Koeksistensi manusia–dinosaurus

Koeksistensi historis dan terkini dari manusia dan dinosaurus terbang (burung) terjalin baik dan terdokumentasi. Namun, koeksistensi manusia dan dinosaurus non-terbang hanya ada sebagai motif terkini dalam fiksi spekulatif, yang menyatakan fakta bahwa manusia dan dinosaurus non-terbang tak pernah hidup berdampingan pada saat manapun dalam sejarah Bumi.[1]
Pernyataan bahwa dinosaurus non-terbang dan manusia benar-benar hidup berdampingan pada suatu waktu di masa lalu atau masih hidup berdampingan pada masa kini berakar dalam ilmu semu dan sejarah semu, dan merupakan hal umum di kalangan kreasionis Bumi Muda, kriptozoologis, dan beberapa kelompok lainnya. Keyakinan tersebut seringkali berseberangan dengan pemahaman ilmiah dari catatan fosil dan peristiwa geologi yang diketahui. Bukti yang menunjukkan gagasan bahwa dinosaurus non-terbang masih ada pada masa modern seringkali merupakan sebuah kebohongan.[2] Beberapa pencetus berupaya untuk mengidentifikasi penggembaran dinosaurus di antara karya seni kuno atau penggambaran kriptid, meskipun identifikasi semacam itu seringkali berdasarkan pada gagasan ketinggalan jaman atau keliru tentang biologi dan penampilan hidup dinosaurus[3][4] dan seringkali menghiraukan konteks budaya/artistik.[2]
Para ilmuwan menganggap gagasan bahwa dinosaurus non-terbang masih hidup sampai saat ini bersifat tak mendasar, dengan kasus yang diketahui dari "fosil hidup" (seperti coelacanth) jauh dari analogi vertebrata darat bertubuh besar.
Karya seni dan artefak historis
Kesalahan penafsiran

Dalam beberapa kasus, karya seni historis ditafsirkan menggambarkan dinosaurus non-burung. Meskipun ada karya seni dalam suatu kasus memiliki kemiripan tajam dengan beberapa spesies dinosaurus, pengidentifikasian mereka semacam itu seringkali melibatkan penghirauan konteks karya seni itu sendiri dan biologi dinosaurus.[2] Beberapa contoh seni historis, terutama dari Romawi kuno dan Mesir kuno, yang ditafsirkan sebagai dinosaurus oleh para ilmuwan semu biasanya dipandang sebagai penggambaran buaya.[2]
Kebohongan
Artefak
Kebanyakan kebohongan dimajukan sebagai penggambaran historis dinosaurus dan dipakai sebagai bukti gagasan bahwa dinosaurus non-terbang hidup berdampingan dengan manusia. "Artefak" terkenal semacam itu meliputi Berhala Batu Granby (sebuah kebohongan yang diketahui menggambarkan sauropoda bersama dengan simbol-simbol Tionghoa keliru), figur Acámbaro (sejumlah besar ukiran mirip dinosaurus yang kini diketahui dibuat tak lama sebelum penemuannya), batu Ica (batu dengan dinosaurus yang diukir, dinyatakan sebagai kebohongan oleh pencipta mereka), dan artefak Tucson (yang meliputi pedang yang digambar dengan dinosaurus, dinyatakan sebagai kebohongan sepanjang berdasawarsa-dasawarsa).[2]
Bahkan meskipun secara sekilas seluruh benda semacam itu nampak sebagai kebohongan, kebanyakan masih secara keliru dipakai sebagai "bukti".[2] Sejumlah besar kebohongan yang menggambarkan dinosaurus menampilkan pemahaman ketinggalan jaman dari hewan-hewan tersebut. Salah satu dinosaurus pada batu Ica menampilkan Tyrannosaurus rex. Penggambaran tersebut sejalan dengan cara T. rex digambarkan pada 1960an (saat bebatuan tersebut "ditemukan") namun tak menunjukkan pemahaman ilmiah terkini.[3]
Kriptozoologi

Kebanyakan kriptid dianggap oleh kriptozoologis adalah perwakilan atau keturunan hidup dari berbagai hewan yang dianggap punah, termasuk dinosaurus non-terbang. Skenario yang dicetuskan soal bagaimana organisme semacam itu bertahan hidup seringkali terlalu cacat, berseberangan dengan data yang ada pada peristiwa geologi yang diketahui dan catatan fosil. Identifikasi mendadak juga seringkali hanya berdasarkan pada rekonstruksi organisme yang punah, akibatnya membatasi mereka pada spesies yang seringkali muncul dalam sastra populer serta pandangan terhadap mereka kini dianggap ketinggalan jaman.[4]
Referensi
- ^ "Did Humans and Dinosaurs Ever Live Together?". Discover Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-03-29.
- ^ a b c d e f Senter, Philip J. (2019). Fire-Breathing Dinosaurs? The Hilarious History of Creationist Pseudoscience at Its Silliest (dalam bahasa Inggris). Cambridge Scholars Publishing. hlm. 72–73, 77–78. ISBN 978-1-5275-3138-3.
- ^ a b Randle, Kevin D. (2013). Alien Mysteries, Conspiracies and Cover-Ups (dalam bahasa Inggris). Visible Ink Press. hlm. 32. ISBN 978-1-57859-466-5.
- ^ a b Naish, Darren (2001). "Sea serpents, seals and coelacanths: an attempt at a holistic approach to the identity of large aquatic cryptids". Fortean Studies. 7: 75–94.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


