Kerajaan Ijebu
Ijebu (juga dikenal sebagai Jebu, Geebu, atau Xabu)[1] adalah sebuah kerajaan Yoruba yang terletak di Nigeria bagian barat daya. Kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-15.[2] Menurut legenda, dinasti penguasanya didirikan oleh Obanta, yang memiliki nama asli Ogborogan dari Ile-Ife. Kerajaan penerusnya kini menjadi salah satu negara tradisional yang masih bertahan di Nigeria.
Sejarah
Kerajaan Ijebu diperkirakan sebagai salah satu kerajaan paling awal yang berdiri di Afrika Barat. Ijebu-Ode awalnya didirikan oleh seorang pemimpin dari Ife, seperti halnya banyak negara awal lainnya di wilayah Yoruba. Sekitar tahun 800–1000 M, mereka mulai membangun serangkaian tembok dan parit di sekitar kota, yang kemudian dikenal sebagai Sungbo's Eredo. Tembok tersebut akhirnya meluas hingga mencakup seluruh wilayah Kerajaan Ijebu. Struktur ini diperkirakan terdiri atas 3,5 juta meter kubik tanah dan pasir yang dipindahkan, menjadikannya salah satu bangunan tanah buatan manusia terbesar di Afrika. Sebagai perbandingan, jumlah tanah yang digunakan melebihi satu juta meter kubik dari total material batu dan tanah pada Piramida Agung di Giza. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa tembok tersebut bukan sekadar melindungi satu kota, tetapi mencerminkan sistem pertahanan besar milik kerajaan yang memiliki pertanian maju, tradisi pembuatan tembikar, serta kemungkinan pasukan militer yang mendorong pembangunan Eredo.[3]
Penelitian arkeologi lebih lanjut menunjukkan kemajuan peradaban Kerajaan Ijebu. Halaman istana di ibu kota Ijebu-Ode diketahui dilapisi bahan serupa keramik. Penduduk istana juga tampaknya mempelajari astronomi, ditunjukkan dengan lantai berpola segitiga yang mengarah tepat ke timur. Arah lantai ini sejajar dengan pergerakan matahari dari satu titik balik matahari ke titik lainnya, berfungsi seperti jam matahari.[4]
Orang Eropa juga memiliki catatan langsung tentang Ijebu dan menulis tentangnya. Pelaut dan pedagang Portugis di pantai Afrika Barat pertama kali menemukan kerajaan Ijebu yang mereka sebut Geebu pada tahun 1508.[5] Pada tahun 1892, Kekaisaran Britania menyatakan perang terhadap Kerajaan Ijebu sebagai tanggapan atas kebijakan kerajaan yang menghambat perdagangan.[6] Dalam konflik tersebut, pasukan Britania berhasil meraih kemenangan dan merebut ibu kota Ijebu, serta membakar balai pertemuan milik dewan Osugbo. Gubernur kolonial Frederick Lugard, Baron Lugard pertama, mencatat bahwa pasukan Britania menggunakan senapan mesin Maxim secara efektif selama pertempuran. Ketika Lugard kemudian dikritik atas tingginya jumlah korban akibat penggunaan senjata itu dalam kampanye militer di Protektorat Uganda, ia menanggapi dengan menyebut bahwa di Pantai Barat Afrika, dalam perang melawan Ijebu yang dilakukan oleh pemerintah, “ribuan orang telah dilenyapkan oleh Maxim”.[7]
Referensi
- ^ Robert Smith (1969). Kingdoms of the Yoruba. Methuen & Co. hlm. 75.
- ^ John Lliffe (13 August 2007). Africans: The History of a Continent. Cambridge University Press. hlm. 80. ISBN 9781139464246.
- ^ Olanrewaju B, Lasisi (2016). "New Lights on the Archaeology of Sungbo's Eredo, South-Western Nigeria". journal of the finders archeological society. 3: 54–63.
- ^ Olanrewaju B, Lasisi (2021). "A Preliminary Report on the Excavation at Ijebu-Ode Royal Palace Complex (Nigeria)". International Journal of African Historical Studies. 54 (1): 93–105.
- ^ Law, Robin. "Early European Sources Relating to the Kingdom of Ijebu (1500-1700): A Critical Survey". History in Africa. 13: 245–260.
- ^ "Ijebu History". LitCaf Encyclopedia.
- ^ Lugard, cited by Cedric Pulford: Eating Uganda: From Christianity to Conquest, 1999, p. 147
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


