Korechika Anami
| Korechika Anami | |
|---|---|
Jenderal Jepang Anami Korechika | |
| Nama asli | 阿南 惟幾 |
| Lahir | 21 Februari 1887 Taketa, Ōita, Jepang |
| Meninggal | 15 Agustus 1945 (umur 58) Tokyo, Jepang |
| Pengabdian | |
| Dinas/cabang | |
| Lama dinas | 1906–1945 |
| Pangkat | Jenderal |
| Komandan | Divisi ke-109, Tentara ke-11, Tentara Wilayah Kedua |
| Perang/pertempuran | Perang China-Jepang Kedua, Perang Pasifik |
| Pekerjaan lain | Menteri Perang |
Korechika Anami (阿南 惟幾, Anami Korechika, 21 Februari 1887 – 15 Agustus 1945) adalah seorang jenderal dalam Tentara Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II, dan merupakan Menteri Perang saat Jepang menyerah.
Anami lahir di kota Taketa di Prefektur Ōita.
Referensi
Buku
- Brooks, Lester (1968). Behind Japan's Surrender: The Secret Struggle That Ended an Empire. McGraw-Hill. ASIN: B000GRIF3G.
- Butow, Robert (1978). Japan's Decision to Surrender. Stanford University Press. ASIN: B000W0G7CS.
- Toland, John (2003). The Rising Sun: The Decline and Fall of the Japanese Empire, 1936-1945. Modern Library. ISBN 0-8129-6858-1.
- Pacific War Research Society (2002). Japan's Longest Day. Kodansha International. ISBN 4-7700-2887-3.
- Kurzman, Dan (1986). Day of the Bomb. McGraw-Hill. ASIN: B000J0IOEA.
- Frank, Richard (1999). Downfall: The End of the Imperial Japanese Empire. Penguin Books. ISBN 0-14-100146-1.
Pranala luar
- Ammentorp, Steep. "Anami, Korechika". The Generals of World War II.
- Annotated bibliography for Korechika Anami from the Alsos Digital Library for Nuclear Issues Diarsipkan 2006-08-28 di Wayback Machine.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Hajime Sugiyama |
Menteri Tentara April 1945–Agustus 1945 |
Diteruskan oleh: Higashikuni Naruhiko |
| Jabatan militer | ||
| Didahului oleh: Waichiro Sonobe |
Komandan Tentara IJA ke-11 April 1941–Juli 1942 |
Diteruskan oleh: Osamu Tsukada |
| Didahului oleh: tidak ada |
Komandan Tentarn IJA Wilayah ke-2 July 1942–Desember 1944 |
Diteruskan oleh: Jo Iimura |
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


