Kertas Samarkand
Samarqand qog‘ozi | |
| Jenis | |
|---|---|
| Material | Kulit kayu murbei |
| Tempat asal | Samarkand, Uzbekistan |
| Diperkenalkan | abad ke-4—8 M |
| Pabrikan | Suku Uzbek |
Kertas Samarkand (Uzbek: Samarqand qog‘ozi), juga dikenal dengan nama kertas sutra,[1][2] adalah sejenis kertas murbei buatan tangan dari Samarkand, Uzbekistan. Kertas digunakan secara luas selama Zaman Kejayaan Islam, dan dianggap sebagai suatu barang mewah.[3]
Sejarah
Kertas diperkenalkan ke wilayah ini melalui Jalur Sutra. Surat-surat kertas berbahasa Sogdiana kepada para saudagar Samarkand diperkirakan berasal dari tahun 313 M.[4] Kertas Xuan Tiongkok merupakan salah satu barang dagangan yang ada di Samarkand pada awal abad ke-8.[5]
Industri kertas Samarkand dimulai sekitar abad ke-8, bersamaan dengan pabrik kertas di Baghdad.[6] Kertas Samarkand menggantikan papirus dan menjadi pilihan utama daripada perkamen untuk Al-Quran dan miniatur, karena lebih mudah disimpan dan lebih ringan. Terdapat dua jenis kertas Samarkand; kertas rag, yang lebih disukai untuk naskah-naskah keagamaan; dan kertas murbei, untuk penggunaan umum.[5] Salah satu ciri khas kertas Samarkand adalah proses pengupaman, dengan sebuah batu atau cangkang menghaluskan permukaannya.[7][8]
Produksi kertas Samarkand menurun setelah penaklukan Asia Tengah oleh Rusia pada abad ke-19. Industri kertas ini masih merupakan suatu ceruk pasar hingga saat ini, yang terlibat dalam pariwisata.[7]
Kertas Kashmir
Pada abad ke-15, Zayn al-Abidin Agung dari Kesultanan Kashmir menghibahkan jagir kepada para pembuat kertas Samarkandi untuk memulai industri pembuatan kertas. Kertas dari Kashmir kemudian dikenal dengan nama koshur kagaz, atau kertas Kashmir.[9]
Berasal dari Pertempuran Talas
Salah satu teori populer untuk pengenalan kertas ke Samarkand adalah penangkapan para pembuat kertas Tiongkok dari Dinasti Tang oleh Abbasiyah dalam Pertempuran Talas, 751 CE.[10] Teori asal-usul ini kemungkinan besar tidak dapat dibuktikan kebenarannya, mengingat banyaknya temuan arkeologi berupa kertas di wilayah tersebut yang berasal dari sebelum pertempuran.[5][11]
Produksi


Kertas Samarkand modern dibuat menggunakan kulit bagian dalam ranting mulberi muda. Ranting-ranting tersebut direbus agar kulitnya dapat dibuang dan serat babakan bagian dalam dipisahkan. Kulit kayu kemudian dipukul menjadi bubur kertas, diayak, diupam, dan dikeringkan. Hasil akhirnya berupa kertas yang halus dan berwarna putih pucat.[2][7]
Lihat pula
Referensi
- ^ Samarkand's silk road treasures, France: Euronews, 2015-10-19
- ^ a b Production of unique silk paper revived in Uzbekistan, yuz.uz, 2022-01-06
- ^ Starr S. F. The Lost Enlightenment: The Golden Age of Central Asia from the Arab Conquest to the Era of Tamerlane. — M.: Alpina Publishing House, 2017. — 560 p.
- ^ Bloom, Jonathan M. (December 2005), "Silk Road or Paper Road?" (PDF), The Silk Road, vol. 3, no. 2, American University, hlm. 21–26, diakses tanggal 2025-09-03
- ^ a b c Grotenhuis, Elizabeth Ten. “Stories of Silk and Paper.” World Literature Today, vol. 80, no. 4, 2006, pp. 10–12. JSTOR, https://doi.org/10.2307/40159125. Accessed 3 Sept. 2025.
- ^ Burns, Robert I. (1996), "Paper comes to the West, 800−1400", in Lindgren, Uta (ed.), Europäische Technik im Mittelalter. 800 bis 1400. Tradition und Innovation (4th ed.), Berlin: Gebr. Mann Verlag, pp. 413–422, ISBN 3-7861-1748-9
- ^ a b c Nabiyeva, Komila (2014-06-02), Uzbekistan rediscovers lost culture in the craft of Silk Road paper makers, The Guardian
- ^ Iacchei, J.M. (2017-05-17), A leaf from a Persian Manuscript, circa 15th century, Library Conservation, Cornell University
- ^ Ahmad, Iqbal (2022-01-16), Koshur Kagaz: The lost industry, Greater Kashmir
- ^ Quraishi, Silim "A survey of the development of papermaking in Islamic Countries", Bookbinder, 1989 (3): 29–36.
- ^ Bloom, Jonathan (2001), Paper Before Print: The History and Impact of Paper in the Islamic World, Yale University Press, ISBN 0-300-08955-4
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


