Kerajaan Lavo

Kerajaan Lavo

648-1388
1000 - 1100 CE Biru muda: Kerajaan Lavo Merah: Kekaisaran Khmer Hijau muda: Haripunjaya Kuning: Champa Biru: Dai Viet Merah muda: Kerajaan Pagan
1000 - 1100 CE
Biru muda: Kerajaan Lavo
Merah: Kekaisaran Khmer
Hijau muda: Haripunjaya
Kuning: Champa
Biru: Dai Viet
Merah muda: Kerajaan Pagan
Ibu kotaLavo (sampai 1087)
Ayodhaya (1087 - 1388)
Bahasa yang umum digunakanMon Kuno
Melayu Kuno
Khmer Kuno
Thai Kuno
Agama
Buddha Theravada, kemudian Hinduisme dan Buddha Mahayana
Pemerintahankerajaan mandala
Raja 
• 648-700 M (pertama)
Kalavarnadisharaja
• 1052-1069
Chandrachota
• 1319-1351
Ramathibodi I
• 1351-1388 (terakhir)
Ramesuan
Era SejarahSejarah pascaklasik
• Kejatuhan Tou Yuan
647
• Pendirian
648
• Menjadi negara taklukan Kerajaan Tambralingga
927-946
• Kejatuhan Ayodhyapura
946
• Penaklukan oleh bangsa Angkor
1001
• Menjadi negara taklukan Angkor
946-1052
• Dibangun kembali oleh bangsa Suphannabhum/Haripuñjaya
1052
• Dianeksasi ke Kerajaan Ayutthaya
1388
Didahului oleh
Digantikan oleh
Dvaravati
krjKerajaan
Syamapura (Qiān Zhī Fú)
Tou Yuan
Duō Miè
Hariphunchai
krjKerajaan
Sukhothai
krjKerajaan
Ayutthaya
krjKerajaan
Khmer
Mueang Chaliang
krjKerajaan
Asadvarapura (Xiū Luó Fēn)
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Kerajaan Lavo adalah sebuah entitas politik (mandala) di tepi kiri Sungai Chao Phraya di lembah Chao Phraya Atas dari akhir peradaban Dvaravati, sekitar abad ke-7 sampai tahun 1388. Pusat aslinya peradaban Lavo adalah Lavo sendiri, atau Lopburi modern, tetapi ibu kota bergeser ke selatan sampai Ayodhaya sekitar abad ke-11, di mana tempat itu tetap dan menjadi kerajaan Ayutthaya, menurut analisis sejarah baru-baru ini.

Sebelum abad ke-9, Lavo, bersama dengan beberapa pemukiman supra-regional lainnya, seperti Si Thep, Sema, Phimai, Nakhon Pathom, dan lainnya adalah pusat pemerintahan politik mandala Dwarawati. Karena beberapa keadaan, seperti perubahan iklim dan pendudukan dari wilayah sekitarnya, beberapa negara di pusat Dwarawati kehilangan kemakmurannya, dan mandala di Lembah Menam terpecah menjadi tiga kelompok. Lavo (Lopburi modern) yang lebih sering menjalin hubungan dengan Angkor atau wilayah pra-Angkor, Suphannabhum (Suphanburi modern) yang menjalin hubungan lebih dengan wilayah bangsa Mon dan Melayu, serta wilayah-wilayah di utara, yang memiliki keberagaman budaya, suku, dan bahasa daripada dua negara yang disebutkan di atas. Di lain pihak, mandala Mun-Chi bersekutu dengan Kambudesha di wilayah cekungan Danau Tonle Sap.

Lihat pula


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement