Kawasan Konservasi Cekungan Maliau

Maliau Basin Conservation Area
IUCN Kategori Ia (Cagar Alam Lindung)
Air terjun cekungan Maliau
Map showing the location of Maliau Basin Conservation Area
Map showing the location of Maliau Basin Conservation Area
Maliau Basin
LokasiDistrik Tongod, Sabah, Malaysia
Kota terdekatTawau
Koordinat4°49′49″N 116°54′01″E / 4.83040°N 116.90020°E / 4.83040; 116.90020
Luas588 km2 (227 sq mi)
Didirikan1981
Badan pengelolaYayasan Sabah Group

Kawasan Konservasi Cekungan Maliau merupakan sebuah wilayah di Distrik Tongod, Sabah, Malaysia, yang merupakan daerah konservasi yang mengelilingi Sungai Maliau. Kota terdekat dari kawasan konservasi ini adalah Tawau dengan jarak 190 km melalui area tenggara. Dengan luas 588,4 km² (58.840 hektar), Wilayah Konservasi Cekungan Maliau mencakup seluruh Cekungan Maliau (390 km²) serta tambahan 198,4 km² hutan di bagian timur dan utara tepian cekungan, termasuk Danau Linumunsut, sebuah danau yang terbentuk akibat bendungan tanah longsor dari anak sungai kecil Sungai Pinangah.[1]

Sejarah

Catatan tertulis pertama tentang Cekungan Maliau muncul pada tahun 1947 di Borneo Bulletin, yang menyebutkan seorang pilot hampir menabrak tebing di tepi utara cekungan. Pada tahun 1970, area seluas 39.000 ha yang dikenal sebagai Cekungan Maliau, dimasukkan dalam konsesi tanah hutan seluas 1,0 juta ha di Wilayah Konsesi Yayasan Sabah, tepatnya di Cagar Hutan Kelas II (Komersial) Gunung Rara. Pada tahun 1981, Yayasan Sabah secara sukarela menjadikan Cekungan Maliau sebagai kawasan konservasi untuk penelitian, pendidikan, dan pelatihan. Status ini disetujui oleh Kabinet Negara pada tahun 1984. Kemudian, pada tahun 1997, Majelis Legislatif Negara menetapkan kawasan ini sebagai Cagar Hutan Kelas I (Lindung) dengan luas total diperluas menjadi 58.840 ha, mencakup lereng luar dan Danau Linumunsut, serta mengeluarkannya dari konsesi tanah hutan Yayasan Sabah.[2]

Keanekaragaman hayati

Flora

Kawasan Konservasi Cekungan Maliau memiliki keanekaragaman flora yang luar biasa. Cekungan ini bukan hanya tempat tinggal bagi sekitar 1.800 spesies pohon yang berbeda, dengan 54 di antaranya termasuk dalam kategori terancam punah atau hampir punah, tetapi juga menjadi habitat bagi lebih dari 80 spesies anggrek, beberapa di antaranya merupakan spesies baru yang ditemukan di Kalimantan.[3] Pada tahun 2016, pohon Shorea faguetiana dengan ketinggian 895 m (2.936 ft) juga ditemukan di kawasan konservasi ini.[4]

Fauna

Cekungan Maliau menampung beberapa spesies Kalimantan yang terancam punah. Sejauh ini, sekitar 80 spesies mamalia telah tercatat di Cekungan Maliau, antara lain adalah beruang madu malaya, tenggiling, orang utan kalimantan, gajah kalimantan, ayam hutan sabah, dan lain sebagainya.[5]

Referensi

  1. ^ Kumpulan Yayasan Sabah. "Maliau Basin - Where is it?". Borneo Forest Heritage. Diakses tanggal 2025-09-28.
  2. ^ Yayasan Sabah (2014). Maliau Basin Conservation Area: Strategic Management Plan 2014-2023 (PDF). Kota Kinabalu: Yayasan Sabah. hlm. 3–4. ISBN 978-983-9722-25-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Bate, Gavin (2024-07-11). "Top 10 Facts about Borneo's Maliau Basin". Adventure Alternative (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-09-28.
  4. ^ University of Cambridge (2016-06-08). "Minecraft tree "probably" the tallest tree in the Tropics". Cambridge Academy (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-28.
  5. ^ Chin, Emily Mary (13 Juni 2024). "Maliau Basin: A Complete Guide to the Lost World of Borneo". Amazing Borneo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-28.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement