Kesiapan elektronik

Kesiapan elektronik (Bahasa Inggris: E-readiness) adalah konsep yang merujuk pada tingkat kesiapan suatu negara dalam berpartisipasi dalam lingkungan digital dan elektronik. Kesiapan ini mencerminkan kemampuan struktural dan institusional negara dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif.[1] Tingkat e-readiness umumnya diukur berdasarkan ketersediaan infrastruktur teknologi informasi komunikasi (TIK), serta kemampuan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam memanfaatkan TIK untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.[2]

Langkah langkah

Pendekatan untuk mengevaluasi Kesiapan elektronik (e-readiness) bervariasi antarnegara dan bergantung pada tingkat analisis yang digunakan, baik pada level mikro, meso, maupun makro. Evaluasi ini tidak hanya bertujuan menilai kesiapan digital suatu negara secara umum, tetapi juga mencakup kondisi dan karakteristik lingkungan atau sektor tertentu.

Secara umum, faktor-faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat e-readiness suatu negara meliputi ketersediaan dan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tingkat kesiapan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi nonpemerintah dalam memanfaatkan TIK untuk pembangunan berkelanjutan, serta posisi negara tersebut dalam peringkat ekonomi digital.[3]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ "What is E-Readiness | IGI Global". www.igi-global.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-24.
  2. ^ "e-readiness | Association for Progressive Communications". www.apc.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-24.
  3. ^ "Wayback Machine" (PDF). www.cob.calpoly.edu. Diakses tanggal 2026-01-24.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement