Komunikasi eliminasi
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025) |
Komunikasi eliminasi (KE) adalah praktik di mana pengasuh menggunakan waktu, sinyal, isyarat, dan intuisi untuk mengatasi kebutuhan bayi untuk membuang kotoran. Pengasuh mencoba mengenali dan menanggapi kebutuhan tubuh bayi dan memungkinkan mereka buang air kecil dan besar di tempat yang tepat (misalnya toilet). Pengasuh dapat menggunakan popok sebagai cadangan apabila terjadi "kelalaian" beberapa kali atau sepanjang waktu, atau tidak sama sekali. EC menekankan komunikasi antara pengasuh dan anak, membantu keduanya menjadi lebih selaras dengan ritme bawaan anak dan mengendalikan buang air kecil dan besar. Istilah “komunikasi eliminasi” terinspirasi oleh praktik tradisional perawatan bayi tanpa popok di negara-negara yang kurang terindustrialisasi dan budaya pemburu-pengumpul.[1][2] Beberapa praktisi EC memulai segera setelah lahir, dengan rentang waktu optimal adalah nol hingga empat bulan dalam hal membantu bayi menyesuaikan diri dengan kebutuhan eliminasinya, meskipun dapat dimulai pada bayi dari segala usia. Praktik ini dapat dilakukan penuh waktu, paruh waktu, atau hanya sesekali.
Di Inggris, pelatihan pispot yang dipimpin bayi adalah sistem yang serupa untuk memenuhi kebutuhan toilet bayi. Ciri utama sistem ini adalah bahwa pengasuh 'menggendong bayi' atau menopang mereka di pispot agar mereka dapat buang air di tempat yang tepat di luar popoknya. Metode ini biasanya dimulai sebelum bayi berusia enam bulan. Pengasuh menggunakan kombinasi pengaturan waktu, dan mengamati sinyal bayi sendiri, untuk memutuskan kapan harus menggendongnya. Beberapa orang tua menggunakan teknik ini hanya sesekali, yang lain sebagai alternatif popok sepanjang hari, dan beberapa sebagai cara untuk mencapai kemandirian menggunakan toilet.[3][4]
Referensi
- ^ deVries MW and deVries MR. 1977. Cultural relativity of toilet training readiness: A perspective from East Africa. Pediatrics, 60: 170-177.
- ^ 'Vietnamese mothers' experiences with potty training procedure for children from birth to 2 years of age' Journal of Pediatric Urology Volume 9, Issue 6, Part A, Pages 808-814, December 2013
- ^ "Nappy Free Baby". Nappy Free Baby. Diarsipkan dari asli tanggal December 23, 2009. Diakses tanggal 2014-02-20.
- ^ "Baby-led Potty Training (0-18 months): Everything you need to know!". Bornready.co.uk. Diakses tanggal 2014-02-20.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


