Komunitas tertutup

Komunitas tertutup secara sengaja membatasi hubungan dengan orang luar dan komunitas di luar komunitas tersebut. Komunitas tertutup dapat bersifat keagamaan, etnis, atau politik. Tata kelola masyarakat tertutup bervariasi. Biasanya, anggota komunitas tertutup dilahirkan ke dalam komunitas tersebut atau diterima ke dalamnya. Kebalikan dari komunitas tertutup adalah komunitas terbuka, yang memelihara hubungan sosial dengan komunitas eksternal.[1][2]

Pengembangan

Gambar dari tahun 1590 tentang desa suku Indian yang dibentengi, cara konstruksi bangunan dan pagar pembatasnya

Frederic Clements adalah seorang pakar ekologi dan pelopor asal Amerika Serikat yang mempelajari pembentukan dan perkembangan vegetasi. Beliau menciptakan gagasan bahwa tumbuhan seharusnya lahir, tumbuh/dewasa, dan membusuk. Siklus hidup mereka mirip dengan siklus hidup manusia. Clements juga menguji teori yang dikenal sebagai "komunitas klimaks"; beliau menggunakan area vegetasi sebagai perbandingan dengan komunitas sebenarnya. Komunitas (fauna atau manusia) selalu konstan dan berkembang, bahkan jika terjadi peristiwa bencana, individu atau kelompok kecil dapat bertahan hidup dan tumbuh kembali atau membangun kembali di area yang sama tempat mereka berasal atau pindah ke tempat lain dan berhasil. Konsep banyak tumbuhan dan hewan yang hidup berdampingan, memiliki ekosistem dan membangun ke atas adalah teori yang beliau tuju (contoh: hutan hujan). Teori umum ini kemudian gagal karena fakta bahwa hanya ada sedikit atau sangat dasar informasi yang dapat dibandingkan tentang logika suatu makhluk, konsep tersebut lebih menguntungkan organisme yang lebih kecil. Selain itu, teori tersebut menjadi ketinggalan zaman dan kemudian digantikan oleh fakta sosiologis atau teori sains baru.[3][4]


Kelebihan

  • Keamanan tinggal di area yang diawasi
  • Lebih mudah menemukan kesamaan minat, pengembangan ide dengan seseorang di komunitas Anda
  • Mampu menyelesaikan pekerjaan secara lebih efisien, alami, dan orisinal karena tidak adanya gangguan dari luar[5]

Kekurangan

  • Keterbatasan dan "pemutusan" keragaman yang menyebabkan kesulitan dalam menerima atau menggabungkan konsep-konsep dari luar
  • Keberadaan orang yang sama secara terus-menerus di area tertutup dalam komunitas besar yang berpenduduk 50 orang atau lebih dapat menyebabkan seorang penghuni merasa kewalahan dan ingin melarikan diri
  • Rasa takut dikalahkan atau diintimidasi/dipersaingkan
  • Mereka bisa menutup diri dari kemajuan sehingga kesulitan untuk berintegrasi kembali ke masyarakat [6]

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 1957 di Southwestern Journal of Anthropology, arkeolog Eric R. Wolf berpendapat bahwa pengorganisasian petani subsisten menjadi "komunitas tertutup dan korporat" merupakan ciri yang berulang "di dua wilayah dunia, yang terpisah jauh oleh sejarah masa lalu dan ruang geografis: Mesoamerika dan Jawa Tengah."[7]

Perawatan kesehatan di komunitas tertutup

Penyakit menular menghadirkan tantangan khusus bagi komunitas tertutup; tindakan eksternal (dari pemerintah atau tenaga medis dari luar) dapat membantu menghentikan penyebaran penyakit tersebut.[8][9][10][11]

Komunitas keagamaan dan budaya

Biarawati pada abad ke-16

Beberapa komunitas agama atau etnoreligius dapat dianggap tertutup. Misalnya:

  • Kaum Amish dianggap sebagai komunitas tertutup karena mereka sengaja memisahkan diri dari dunia modern.[12][13]
  • Sejak abad ke-11, komunitas Druze telah menjadi komunitas tertutup.[14][15]

Negara tertutup

Contoh negara tertutup

  • Jepang (dahulu) – di bawah kebijakan Sakoku pada zaman Edo, Jepang mengisolasi diri dari pengaruh Barat, mengendalikan kontak.[16]
  • Korea Utara – lihat pula pengungsi Korea Utara.[17] Sering dianggap sebagai negara paling tertutup di dunia.[18]
  • Uni Soviet – Diplomat Soviet Anatoly Dobrynin menulis dalam memoarnya: “Dalam masyarakat tertutup Uni Soviet, Kremlin takut akan emigrasi secara umum (tanpa memandang kebangsaan atau agama)” karena khawatir akan menimbulkan ketidakstabilan dalam negeri.[19]
  • Burma (Myanmar) – dulunya merupakan masyarakat tertutup dan paria internasional,[21][22][23] Burma mengalami reformasi politik yang dimulai pada tahun 2011 yang menjadikan masyarakatnya lebih terbuka.[24][25]
  • EritreaHuman Rights Watch menggambarkan Eritrea sebagai salah satu negara paling tertutup di dunia.[26] Eritrea memiliki perbatasan yang tertutup, termiliterisasi, dan sangat diperkuat dengan Ethiopia, saingan regionalnya yang memiliki ketegangan tinggi. [27][28]

Bacaan lebih lanjut

Lihat pula

Rujukan

  1. ^ http://www.aaai.org/ocs/index.php/ICWSM/09/paper/viewFile/228/571[pranala nonaktif]
  2. ^ Wuthnow, Robert (2013-01-01). Small-Town America: Finding Community, Shaping the Future. Princeton University Press. ISBN 9780691157207. JSTOR j.ctt2854w2.
  3. ^ http://www.esf.edu/efb/schulz/seminars/mcintosh.pdf[pranala nonaktif] Artikel dengan URL mentah untuk kutipan March 2022[URL PDF mentah]
  4. ^ "Frederic E. Clements". www.history.ucsb.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-01. Diakses tanggal 2016-10-25.
  5. ^ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-03-29. Diakses tanggal 2016-11-01. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
  6. ^ "Should your online community be open or closed? | Online Community Results". Diakses tanggal 2016-10-19.
  7. ^ Wolf, Eric R. (Spring 1957). "Closed Corporate Peasant Communities in Mesoamerica and Central Java". Southwestern Journal of Anthropology. 13 (1): 1–18. doi:10.1086/soutjanth.13.1.3629154. ISSN 0038-4801. S2CID 155787850.
  8. ^ Kuzushima, Kiyotaka; Kudo, Toyoichiro; Kimura, Hiroshi; Kido, Shinji; Hanada, Naoki; Shibata, Motohiro; Nishikawa, Kazuo; Morishima, Tsuneo (1992-03-01). "Prophylactic Oral Acyclovir in Outbreaks of Primary Herpes Simplex Virus Type 1 Infection in a Closed Community". Pediatrics (dalam bahasa Inggris). 89 (3): 379–383. doi:10.1542/peds.89.3.379. ISSN 0031-4005. PMID 1311067. S2CID 24843323.
  9. ^ Dagan, Ron; Gradstein, Serge; Belmaker, Ilana; Porat, Nurith; Siton, Yaffa; Weber, Gabriel; Janco, Jacob; Yagupsky, Pablo (2000-02-01). "An Outbreak of Streptococcus pneumoniae Serotype 1 in a Closed Community in Southern Israel". Clinical Infectious Diseases (dalam bahasa Inggris). 30 (2): 319–321. doi:10.1086/313645. ISSN 1058-4838. PMID 10671335.
  10. ^ Gardner, P. S.; Cooper, Christine E. (1964-06-01). "The feeding of oral poliovirus vaccine to a closed community excreting faecal viruses". The Journal of Hygiene. 62 (2): 171–178. doi:10.1017/s0022172400039905. ISSN 0022-1724. PMC 2134602. PMID 14171269.
  11. ^ Yagupsky, Pablo; Ben-Ami, Yael; Trefler, Ronit; Porat, Nurith (2016-02-01). "Outbreaks of Invasive Kingella kingae Infections in Closed Communities". The Journal of Pediatrics. 169: 135–139.e1. doi:10.1016/j.jpeds.2015.10.025. ISSN 1097-6833. PMID 26545728.
  12. ^ Charles E. Hurst & David L. McConnell, An Amish Paradox: Diversity and Change in the World's Largest Amish Community (Johns Hopkins University Press, 2010), hal. 253: "The Amish encourage a tight, closed community in which they are expected to marry other Amish, but doing so amplifies the potential for certain chronic inherited health problems, which in turn lead to great medical expenses and heavier economic burdens on the Amish community."
  13. ^ Linda Dayer-Berenson, Cultural Competencies for Nurses: Impact on Health and Illness (Jones & Bartlett, 2007), hal. 297: "The social organization of the Amish is guided by a desire to avoid assimilation and acculturation into dominant American culture ... a closed community like the Amish").
  14. ^ Jerome Murphy-O'Connor, The Holy Land: An Oxford Archaeological Guide from Earliest Times to 1700, 5th ed. (Oxford University Press, 2008), hal. 272.
  15. ^ Farhad Daftary, The Isma'ilis: Their History and Doctrines, 2d ed. (Cambridge University Press, 2007), hal. 189: "Henceforth, the Druzes became a closed community, permitting neither conversion nor apostasy."
  16. ^ "The Seclusion of Japan". users.wfu.edu. Diakses tanggal 2016-11-29.
  17. ^ "Exposing North Korea - Photo Essays". Time. Diakses tanggal 2016-11-29.
  18. ^ "North Korea exposed: Censorship in the world's most secretive state". Canadian Journalists for Free Expression. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-03-17. Diakses tanggal 2016-11-29.
  19. ^ Robert G. Kaufman, Henry M. Jackson: A Life in Politics (University of Washington Press, 2000, p. 282.
  20. ^ Yegorov, Oleg (May 2, 2016). "A sheltered existence: Life in Russia's closed cities". Russia Beyond The Headlines.
  21. ^ Robert I. Rotberg, ed. (1998). Burma: Prospects for a Democratic Future. Brookings Institution Press. hlm. 97. ISBN 0-8157-9169-0.
  22. ^ "Tiniest of Openings in a Closed Society". Washington Post. May 18, 2002.
  23. ^ Shanthi Kalathil & Taylor C. Boas, Open Networks, Closed Regimes: The Impact of the Internet on Authoritarian Rule (Carnegie Endowment for International Peace, 2003), hal. 91.
  24. ^ Inside Myanmar's transition from isolation to openness, PBS NewsHour (14 April 2014).
  25. ^ Timeline: Reforms in Myanmar (8 July 2015).
  26. ^ World Report 2014: Eritrea, Human Rights Watch.
  27. ^ Eritrea country profile, BBC News (30 Oktober 2017).
  28. ^ Darko Janjevic, Eritrea accuses Ethiopia of border attack, AFP, Reuters, Associated Press (13 Juni 2016).

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement