tiada bukti yang menunjukkan adanya pemujaan Palmira di periode Partia yaitu saat kuil ini didirikan.[5] Berdasarkan ikonografi yang belum dipublikasikan yang telah dianalisis oleh Ted Kaizer, ia berpendapat bahwa dewa yang berkuasa di bawah "Zeus" adalah Bel.[6]

Deskripsi

Kuil ini terletak di barat laut kota, berbatasan dengan tembok kota. Dinding utara dan barat kuil dibentuk oleh tembok kota. Setidaknya, terdapat tiga fase konstruksi yang dapat dibedakan. Ruang Mahakudus terletak di barat. Fase konstruksi asli terdiri dari ruangan yang luas, yang kemudian ditambahkan serambi pada fase pembangunan kedua. Di depan Ruang Mahakudus terdapat halaman, dikelilingi oleh berbagai ruangan, yang fungsinya belum jelas. Pintu masuk utama ke kuil terletak di sisi timur tempat suci, kira-kira berhadapan dengan Ruang Mahakudus.[7]

Asal-usul keagamaan

Kuil Bēl di Dura dikenal sebagai pusat kehidupan keagamaan, tempat dewa Yarhibol disembah. Asal-usul nama dewa, Bel, berasal dari pengaruh kultus Bel-Marduk di Palmira pada tahun 213 SM.[8] Bel dikenal sebagai dewa utama pada zaman pra-Helenistik, sering disembah bersama Yarhibol dan Aglibol.[9]

Relief dewa Bel. Bel (ujung kanan), Baalshamin (ujung kiri), beserta Yarhibol dan Aglibol di antara mereka. Seperti halnya Bel, Baalshamin merupakan dewa agung lainnya yang dipuja di Suriah kuno.[5]

Yarhibol

Yarhibol dikenal sebagai dewa Aram yang dipuja di Palmira. Yarhibol telah muncul dalam beberapa relief yang menggambarkannya sebagai dewa matahari, yang dikaitkan dengan triad Bel, berdiri di samping Aglibol di sebelah kanannya. Yarhibol tidak pernah muncul dalam patung atau relief tanpa pendamping dewata ini yang menciptakan trio simbolis Matahari-Bulan-Bumi.[10] Sehingga, Yarhibol dikenal sebagai dewa matahari sementara Aglibol dikenal sebagai dewa bulan. Yarhibol juga dikaitkan dengan berbagai kuil lainnya di Dura. Di Kuil Gadde, terdapat prasasti pada stela yang memberi Yarhibol gelar "dewa yang baik, Bethyl dari Musim Semi", yang menggambarkannya sebagai penjaga Musim Semi.[11] Namun, terjemahan harfiah dari nama Iarhibol mengatakan bahwa dia adalah "bulan Bel", yang menunjukkan hubungan dengan dewa bulan Kanaan Jarih.[12]

Prasasti Altar

Foto Altar untuk Yarhibol yang diambil pada tahun 1928-1929.

Altar untuk Yarhibol ditemukan di pintu masuk Kuil Bel oleh tim penggalian gabungan Yale-Prancis pada tahun 1928-1929. Prasasti pada altar ini ditulis dalam bahasa Yunani oleh seorang Komandan Romawi, Skeibonios Moukianos, yang berbunyi: "Kepada dewa Yarhibol. Skeibonios Moukianos, sang tribun, membuat ini atas perintah (dewa)." Namun, terjemahan harfiah dari bahasa Yunani menunjukkan bahwa Skeibonios adalah kesalahan ejaan untuk nama Latin Scribonius dan bahwa nama sebenarnya dari Moukianos adalah Mucianus berdasarkan bukti dari perkamen militer yang ditemukan dari penggalian.[5] Prasasti pada altar tersebut menceritakan bahwa seorang Komandan Romawi bernama Latin menulis prasasti untuk Yarhibol dalam bahasa Yunani. Scribonius Moucianus, seorang berketurunan Yunani yang memegang posisi penting dalam tentara Romawi. Prasasti ini kemungkinan berasal dari sekitar tahun 165–256 M. Namun, terjemahan lain yang ditawarkan untuk teks di altar adalah sebagai berikut: "[Untuk] dewa Yarhibol, Scribonius Moucianus, sang kiliarkos, membuat ini sesuai perintah." Dengan demikian, seseorang bernama Latin, yang memegang jabatan berbahasa Yunani di tentara Romawi, mencatat persembahannya kepada dewa Palmyra Yarhibol dalam bahasa Yunani."[13]

Lukisan

Julius Terentius Melakukan Pengorbanan
Pengorbanan Konon, lukisan dinding di Kuil Bel.

Kuil ini paling dikenal dalam kajian sejarah seni karena lukisan dindingnya. Di Dura-Europos, lukisan dinding yang relatif terawat dengan baik masih ada, banyak di antaranya berasal dari periode ketika kota itu berada di bawah kekuasaan Romawi (164-256 M). Namun, lukisan di Ruang Mahakudus, yang dikenal sebagai Pengorbanan Konon, berasal dari akhir abad pertama SM atau awal abad pertama M, ketika kota itu berada di bawah kekuasaan Partia. Pada waktu penemuannya, lukisan-lukisan itu sangat terawat dan warnanya masih sangat cerah. Lukisan-lukisan itu telah dilepas dari dinding dan kini disimpan di Museum Nasional Damaskus. Ciri khas dari gambar-gambar ini adalah fokus frontal yang tajam pada figur-figur tersebut. Warna-warnanya sangat cerah. Wajah-wajahnya dilukis dengan sangat apik oleh para seniman dan tampak seperti potret individu yang spesifik.[14] Figur-figur tersebut diidentifikasi oleh inskripsi kecil di sebelahnya. Dari prasasti ini diketahui bahwa sosok utamanya adalah Konon dan sosok-sosok pendampingnya adalah beberapa generasi keturunannya.[15]

Lukisan dinding penting lainnya adalah Pengorbanan Julius Terentius, yang awalnya berada di dinding utara, tetapi sekarang berada di Galeri Seni Rupa Universitas Yale.[16] Lukisan ini berasal dari periode pemerintahan Romawi dan menunjukkan Julius Terentius, yang merupakan seorang tribun pasukan Romawi di Dura-Europos. Julius Terentius berada di tengah. Di hadapannya, terdapat altar dan patung tiga dewa. Dewa-dewa ini awalnya diidentifikasi dengan dewa-dewa Palmyra, Yarhibol, Aglibol, dan Malakbel, yang diabadikan sebagai nama modern kuil tersebut. Penelitian yang lebih baru telah menemukan patung kaisar Romawi, yang menunjukkan bahwa ini adalah pusat pemujaan kekaisaran.[17] Di bawah patung-patung tersebut, terdapat dua sosok dewi. Ini adalah penggambaran Tikhe (keberuntungan). Prasasti tersebut menyebut mereka sebagai Tikhe dari Dura dan Tikhe dari Palmira.[18]

Referensi

  1. ^ James Henry Breasted: Oriental Forerunners of Byzantine Painting: First-Century Wall Paintings from the Fortress of Dura on the Middle Euphrates. (= University of Chicago Oriental Institute Publications. Band 1). Chicago 1924, OCLC 886650055. (online)
  2. ^ J. A. Baird: Dura Europos. Bloomsbury Academic, London 2018, ISBN 978-1-4725-3087-5, pp. 3–5.
  3. ^ James, Simon (2019). The Roman military base at Dura-Europos. Oxford University Press. hlm. 62.
  4. ^ Welles, C.B. The gods of Dura-Europos. hlm. 63.
  5. ^ a b c Dirven, Lucinda (1999). The Palmyrenes of Dura Europos. hlm. 327–8.
  6. ^ Kaizer, Ted. "Revisiting the "Temple of Bêl" at Dura Europos". Dalam Steinsapir, Ann Irvine; Heyn, Laura K. (ed.). Icon, Cult, and Context : Sacred Spaces and Objects in the Classical World. hlm. 38.
  7. ^ J. A. Baird: Dura Europos. 2018, p. 101.
  8. ^ Teixidor, Javier (1979). The Pantheon of Palmyra. Brill Archive. ISBN 9004059873.
  9. ^ Rostovtzeff, M. I. (1932). "The Caravan-Gods of Palmyra". Journal of Roman Studies. 22 (1): 107–116. doi:10.2307/297093. ISSN 0075-4358.
  10. ^ Teixidor, J. (1979). The Pantheon of Palmyra. Leiden. hlm. 118f.
  11. ^ Drijvers, HJW (1976). The Religion of Palmyra. Leiden. hlm. 13.
  12. ^ Łukasiak, E. Jarhibol's iconography,. hlm. fig. 19.
  13. ^ "Altar Dedicated to the Palmyrene God Iarhibol". Institute for the Study of the Ancient World. 23 September 2011.
  14. ^ Lucinda Dirven: The Problem of Parthian Art at Dura. In: Ted Kaizer (Hrsg.): Religion, Society and Culture at Dura-Europos. Cambridge University Press, Cambridge/ New York 2016, ISBN 978-1-107-12379-3, pp. 68–88, esp. 81-82
  15. ^ J. H. Breasted: Wall Paintings from the Fortress of Dura. 1924, pp. 85–86.
  16. ^ Barron, Caroline (12 Agustus 2018). "Fresco of Julius Terentius Performing a Sacrifice, Dura Europos". www.judaism-and-rome.org (dalam bahasa Inggris).
  17. ^ Cristina Marta Acqua: Imperial Representation at Dura-Europos. In: Ted Kaizer (ed.): Religion, Society and Culture at Dura-Europos. Cambridge University Press, Cambridge/ New York/ Melbourne/ Delhi/ Singapore 2016, ISBN 978-1-107-12379-3, pp. 144–176, hier besonders 153-154
  18. ^ J. H. Breasted: Wall Paintings from the Fortress of Dura. 1924, p. 98.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement