Kebudayaan Shajing
| Jangkauan geografis | Gansu |
|---|---|
| Tanggal | 800/700–100 SM.[1] |
| Jenis situs | Shajing 沙井村 (County Minqin) 39°05′43″N 100°16′00″E / 39.095264°N 100.266670°E [2] |
| Situs induk | Liuhudong (County Minqin) Hamadun (County Yongchang)[3] |
| Didahului oleh | Kebudayaan Machang (2200-2000 SM)[1] Kebudayaan Xichengyi (2000-1600 SM)[1] |
| Diikuti oleh | Xiongnu (Raja Xiutu, 150-121 SM) Dinasti Han (121 SM-) |
Kebudayaan Shajing (Hanzi: 沙井文化 800/700–100 SM),[1][7] adalah kebudayaan Zaman Besi kuno di wilayah Gansu, di barat laut Dataran Tengah Tiongkok. Desa Shajing berjarak sekitar 250 km di barat laut kota Wuwei, sementara desa Yushugou, situs Shajing penting lainnya, berjarak sekitar 140 km di tenggara. Kebudayaan Shajing berkaitan erat dengan kebudayaan Saka di Xinjiang, kebudayaan Ordos di Mongolia Dalam, dan kebudayaan Xiajiadian Hulu di Liaoning.[8] Kebudayaan ini didasarkan pada gaya hidup penggembalaan berpindah.[8] Pada tahun 2017, tujuh situs telah digali yang hasilnya adalah temuan kompleks permukiman yang dilindungi dinding berbahan loess yang dipadatkan.[9]
Ciri-ciri
Konteks ekologi kebudayaan Shajing adalah kekeringan umum, mengikuti kondisi iklim hangat dan lembap dari Zaman Es Akhir hingga Holosen Tengah yang menguntungkan kebudayaan Majiayao dan Qijia. Biasanya, kondisi kekeringan seperti itu menyebabkan kemunduran material dan budaya, tetapi Shajing mampu berkembang di sepanjang hilir Sungai Shiyang seiring surutnya Danau Zhuye, dan orang-orang Xiongnu mampu membangun kota Xiutu di sepanjang Sungai Hongshui, yang menyebabkan berkembangnya budaya nomaden di tengah kekeringan.[10] Peninggalan arkeologi menunjukkan bahwa masyarakat Shajing selain terlibat dalam pastoralisme juga ikut serta dalam pertanian yang ekstensif.[11]
Barang-barang berbahan perunggu dari kebudayaan in bentuknya meniru gaya hewan penghuni stepa utara, dengan motif elang, rusa, atau anjing. Sisa-sisa kereta perang juga ditemukan, begitu pula sekop besi.[12] Temuan arkeologis berupa pisau dan sekop besi menunjukkan bahwa kebudayaan Shajing mungkin berperan penting dalam penyebaran teknologi besi ke Tiongkok.[13]
Secara keseluruhan, artefak yang bergaya Skithia membentuk inti kebudayaan ini, tetapi afiliasi etnis orang Shajing masih belum pasti: mereka bisa jadi orang Yuezhi, purwa-Tibet Qiang atau Rong, Wusun Iran, atau campuran dari berbagai unsur-unsur etnis dan kebudayaan tadi.[9] Kebudayaan Shajing kemungkinan besar berasal dari Yuezhi, meskipun daerah di antara Tian Shan dan Dunhuang kini terkadang dianggap sebagai kandidat yang lebih meyakinkan.[11][14]
Situs-situs Shajing dilengkapi permukiman bertembok, kemungkinan untuk tujuan pertahanan, yang di dalamnya didirikan yurt portabel.[11] Permukiman berdinding Sanjiaocheng (三角城) di Jinchang termasuk ke dalam kebudayaan Shajing sebagaimana dikonfirmasi oleh jenis keramiknya, yang dibangun sekitar tahun 800 SM (pada periode 855–797 SM), menjadikannya permukiman berdinding tertua yang diketahui di Koridor Hexi.[11] Permukiman ini mungkin merupakan salah satu basis penyebaran budaya nomaden ke Tiongkok pada tahun 600–400 SM.[11] Situs ini masih dihuni pada periode 384–116 SM, hingga ditaklukkan oleh tentara Han Tionghoa pimpinan Huo Qubing.[11]
-
Benteng Sanjiaocheng (tampak atas), dibangun sekitar tahun 800 SM termasuk kebudayaan Shajing.[11] -
Sisa tembok Sanjiaocheng, dibangun sekitar tahun 800 SM.[11]
Artefak
Bentuk benda-benda perunggu dari Shajing mengikuti gaya hewan-hewan di padang rumput dengan motif elang, rusa, atau anjing. Sisa-sisa kereta perang telah ditemukan, begitu pula sekop besi.[12]
-
![Ornamen rusa dari Longqu (龙渠乡), Zhangye, 475–221 SM.[15] Kebudayaan Shajing.[16]](//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d1/Warring_States_Bronze_Ornamental_Deer_%2810095546815%29.jpg/250px-Warring_States_Bronze_Ornamental_Deer_%2810095546815%29.jpg)
-
Ornamen rusa dari perunggu -
Sisir perunggu Shajing -
Ornamen perunggu Shajing -
Cincin emas Shajing berhiaskan batu pirus -
Piring berhias -
Tembikar Shajing -
Tembikar Shajing -
Ornamen berbentuk kepala elang dari Shajing
Kemunduran
Pada abad-abad terakhir, budaya Shajing berbatasan di selatan dengan Tembok Besar pertama yang dibangun oleh Raja Zhaoxiang dari Qin pada tahun 271 SM, dan dengan kebudayaan Xirong Majiayuan yang telah tergabung di dalamnya.[17][18]
Kebudayaan Shajing ditaklukkan oleh Xiongnu sekitar tahun 150 SM, saat mereka memperluas wilayah ke barat setelah kemenangan mereka atas orang Donghu. Xiongu mengangkat seorang raja bernama Xiutu (休屠) untuk wilayah selatan dan seorang raja bernama Hunye (浑邪) untuk wilayah utara. Kemungkinan lain, Xiutu mungkin bukan seorang Xiongnu, dan mungkin telah memerintah ketika Xiongnu menyerang, karena dilaporkan bahwa wilayahnya diduduki oleh Xiongnu ketika orang Xiongnu didesak ke barat oleh Dinasti Han.[19]
Xiutu dikenal sebagai pemuja patung emas, sebagaimana dilaporkan dalam Shiji yang menyebutkan "manusia emas (atau berlapis emas) yang digunakan oleh Raja Xiutu untuk menyembah Langit".[20][21] Menurut Christoph Baumer dan lainnya, "dapat dibayangkan bahwa 'Manusia Emas' yang dimaksud adalah patung Buddha".[22][23]
Wilayah kebudayaan Shajing bersama Koridor Hexi dikuasai oleh Jenderal Huo Qubing dari Han pada tahun 121 SM, sebagai bagian dari Perang Han–Xiongnu. Xiongnu dikalahkan, dan Han merebut patung emas raja Xiutu, lalu memindahkannya ke Kuil Ganquan di dekat Istana Kaisar Han Wudi.[20][21] Otoritas Tiongkok menggabungkan daerah baru tersebut ke dalam prefektur dan kabupaten, seperti Prefektur Wuwei. Banyak orang dipindahkan dari Dataran Tengah untuk mengisi kembali Koridor Hexi.[24][25]
Referensi
- ^ a b c d e f Yang, Yishi; Zhang, Shanjia; Oldknow, Chris; Qiu, Menghan; Chen, Tingting; Li, Haiming; Cui, Yifu; Ren, Lele; Chen, Guoke; Wang, Hui; Dong, Guanghui (2019). "Refined chronology of prehistoric cultures and its implication for re-evaluating human-environment relations in the Hexi Corridor, northwest China". Science China Earth Sciences. 62 (10): 1578. Bibcode:2019ScChD..62.1578Y. doi:10.1007/s11430-018-9375-4. ISSN 1674-7313. S2CID 199511546.
- ^ Cosmo, Nicola Di (1999). Northern Frontier in Pre-Imperial China (Cambridge History of Ancient China). Cambridge University Press. hlm. 937.
- ^ Vigo, Laura (2004). Cultural Diffusion and Identity: Material Culture in Northwest China -II and I millennia BCE (PDF). School of Oriental and African Studies (Thesis). hlm. 156.
- ^ 36°53′40″N 103°32′56″E / 36.894368°N 103.548912°E Vigo, Laura (2004). Cultural Diffusion and Identity: Material Culture in Northwest China -II and I millennia BCE (PDF). School of Oriental and African Studies (Thesis). hlm. 209.
- ^ Sanjiaocheng 三角城 38°59′N 103°19′E / 38.99°N 103.32°E in Linduff, Katheryn M.; Sun, Yan; Cao, Wei; Liu, Yuanqing (23 November 2017). Ancient China and its Eurasian Neighbors: Artifacts, Identity and Death in the Frontier, 3000–700 BCE. hlm. 205. doi:10.1017/9781108290555. ISBN 9781108290555.
- ^ a b c d
Liangucheng 连古城 38°56′N 103°14′E / 38.93°N 103.24°E
Sanjiaocheng 三角城 38°59′N 103°19′E / 38.99°N 103.32°E
Yangchaodun 柳湖墩 38°32′N 102°56′E / 38.54°N 102.93°E
Jinchangsanjiaocheng 金昌三角城 38°37′N 102°17′E / 38.62°N 102.29°E
in Li, Yu; Zhang, Zhansen; Zhou, Xueru; Gao, Mingjun; Li, Haiye; Xue, Yaxin; Duan, Junjie (1 May 2023). "Paleo-environmental changes and human activities in Shiyang River Basin since the Late Glacial". Chinese Science Bulletin. doi:10.1360/TB-2022-0965. S2CID 257736583. - ^ a b c Li, Xin; Wei, Wenyu; Ma, Minmin; Lu, Minxia; Du, Linyao; Yang, Yishi; Chen, Guoke; Ren, Lele (2023). "Transformation of animal utilization strategies from the late Neolithic to the Han Dynasty in the Hexi Corridor, northwest China: Zooarchaeological and stable isotopic evidence". Frontiers in Earth Science. 10. Bibcode:2023FrEaS..1064803L. doi:10.3389/feart.2022.1064803. ISSN 2296-6463.
- ^ a b Cosmo, Nicola Di (1999). Northern Frontier in Pre-Imperial China (Cambridge History of Ancient China). Cambridge University Press. hlm. 951–952.
- ^ a b Komissarov, S.A (2017). "Shajing Culture (Gansu, China): Main Sites and Problems of Chronology". Paeas.ru.
- ^ Li, Yu; Zhang, Zhansen; Zhou, Xueru; Gao, Mingjun; Li, Haiye; Xue, Yaxin; Duan, Junjie (1 May 2023). "Paleo-environmental changes and human activities in Shiyang River Basin since the Late Glacial". Chinese Science Bulletin: 3884. doi:10.1360/TB-2022-0965. S2CID 257736583.
- ^ a b c d e f g h Liu, Fengwen; Li, Haiming; Cui, Yifu; Yang, Yishi; Lee, Harry F.; Ding, Detian; Hou, Yunguang; Dong, Guanghui (August 2019). "Chronology and Plant Utilization from the Earliest Walled Settlement in the Hexi Corridor, Northwestern China". Radiocarbon (dalam bahasa Inggris). 61 (4): 971–989. Bibcode:2019Radcb..61..971L. doi:10.1017/RDC.2019.57. ISSN 0033-8222.
- ^ a b Cosmo, Nicola Di (1999). Northern Frontier in Pre-Imperial China (Cambridge History of Ancient China). Cambridge University Press. hlm. 937.
- ^ MEI, JIANJUN (2003). "Cultural Interaction between China and Central Asia during the Bronze Age" (PDF). Proceedings of the British Academy: 28.
- ^ Lan-Hai Wei, Ryan; Li, Hui; Xu, Wenkan (26–28 Juni 2013). "The separate origins of the Tocharians and the Yuezhi: Results from recent advances in archaeology and genetics". Conference: International Conference on Tocharian Manuscripts and Silk Road Culture at: University of Vienna, Vienna: 284.
- ^ "The revival of the Prehistoric Silk Road". The Institute of Archaeology CASS.
- ^ "ШАЦЗИН • Большая российская энциклопедия - электронная версия". old.bigenc.ru.
- ^ Qingbo, Duan (2022). "Sino-Western Cultural Exchange as Seen through the Archaeology of the First Emperor's Necropolis". Journal of Chinese History 中國歷史學刊 (dalam bahasa Inggris). 7: 56. doi:10.1017/jch.2022.25. ISSN 2059-1632. S2CID 251690411.
- ^ Wu, Xiaolong (2013). "Cultural hybridity and social status: elite tombs on China's Northern Frontier during the third century BC". Antiquity. 87 (335): 121–136. doi:10.1017/S0003598X00048663. ISSN 0003-598X. S2CID 155615456.
- ^ Hanshu yin yi (漢書音義) menyebutkan: "Tempat pemujaan langit Xiongnu awalnya berada di kaki Gunung Ganquan (Ganquan xia 甘泉下), di Yunyang (雲陽). Setelah Qin (秦) merebut tanah mereka, mereka pindah ke barat ke wilayah Raja Xiutu. Xiutu memiliki patung emas berbentuk manusia untuk memuja Langit." (匈奴祭天处本在雲陽甘泉山下、秦奪其地、後徙之休屠王右地、故休屠有祭天金人、象. 祭天人也。)
- ^ a b Dubs, Homer H. (1937). "The "Golden Man" of Former Han Times". T'oung Pao. 33 (1): 4–6. ISSN 0082-5433. JSTOR 4527117.
- ^ a b 《史记》〈匈奴列传〉:“其明年春,汉使骠骑将军去病将万骑出陇西,过焉支山千馀里,击匈奴,得胡首虏(骑)万八千馀级,破得休屠王祭天金人。”
- ^ Baumer, Christoph (18 April 2018). History of Central Asia, The: 4-volume set (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Publishing. hlm. 16. ISBN 978-1-83860-868-2.
- ^ Barbieri-Low, Anthony J.; Yates, Robin D. S. (2 November 2015). Law, State, and Society in Early Imperial China (2 vols): A Study with Critical Edition and Translation of the Legal Texts from Zhangjiashan Tomb no. 247 (dalam bahasa Inggris). BRILL. hlm. 1006, note 90. ISBN 978-90-04-30053-8.
- ^ Xie, Yaowen; Bie, Qiang; He, Chansheng (2 November 2017). "Human settlement and changes in the distribution of river systems in the Minqin Basin over the past 2000 years in Northwest China". Ecosystem Health and Sustainability (dalam bahasa Inggris). 3 (11). doi:10.1080/20964129.2017.1401011. ISSN 2096-4129. S2CID 133989567.
- ^ Pada awal Dinasti Han Barat (121–128 SM), Kaisar Hanwu melancarkan tiga pertempuran melawan orang Hun dan meraih kemenangan telak. Sejak saat itu, Cekungan Minqin dimasukkan ke dalam wilayah Dinasti Han Tengah. Sejumlah besar penduduk Tiongkok Tengah dipindahkan ke Koridor Hexi, dan sistem prefektur serta kabupaten pun dibentuk. Dinasti Han mendirikan Prefektur Wuwei, yang terdiri dari 10 kabupaten. Dua di antaranya, Wuwei dan Xuanwei, berada di Cekungan Minqin. Kemudian, populasi kedua kabupaten tersebut mencapai sekitar 20.000 jiwa, dan pada masa Dinasti Han Timur (25–220 M), Xuanwei hanya memiliki 10.000 penduduk. (Liang Citation1997).
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


