Kedalaman kompensasi karbonat

Kedalaman kompensasi karbonat (bahasa Inggris: Carbonate compensation depth atau CCD) adalah kedalaman di lautan di mana laju suplai kalsium karbonat sebanding dengan laju pelarutannya. Artinya, pelarutan "mengimbangi" suplai tersebut. Di bawah CCD, pelarutan berlangsung lebih cepat, sehingga partikel karbonat larut dan cangkang karbonat (testa) hewan tidak terawetkan. Partikel karbonat tidak dapat terakumulasi dalam sedimen jika dasar laut berada di bawah kedalaman ini.

Kalsit adalah bentuk karbonat yang paling sedikit larut, sehingga CCD umumnya merujuk pada kedalaman kompensasi bagi kalsit. Kedalaman kompensasi aragonit (aragonite compensation depth atau ACD) adalah kedalaman kompensasi untuk karbonat yang berbentuk aragonit. Karena aragonit lebih mudah larut dibandingkan kalsit, ACD biasanya lebih dangkal daripada CCD maupun kedalaman kompensasi kalsit.

Gambaran

Konsep kompensasi karbonat[1]
Sedimen berkapur hanya dapat terakumulasi pada kedalaman yang lebih dangkal daripada kedalaman kompensasi kalsium karbonat (CCD). Di bawah CCD, sedimen berkapur larut dan tidak akan terakumulasi. Lisoklin merupakan kisaran kedalaman di mana laju pelarutan meningkat secara drastis.[2]

Seperti ditunjukkan dalam diagram, kalsium karbonat (CaCO₃) biogenik dalam bentuk cangkang (testa) diproduksi di zona fotik laut (lingkaran hijau). Setelah organisme mati, cangkang yang lolos dari pelarutan di dekat permukaan akan mengendap bersama material lempung. Dalam air laut, terbentuk batas pelarutan akibat pengaruh suhu, tekanan, dan kedalaman, yang dikenal sebagai saturation horizon (batas kejenuhan).[3] Di atas batas ini, air bersifat supersaturasi dan cangkang CaCO₃ sebagian besar terawetkan. Di bawahnya, air menjadi di bawah saturasi karena meningkatnya kelarutan dengan kedalaman serta pelepasan CO₂ dari peluruhan materi organik, sehingga CaCO₃ akan larut.

Kecepatan tenggelam dari material ini tinggi (ditunjukkan dengan panah pucat lebar), sehingga pelarutan terjadi terutama di permukaan sedimen. Pada kedalaman kompensasi karbonat (CCD), laju pelarutan sama persis dengan laju suplai CaCO₃ dari atas. Dalam kondisi kesetimbangan, kedalaman CCD ini mirip dengan garis salju (snowline), yaitu kedalaman awal di mana sedimen miskin karbonat mulai muncul. Lysocline adalah zona kedalaman antara batas kejenuhan dan kedalaman kompensasi karbonat.[1][4]

Referensi

  1. ^ a b Middelburg, Jack J. (2019). "Biogeochemical Processes and Inorganic Carbon Dynamics". Marine Carbon Biogeochemistry. SpringerBriefs in Earth System Sciences. hlm. 77–105. doi:10.1007/978-3-030-10822-9_5. ISBN 978-3-030-10821-2. S2CID 104368944. Modified material was copied from this source, which is available under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
  2. ^ Webb, Paul (2019) Introduction to Oceanography, Chapter 12: Ocean Sediments, page 273–297, Rebus Community. Updated 2020. Modified text was copied from this source, which is available under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
  3. ^ "Ocean acidification due to increasing atmospheric carbon dioxide". The Royal Society.
  4. ^ Boudreau, Bernard P.; Middelburg, Jack J.; Luo, Yiming (2018). "The role of calcification in carbonate compensation". Nature Geoscience. 11 (12): 894–900. Bibcode:2018NatGe..11..894B. doi:10.1038/s41561-018-0259-5. S2CID 135284130.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement