Korri Elvanita El Khobar

Korri Elvanita El Khobar
KewarganegaraanIndonesia
PekerjaanIlmuwan, Akademisi
LinkedIn: korri-el-khobar-60389878 Modifica els identificadors a Wikidata

Korri Elvanita El Khobar adalah seorang ilmuwan dan peneliti asal Indonesia yang bekerja di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Ia dikenal atas penelitiannya dalam bidang biologi molekuler, khususnya dalam deteksi dini kanker hati pada penderita hepatitis kronis. Temuannya tentang penggunaan Polo Like Kinase 1 (PLK1) sebagai biomarker untuk mendeteksi karsinoma hepatoseluler (HCC) memberikan harapan baru dalam upaya pencegahan dan pengobatan kanker hati.[1]

Pendidikan

Korri Elvanita El Khobar menempuh pendidikan sarjana di Universitas Indonesia, di mana ia memperoleh gelar Bachelor of Science (BS) dalam Biologi dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Ketertarikannya pada bidang penelitian biologi molekuler membawanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Ia kemudian meraih gelar Master of Philosophy (MPhil) dalam Biologi Molekuler dari University of Melbourne, Australia. Selama program magisternya, ia mendalami riset terkait genetika dan molekuler yang menjadi dasar bagi penelitian-penelitiannya di kemudian hari. Korri melanjutkan studinya hingga meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam Biologi Molekuler dari University of Sydney, Australia. Penelitiannya berfokus pada identifikasi status metilasi gen PLK1 sebagai alat deteksi dini kanker hati, yang menjadi salah satu temuan penting dalam dunia medis. [2] Sepulangnya ke Indonesia, Korri langsung mengembangkan penemuannya.[3]

Karier dan Penemuan

Korri Elvanita El Khobar bergabung dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman sebagai Research Fellow sejak tahun 2006. Selama lebih dari satu dekade, ia aktif melakukan penelitian di bidang biologi molekuler, dengan fokus utama pada penyakit infeksi dan kanker yang terkait dengan virus hepatitis. Penelitiannya tentang PLK1 sebagai biomarker kanker hati menjadi terobosan penting dalam dunia medis. Gen PLK1 yang ada dalam tubuh manusia mengalami perubahan saat terinfeksi virus hepatitis B atau C. Dengan mendeteksi perubahan ini, dokter dapat melakukan diagnosis lebih dini terhadap pasien yang berisiko terkena kanker hati. [4]

Dalam penelitiannya, Korri menemukan bahwa metilasi PLK1 lebih stabil dalam darah dibandingkan dengan metode deteksi konvensional, seperti biopsi hati. Metode ini menawarkan alternatif yang lebih nyaman dan minim invasif bagi pasien yang ingin mendeteksi risiko kanker hati sejak dini. Selain berkontribusi dalam penelitian kanker hati, Korri juga aktif dalam penelitian tentang patogenesis hepatitis di Indonesia. Dengan lebih dari 30 juta penduduk Indonesia yang terinfeksi hepatitis B dan C, temuannya memiliki dampak besar dalam upaya pencegahan kanker hati di Indonesia dan dunia. [5][6]

Penghargaan dan Pengakuan

Sebagai seorang ilmuwan, Korri Elvanita El Khobar telah mendapatkan berbagai penghargaan atas kontribusinya dalam dunia penelitian. Salah satu penghargaan prestisius yang ia terima adalah L'Oral UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards (2018), Westmead Research Foundation Top-Up Grant (2015), dan University of Sydney Postgraduate Research Support Scheme (2016). Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan terhadap kontribusi Korri dalam dunia sains, khususnya dalam penelitian kanker hati dan hepatitis di Indonesia. [7]

Referensi

  1. ^ Iswara, Aditya Jaya (9 November 2018). "Mengenal Empat Ilmuwan Perempuan Kebanggaan Indonesia". goodnewsfromindonesia.id. Diakses tanggal 2025-03-18.
  2. ^ "Education of Korri El Khobar". linkedin.com.
  3. ^ "Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati". tempo.co. Diakses tanggal 2025-03-18.
  4. ^ Widiarini, Anisa (15 November 2018). "Peneliti Wanita asal Indonesia Temukan Pendeteksi Kanker Hati". viva.co.id. Diakses tanggal 2025-03-18.
  5. ^ LIPSUS, TIM (2019-05-26). "Korri Elvanita El Khobar, Penemu Deteksi Dini Kanker Hati Melalui Metode Gen: Gen Pembawa Harapan". datatempo.co. Diakses tanggal 2025-03-18.
  6. ^ "Peneliti Indonesia temukan bakal pengobatan kanker hati". bskdn.kemendagri.go.id. 2018-07-27. Diakses tanggal 2025-03-18.
  7. ^ BuddyKu (9 Maret 2023). "Deretan Ilmuwan Perempuan Indonesia". rctiplus.com. Diakses tanggal 2025-03-18.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement