Kompleks Makam Pangeran Antasari
| Komplek Makam Pangeran Antasari | |
|---|---|
Makam Pahlawan Nasional Pangeran Antasari | |
![]() | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | |
| Alamat | Jalan Mesjid Jami, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara, Banjarmasin |
Komplek Makam Pangeran Antasari adalah sebuah kompleks pemakaman yang terletak di Jalan Malkon Temon, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia, tidak jauh dari Masjid Jami Banjarmasin.
Sejarah
Awalnya, Pangeran Antasari dimakamkan di Dusun Bayan Begok, Desa Sampirang, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah pada tanggal 11 Oktober 1862. Pada waktu dimakamkan di daerah tersebut, makamnya dijaga oleh Raden Joyo dan Raden Panji serta keturunannya.[1]
Pada 11 Nove,mber 1958, kerangka Pangeran Antasari beserta istrinya dipindahkan ke lokasi ini atas keinginan masyarakat Banjar serta persetujuan keluarga. Saat dilakukan pengangkatan jenazah, tubuh Pangeran Antasari yang masih utuh adalah tulang tengkorak, tempurung lutut, dan beberapa helai rambut. Upacara pemindahan makam dan pemakamannya dihadari oleh Gubernur Kalimantan Selatan Syarkawi, Pangdam X Lambung Mangkurat Kolonel Kusno Utomo, Walikota Banjarmasin Aidan Sinaga, Dandim 1007 Kapten M. Hammy AM serta ratusan undangan lainnya.[1]
Tokoh-tokoh yang dimakamkan
- Pangeran Antasari, Pahlawan nasional Indonesia
- Ratu Antasari, isteri Pangeran Antasari.[2]
- Panglima Batur, panglima perang Banjar, pengikut setia Sultan Muhammad Seman dari kalangan suku Bakumpai. Saat meninggal akibat hukuman gantung oleh pihak Belanda, dia dimakamkan di daerah belakang Masjid Jami Banjarmasin pada tanggal 15 September 1905. Pada 21 April 1958, jenazahnya dipindahkan ke lokasi yang sekarang ini.[2]
- Ratu Zaleha, pejuang perang Banjar yang merupakan cucu dari Pangeran Antasari.[2]
- Hasanuddin H.M. (Hasanuddin bin Haji Madjedi), pahlawan ampera (amanat penderitaan rakyat) daerah, mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin yang wafat tahun 1966.[2]
Galeri
Referensi
- ^ a b Helmi, Muhammad. "Pangeran Antasari Ternyata Dua Kali Dikuburkan - Radar Banjarmasin". Pangeran Antasari Ternyata Dua Kali Dikuburkan - Radar Banjarmasin. Diakses tanggal 2025-09-28.
- ^ a b c d Klikkalsel.com (2022-05-13). "Cerita Pemindahan Makam Pangeran Antasari yang Konon Ditunggu Penghuni Gaib - Laman 3 dari 3". Klikkalsel.com. Diakses tanggal 2025-09-28.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



