Klaim luar biasa memerlukan bukti luar biasa

Carl Sagan pada tahun 1987

"Klaim luar biasa memerlukan bukti yang luar biasa" atau kaidah Sagan adalah sebuah aforisme yang merujuk pada pepatah bahwa "klaim luar biasa memerlukan bukti luar biasa", "extraordinary claims require extraordinary evidence" (ECREE).[1] Julukan pepatah ini diambil dari nama astronom Carl Sagan, yang memperkenalkan frasa ini di program televisinya, Cosmos. Kaidah tersebut menggambarkan prinsip inti dari metode ilmiah dan skeptisisme, serta dapat digunakan untuk menilai keabsahan suatu klaim.

Konsep ini memiliki kemiripan dengan Pisau Occam karena kedua heuristik tersebut lebih menyukai penjelasan yang sederhana atas sebuah fenomena alih-alih penjelasan rumit. Dalam penerapannya, terdapat ambiguitas terkait kapan sebuah bukti dianggap cukup "luar biasa". Prinsip ini sering dipakai untuk menantang data dan temuan ilmiah, atau mengkritik klaim pseudosains. Beberapa kritikus berpendapat bahwa standar ini dapat menekan inovasi dan memperkuat bias konfirmasi.

Filsuf David Hume menggambarkan prinsip ini dalam esainya tahun 1748 "Of Miracles". Pernyataan serupa juga dibuat oleh tokoh-tokoh seperti Thomas Jefferson pada 1808, Pierre-Simon Laplace pada 1814, dan Théodore Flournoy pada 1899. Formulasi "Klaim luar biasa memerlukan bukti luar biasa" juga pernah digunakan setahun sebelum Sagan oleh skeptik ilmiah Marcello Truzzi.

Referensi

  1. ^ Kaufman, Marc (2012). First Contact: Scientific Breakthroughs in the Hunt for Life Beyond Earth (Edisi Reprint). Simon and Schuster. hlm. 124. ISBN 978-1439109014.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement