Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI

Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda PORDASI
Seri kejuaraan
LokasiBerubah tiap tahun
Tahun dimulai1966; 60 tahun lalu (1966)
Jenis pacuanG/Kuda Pacu Indonesia/KP
Pacuan datar
Situs websarga.co
Info pacuan
JarakKelas utama:
    • 1600 m (1966–1974)
    • Lihat pacuan
Permukaan lintasanDirt
Jenis lintasanSisi kanan
KualifikasiBerdasarkan tinggi dan usia
HadiahRp 20.000.000–Rp 300.000.000

Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda PORDASI (biasanya disingkat Kejurnas Series) adalah kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional yang rutin digelar tiap tahun di Indonesia. Kejurnas ini dimulai sejak 1966 dan sudah berjalan sebanyak 60 musim. Kejurnas ini dibagi menjadi dua seri utama. Seri pertama diselenggarakan pada akhir Juli atau awal Agustus dengan fokus pacuan untuk kelompok usia, dan seri kedua pada akhir September atau awal Oktober dengan fokus untuk kelompok ketinggian. Setiap peserta mewakili kontingen provinsi. Kontingen yang paling banyak mendapatkan poin di kedua seri berhak meraih "Piala Presiden".

Seluruh rangkaian Kejurnas berada di bawah naungan Komisi Pacuan PORDASI (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) bersama dengan Sarga.co.

Sejarah

Pada 12–13 November 1966, Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda pertama diselenggarakan di Bogor.[1] Dalam kesempatan ini, diumumkan pula bahwa pemerintah secara resmi mengakui PORDASI sebagai satu-satunya induk organisasi olahraga berkuda di Indonesia melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Olahraga tertanggal 28 Oktober 1966. Soeharto, yang kelak menjadi presiden RI, bersedia untuk menjadi Pelindung PORDASI dan namanya diabadikan pada piala bergilir kejuaraan nasional. Kuda bernama Diana, milik Soeharto, menjadi pemenang pertama yang meraih "Piala Soeharto". Kejuaraan ini juga dimeriahkan dengan demonstrasi lompat rintangan, sebuah disiplin yang baru pertama kali ditampilkan di Indonesia. Pada 1971, pemerintah dengan bantuan Australia, mendirikan sebuah fasilitas pacuan bernama Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas yang kelak menjadi lokasi rutin diselenggarakannya seri Kejurnas pertama hingga tahun 2015.[2]

Setelah jatuhnya Orde Baru, nama piala bergilir untuk Kejurnas ini diubah menjadi "Piala Bhayangkara,"[3] kemudian berganti nama lagi menjadi "Piala Presiden."[4]

Format

Dalam satu tahun, Komisi Pacuan PORDASI menyelenggarakan dua seri Kejurnas yang terdiri dari berbagai perlombaan. Seri pertama biasanya diadakan pada akhir bulan Juli atau awal Agustus (pengecualian untuk musim tahun 1998 yang dimundurkan hingga bulan Desember) dengan fokus pertandingan untuk kelompok usia. Di seri pertama, pacuan utama yang dipertandingkan ialah Indonesia Derby (2000 m), pacuan klasik untuk kuda berusia tiga tahun.[4] Untuk seri kedua, biasanya diadakan pada akhir bulan September atau awal Oktober dengan fokus pertandingan untuk kelompok ketinggian (kelas A–F). Pada seri kedua, pacuan utama yang dipertandingkan adalah Star of Stars (2200 m, jarak panjang) dan Super Sprint (1300 m, jarak pendek).[5] Seminggu sebelum Kejurnas, akan diadakan pacuan kualifikasi, kuda yang lolos berhak untuk mengikuti final Kejurnas. Bagi yang tidak, akan dilombakan di kelas non-finalis, dengan hadiah yang lebih kecil.

Kejurnas menggunakan sistem handicap yang diberikan kepada setiap kuda bergantung pada usia, jenis kelamin, dan tinggi badannya dalam kelompok tinggi badan. Sebagai regulasi umum, untuk setiap sentimeter di atas tinggi minimum kelas atau usia di atas 2 tahun, kuda diberi tambahan 0,5 kg pada berat badannya, hingga 2 kg untuk usia kuda.[5]

Untuk penentuan juara umum, Kejurnas menggunakan sistem poin. Kontingen yang meraih poin terbanyak akan keluar menjadi juara umum. Setiap kontingen mewakili provinsi sekaligus Pengurus Provinsi (Pengprov) PORDASI-nya masing-masing. Menurut regulasi, pemilik kuda beserta kudanya berhak mewakili suatu kontingen di Kejurnas jika ia sudah bergabung dengan kontingen minimal selama satu tahun.[4][5]

Pacuan

Untuk kuda ras campuran dengan Thoroughbred, berdasarkan sistem pacu yang ditetapkan di Indonesia, akan dikelompokan berdasar tinggi badan. Pengelompokan tersebut ditandai dengan pemberian huruf F (pengelompokan terpendek di Kejurnas) hingga A (tertinggi). Jumlah kelas yang dilombakan umumnya berbeda tiap tahun, menyesuaikan dengan jumlah peserta. Beberapa kelas pacu dapat digabung oleh panitia jika tidak memenuhi minimum jumlah peserta (seperti kelas C dan D menjadi kelas C/D).

Seri pertama

Trah Kelas Jarak
Tinggi Usia
G/KP F (–) 1000 m
E (–) 1200 m
C (–) 1300 m
D (–) 1200 m
C/D 2 tahun pemula 1200 m
4 tahun 1600 m
A/B Terbuka 2000 m
Terbuka Sprint 1300 m
2 tahun pemula 1400 m
4 tahun 2000 m
(–) 3 tahun remaja 1600 m
3 tahun (Indonesia Derby) 2000 m
THB (–) 2 tahun 1400 m
3 tahun 1600 m

Seri kedua

Trah Kelas Jarak
G/KP F 1000 m
E 1200 m
D 1400 m
D Sprint 1000 m
C 1600 m
C Sprint 1100 m
B 1850 m
B Sprint 1200 m
A (Star of Stars) 2200 m
A Sprint (Super Sprint) 1300 m

Catatan: G/KP: kuda ras campuran dengan Thoroughbred; THB: Thoroughbred

  Pacuan utama

Pemenang pacuan utama

Pemenang awal

Piala Suharto (1966–74)
  • 1966 - Diana
  • 1967 - Little King
  • 1968 - Bintang Kakanda
  • 1969 - Kawanua
  • 1970 - Prima Donna
  • 1971 - Prima Donna
  • 1972 - Damayanti (Soeharto Cup)
  • 1973 - Damayanti (Soeharto Cup)
  • 1974 - Damayanti (Soeharto Cup)

Seri Kejurnas I

Indonesia Derby (1974–sekarang, 2000 m)

Seri Kejurnas II

Star of Stars (1998–sekarang, 2200 m)
Super Sprint (2009–sekarang, 1300 m)

Referensi

  1. ^ Bandiati, Sri; Soekotjo, Wirasmono; Soehardjono, Oetari (2019). Sejarah Pembentukan Kuda Pacu Indonesia: Rumpun Baru Kuda Indonesia Karya Anak Bangsa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9786020622446. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Sadikin, Ali; Hadimadja, Ramadhan Karta Hadimadja (1992). Bang Ali demi Jakarta (1966-1977): memoar. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. hlm. 534.
  3. ^ "Nefertiti Juara Kejurnas Berkuda". Bali Post. 1999-07-26. hlm. 14.
  4. ^ a b c "Kejurnas Seri I dan II: Begini Perbedaan dan Mekanismenya dalam Kalender Pacu Nasional". Sarga News. Diakses tanggal 2026-02-01.
  5. ^ a b c PORDASI (October 20, 2020). "Peraturan Organisasi Tentang Peraturan Pacuan dan Petunjuk Pelaksanaan Kejuaraan Nasional Pacuan No.PO-10/PP/PORDASI/VIII/2020". Jakarta. Diarsipkan dari asli tanggal November 22, 2025. Diakses tanggal November 22, 2025.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement