Kebakaran hutan dan lahan Way Kambas 2026
| Kebakaran hutan dan lahan Way Kambas 2026 | |
|---|---|
Kawasan Taman Nasional Way Kambas pada tahun 2019. | |
| Lokasi | Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Lampung, Indonesia |
| Koordinat | 4°49′29″S 105°42′28″E / 4.8247211°S 105.7077854°E |
| Statistik | |
| Tanggal | 25–26 Januari 2026 11:00 WIB (estimasi)–17:00 WIB (UTC+7) |
| Kawasan terbakar | 2.685,43 hektare (6.635,8 ekar) |
| Sumber api | Masih dalam penyelidikan (Diduga faktor kesengajaan) |
| Bangunan hancur | 0 |
| Terluka | 0 |
| Tewas | 0 |
Kebakaran Hutan Taman Nasional Way Kambas 2026 merupakan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) signifikan yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, pada tanggal 25 hingga 26 Januari 2026.[1] Insiden ini menghanguskan sedikitnya 2.685,43 hektare lahan konservasi yang mencakup zona rimba dan zona rehabilitasi.[2][3]
Peristiwa ini menjadi perhatian nasional karena terjadi di tengah kondisi cuaca musim penghujan dan hanya berselang satu hari setelah kunjungan pejabat tinggi pemerintahan yang membahas komitmen pelestarian kawasan tersebut sebagai prioritas internasional.[4][5]
Latar belakang
Peristiwa kebakaran ini terjadi di tengah upaya pemerintah dalam menangani eskalasi konflik antara gajah Sumatera dan masyarakat di desa penyangga TNWK. Pada penghujung tahun 2025, terjadi tragedi di Desa Braja Asri yang mengakibatkan meninggalnya Kepala Desa setempat, Darusman, akibat serangan gajah liar saat proses penggiringan satwa.[6]
Kejadian tersebut memicu aksi damai ribuan warga pada pertengahan Januari 2026 yang menuntut jaminan keamanan dan solusi permanen atas sengketa ruang antara manusia dan satwa.
Sebagai respons, Pemerintah Indonesia menetapkan TNWK sebagai prioritas konservasi nasional.[7] Hal ini diperkuat melalui pembicaraan strategis antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III di London pada 21 Januari 2026 mengenai kerja sama pemulihan ekosistem di 57 taman nasional di Indonesia.[8]
Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Forkopimda melakukan kunjungan kerja ke TNWK pada 24 Januari 2026 untuk merumuskan pembangunan pembatas permanen sepanjang 60–70 kilometer sebagai solusi jangka panjang mitigasi konflik.[9]
Kronologi kejadian dan upaya pemadaman
Pada Minggu, 25 Januari 2026, kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di enam titik di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Titik api tersebar di sejumlah resort pengelolaan, antara lain Resort Rawa Bunder, Resort Susukan Baru, Resort Toto Projo, Resort Rantau Jaya, dan Resort Umbul Salam.[10]
Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, membenarkan peristiwa tersebut berdasarkan laporan awal petugas di lapangan. Api membakar area zona rimba dan zona rehabilitasi taman nasional. Tim gabungan yang terdiri dari personel Balai TNWK, TNI, Polri, mitra konservasi, serta masyarakat segera dikerahkan untuk melakukan pemadaman darat.[11]
Api di Resort Rawa Bunder dan Resort Susukan Baru berhasil dipadamkan pada Minggu malam sekitar pukul 19.45 WIB. Sementara itu, kebakaran di Resort Toto Projo dan Resort Umbul Salam baru dapat dikendalikan pada Senin, 26 Januari 2026. Proses pemadaman berlangsung hingga sore hari dan dilanjutkan dengan kegiatan mop up serta pemantauan lapangan (ground check) guna memastikan tidak ada titik api baru.[12]
Di sejumlah lokasi, kebakaran dilaporkan bersifat berlapis, yaitu area yang sebelumnya telah dipadamkan kembali menyala akibat sisa vegetasi kering, sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Luas area terdampak
Berdasarkan hasil pengukuran pascakebakaran Balai TNWK, total luas kawasan yang terbakar mencapai sekitar 2.685,43 hektare, dengan tipe kebakaran berupa kebakaran permukaan. Luasan area terdampak meliputi:
| Wilayah (resort) | Estimasi luas terbakar (Ha) |
|---|---|
| Resort Rawa Bunder | ±107,06 |
| Resort Susukan Baru | ±271,99 |
| Resort Toto Projo | ±277,42 |
| Resort Rantau Jaya | ±1.236,53 (344,82 dan 891,71) |
| Resort Umbul Salam | ±792,43 |
| Total: | ±2.685,43 |
Vegetasi yang terbakar didominasi oleh alang-alang, semak belukar, serta tegakan hutan muda. Seluruh area terdampak merupakan kawasan hutan konservasi.
Dampak terhadap satwa liar
Hingga proses pendataan awal selesai, Balai TNWK menyatakan tidak ditemukan satwa liar yang mati akibat kebakaran. Meski demikian, petugas menemukan sejumlah sarang burung yang terbakar. Pendataan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan terhadap satwa dilindungi di kawasan tersebut.
Investigasi dan tindakan lanjutan
Pihak Balai TNWK menyatakan adanya dugaan kuat unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran ini, mengingat api muncul di berbagai titik koordinat secara bersamaan meskipun wilayah Lampung sedang berada dalam musim penghujan.[13] Hingga saat ini, investigasi mendalam masih dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti dan kemungkinan adanya pelaku pembakaran.[14]
Sebagai langkah preventif pasca-kejadian, Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Raden Inten mempercepat keterlibatan TNI dalam membantu Polisi Kehutanan untuk melakukan patroli pengamanan di perbatasan kawasan.[15] Selain itu, proses survei teknis untuk pembangunan pagar permanen terus dipercepat sebagai bagian dari upaya integrasi antara perlindungan habitat satwa dan keamanan masyarakat di sekitar Taman Nasional Way Kambas.
Lihat pula
Referensi
- ^ Liputan6.com (26 Januari 2026). "Kronologi Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas, Api Muncul di Enam Titik". liputan6.com. Diakses tanggal 27 Januari 2026. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ XMLThemes. "2.685 Ha Lahan Taman Nasional Way Kambas Jadi Arang". INILAMPUNG.COM. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ Wiguna, Tama (27 Januari 2026). "Karhutla TN Way Kambas, 2.306 Hektare Lahan Konservasi Terbakar". IDN Times Lampung. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ Indonesia, Helo (26 Januari 2026). "Sehari Setelah Kunjungan Gubernur Mirza, TNWK Kebakaran di 6 Titik". Helo Indonesia. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ Jaya, Tri Purna (27 Januari 2026). "2.306 Hektar di 5 Titik Lahan Konservasi TNWK Terbakar". Kompas.com. Diakses tanggal 28 Januari 2026.
- ^ antaranews.com (19 Januari 2026). "Tekan konflik satwa-warga, Balai TNWK pulihkan 1,286 hektare ekosistem". Antara News. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ "DPRD Lampung Dorong Pengawalan Bersama Atensi Presiden Jadikan Way Kambas Percontohan Nasional". Tribunlampung.co.id. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ "Way Kambas Lampung Jadi Prioritas Kerja Sama Konservasi dalam Pertemuan Prabowo–Raja Charles III". Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ Juniardi (21 Januari 2026). "Akhiri Teror Gajah Tahunan, Gubernur Mirza dan Presiden Satu Suara: Bangun Pembatas Permanen!". Sinar Lampung (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ liputan6dotcom (26 Januari 2026). "Kronologi Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas, Api Muncul di Enam Titik". Head Topics. Diakses tanggal 27 Januari 2026. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ "KEBAKARAN DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS". pantau.com. 22 Oktober 2022. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ Josua (26 Januari 2026). "Karhutla Landa Enam Titik di Way Kambas, Petugas Siaga di Lapangan". DASWATI.ID. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ Nurkhomariyah, Tuti (26 Januari 2026). "Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Diduga Ada Unsur Kesengajaan". RMOLLAMPUNG.ID. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ XMLThemes. "Taman Nasional Way Kambas Terbakar: Diduga Ada Kesengajaan". INILAMPUNG.COM. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ Yebdi. "Kodam XXI/Radin Inten Terjunkan Prajurit Redam Konflik Gajah dan Warga di Lampung Timur Menjelang Pembangunan Pagar TN Way Kambas". Koran Jakarta ®. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
Pranala luar
- (Indonesia) Situs web resmi Taman Nasional Way Kambas
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


