Kegubernuran Al-Ahsa

Peta wilayah Kegubernuran Al-Ahsa (hijau) dalam Provinsi Syarqiyah (abu-abu) di Arab Saudi.

Kegubernuran Al-Ahsa adalah salah satu kegubernuran di Provinsi Syarqiyah, Arab Saudi.[1] Wilayah Kegubernuran Al-Ahsa meliputi oasis Al-Ahsa dan Rub' al Khali.[2] Ibu kota Kegubernuran Al-Ahsa terletak di Kota Al-Ahsa. Penguasaan atas wilayah Kegubernuran Al-Ahsa dilakukan oleh Negara Saudi sejak tahun 1795 M.[3]

Oasis Al-Ahsa di Kegubernuran Al-Ahsa telah dihuni oleh seratus ribu penduduk sejak tahun 1000 M.[3] Kegubernuran Al-Ahsa merupakan lokasi ladang minyak terbesar di Arab Saudi.[4] Pada tahun 2024, jumlah penduduk di Kegubernuran Al-Ahsa mencapai 1,3 juta jiwa.[2] Sebagian besar penduduk di Kegubernuran Al-Ahsa beragama Islam dengan aliran Sunni.[5]

Kondisi geografi dan wilayah administratif

Wilayah Kegubernuran Al-Ahsa meliputi oasis Al-Ahsa dan Rub' al Khali.[6] Kegubernuran Al-Ahsa merupakan salah satu kegubernuran dalam wilayah Provinsi Syarqiyah di Arab Saudi.[1] Wilayah Kegubernuran Al-Ahsa merupakan wilayah kegubernuran yang terluas di Arab Saudi.[7] Wilayah Kegubernuran Al-Ahsa terbagi menjadi beberapa kota dan desa.[2] Ibu kota Kegubernuran Al-Ahsa terletak di Kota Al-Ahsa. Nama Kegubernuran Al-Ahsa dan nama ibu kotanya diperoleh dari nama oasis Al-Ahsa.[3]

Pemerintahan

Penguasaan atas wilayah Kegubernuran Al-Ahsa dilakukan oleh Negara Saudi sejak tahun 1795 M.[3] Sebelumnya, sebagian wilayah Kegubernuran Al-Ahsa merupakan kekuasaan dari Bani Khalid sejak tahun 1592 M. Sebagian wilayah yang dikuasai oleh Bani Khalid sebelmnya dikuasai oleh Kesultanan Utsmaniyah.[8]

Penduduk

Oasis Al-Ahsa di Kegurbernuran Al-Ahsa merupakan salah satu lokasi permukiman tertua di dunia. Selama periode tahun 1000–1200 M, jumlah penduduk di Oasis Al-Ahsa mencapai 100.000 jiwa.[3] Pada tahun 2024, jumlah penduduk di Kegubernuran Al-Ahsa mencapai 1,3 juta jiwa.[2]

Ekonomi

Ladang minyak terbesar di Arab Saudi terletak di Kegubernuran Al-Ahsa. Pembukaan ladang minyak di Kegubernuran Al-Ahsa dimulai sejak masa pemerintahan Raja Abdul Aziz yang memperbolehkan perusahaan dari Amerika Serikat untuk mengeksplorasinya melalui penelitian.[4]

Keagamaan

Sebagian besar penduduk di Kegubernuran Al-Ahsa beragama Islam dengan paham Sunni. Sebagian kecil penduduk di Kegubernuran Al-Ahsa yang bermukim di oasis Al-Ahsa menganut Syiah. Permukiman penduduk yang meyakini ajaran Syiah berada di bagian timur Kegubernuran Al-Ahsa yang berdekatan dengan Teluk Persia.[5]

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ a b Alzeer, dkk. 2024, hlm. 2-3.
  2. ^ a b c d Alzeer, dkk. 2024, hlm. 3.
  3. ^ a b c d e Kementerian Urusan Perkotaan dan Pedesaan Arab Saudi 2019, hlm. 16.
  4. ^ a b Hamka (April 2020). Mardiati dan Kumalaningrum, R. (ed.). Sejarah Umat Islam: Pra-Kenabian hingga Islam di Nusantara. Depok: Gema Insani. hlm. 3–4. ISBN 978-602-250-288-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ a b Asari, Hasan (Juni 2019). Sejarah Islam Modern: Agama dalam Negosiasi Historis Sejak Abad XIX (PDF). Medan: Perdana Publishing. hlm. 41. ISBN 978-623-7160-32-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Kementerian Urusan Perkotaan dan Pedesaan Arab Saudi 2019, hlm. 20.
  7. ^ Boffa Jr., Eugene R. (2016). Deception (dalam bahasa Inggris). Victoria: FriesenPress. hlm. 40. ISBN 978-1-4602-9116-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ^ Al-Ejli, Omar (2015). Founder of Qatar (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Idrisi, Abdul Salam. Kota New York: Page Publishing Incorporated. hlm. 53. ISBN 978-1-68213-326-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement