Kubah granit

Gunung Bulka, sebuah monolit granit di Taman Nasional Bayanaul, Kazakhstan.

Kubah granit adalah bukit berbentuk kubah yang tersusun dari granit dengan batuan gundul tersingkap di sebagian besar permukaannya. Secara umum, fitur berbentuk kubah seperti ini dikenal sebagai bornhardt. Bornhardt dapat terbentuk di semua jenis batuan plutonik, tetapi biasanya tersusun dari granit dan gneis granitik.[1] Saat pluton granitik mendingin beberapa kilometer di bawah permukaan Bumi, mineral dalam batuan mengkristal di bawah tekanan pengungkung yang seragam. Erosi membawa batuan lebih dekat ke permukaan Bumi dan tekanan dari atas batuan berkurang; sebagai hasilnya batuan itu mereka. Rekahan-rekahan ini dikenal sebagai rekahan pengelupasan, atau rekahan lembar, dan membentuk pola seperti bawang yang sejajar dengan permukaan lahan. Lembaran-lembaran batuan ini mengelupas dari permukaan yang tersingkap dan dalam kondisi tertentu mengembangkan struktur berbentuk kubah.[2] Teori tambahan mengenai asal-usul kubah granit melibatkan mundurnya gawir dan pengangkatan tektonik.

Rekahan lembar

Rekahan lembar adalah rekahan melengkung yang membatasi lempengan batuan dengan ketebalan berkisar antara 0,5 hingga 10 meter. Rekahan ini biasanya terbentuk dalam set yang sejajar dengan permukaan Bumi tetapi dapat terbentuk dalam set cembung ke atas atau cekung ke atas. Ada beberapa kemungkinan penjelasan untuk pembentukan rekahan lembar. Hipotesis yang paling populer adalah bahwa rekahan tersebut merupakan hasil dari pemuaian dan rekahan tangensial akibat pelepasan beban erosional atau pelepasan tekanan. Ada bukti yang mendukung hipotesis ini ketika melihat bentang alam granitik yang memiliki rekahan lembar. Granit terbentuk jauh di dalam kerak Bumi di bawah kondisi tekanan ambien atau litostatik yang tinggi. Agar granit tersingkap di permukaan Bumi, ketebalan batuan yang cukup besar harus tererosi. Pelepasan beban ini memungkinkan granit memuai secara radial dan rekahan lembar terbentuk secara tangensial terhadap tegangan radial. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk permukaan lahan yang sudah ada sebelumnya menentukan geometri rekahan lembar.[3]

Teori asal-usul lainnya

Salah satu hipotesis menyatakan bahwa kubah granit merupakan blok terangkat. Hal ini benar untuk beberapa kubah granit, tetapi bidang pengelupasan terkait retakan tetap menjadi pengontrol utama lereng yang curam. Teori lain mengenai bornhardt terisolasi menyebutkan bahwa mereka tersisa setelah kemunduran lereng dalam jarak jauh. Pelapukan terkait kelembapan adalah penyebab kemunduran lereng. Pada kasus granit di lanskap kering, granit yang berada lebih tinggi pada lereng tetap stabil dan berfungsi sebagai batu pelindung (caprock). Granit di bawahnya lebih mudah lapuk dan tererosi karena telah terekspos pada kelembapan dan mengalami pelapukan. Proses ini pada akhirnya menyebabkan lereng semakin curam, runtuhnya bagian lereng yang lebih tinggi, serta terpeliharanya lereng terjal dengan kemiringan dan morfologi yang relatif konstan selama proses kemunduran ke belakang (backwearing).[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Twidale, C. R. (02-12-2012). Granite Landforms (dalam bahasa Inggris). Elsevier. ISBN 9780444597649.
  2. ^ Bierman, Paul R. (2014). Key Concepts in Geomorphology. New York, NY: W.H. Freeman and Company Publishers. hlm. 81–82. ISBN 978-1-4292-3860-1.
  3. ^ Vidal Romanı́, J. R; Twidale, C. R (01-12-1999). "Sheet fractures, other stress forms and some engineering implications". Geomorphology. 31 (1–4): 13–27. Bibcode:1999Geomo..31...13V. doi:10.1016/S0169-555X(99)00070-7.
  4. ^ Twidale, C.R. "Bornhardts and Associated Fracture Patterns" (PDF).

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement