Katekol

Katekol
Skeletal formula
Pyrocatechol
Ball-and-stick model
Ball-and-stick model
Nama
Nama IUPAC (preferensi)
Benzena-1,2-diol[1]
Nama lain
Pirokatekol[1]
1,2-Benzenadiol
2-Hidroksifenol
1,2-Dihidroksibenzena
o-Benzenadiol
o-Dihidroksibenzena
Penanda
Model 3D (JSmol)
Referensi Beilstein 471401
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
DrugBank
Nomor EC
Referensi Gmelin 2936
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C6H6O2/c7-5-3-1-2-4-6(5)8/h1-4,7-8H
    Key: YCIMNLLNPGFGHC-UHFFFAOYSA-N
  • Oc1c(O)cccc1
Sifat
C6H6O2
Massa molar 110,11 g·mol−1
Penampilan kristal berbulu putih hingga coklat
Bau bau fenolik samar
Densitas 1.344 g/cm3, padat
Titik lebur 105 °C (221 °F; 378 K)
Titik didih 2.455 °C (4.451 °F; 2.728 K) (menyublim)
312 g/L pada 20 °C[2]
Kelarutan sangat larut dalam piridina
larut dalam kloroform, benzena, CCl4, dietil eter, etil asetat
log P 0,88
Tekanan uap 20 Pa (20 °C)
Keasaman (pKa) 9,45; 12,8
−6,876×10−5 cm3/mol
Indeks bias (nD) 1.604
2,62±0,03 D [3]
Struktur
monoklinik
Bahaya
Lembar data keselamatan Sigma-Aldrich
Piktogram GHS GHS06: BeracunGHS08: Bahaya KesehatanGHS05: Korosif
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
H301, H311, H315, H317, H318, H332, H341
P261, P301, P302, P305, P310, P312, P330, P331, P338, P351, P352
Titik nyala 127 °C (261 °F; 400 K)
510 °C (950 °F; 783 K)
Ambang ledakan 1,4%–?[4]
Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC):
300 mg/kg (tikus, oral)
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
tidak ada[4]
REL (yang direkomendasikan)
TWA 5 ppm (20 mg/m3) [kulit][4]
IDLH (langsung berbahaya)
N.D.[4]
Senyawa terkait
Related benzenadiol
Resorsinol
Hidrokuinon
Senyawa terkait
1,2-Benzokuinona
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Katekol, juga dikenal sebagai pirokatekol atau 1,2-dihidroksibenzena, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H4(OH)2. Senyawa ini merupakan isomer orto dari tiga isomer benzenadiol. Senyawa tak berwarna ini terdapat secara alami dalam jumlah sedikit. Senyawa ini pertama kali ditemukan melalui distilasi destruktif ekstrak tumbuhan katekin. Sekitar 20.000 ton katekol kini diproduksi secara sintetis setiap tahunnya sebagai bahan kimia organik komoditas, terutama sebagai prekursor pestisida, perasa, dan pewangi. Sejumlah kecil katekol terdapat dalam buah-buahan dan sayuran.[2]

Referensi

  1. ^ a b "Front Matter". Nomenclature of Organic Chemistry: IUPAC Recommendations and Preferred Names 2013 (Blue Book). Cambridge: The Royal Society of Chemistry. 2014. hlm. 691. doi:10.1039/9781849733069-FP001. ISBN 978-0-85404-182-4.
  2. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Ullmann
  3. ^ Lander, John J.; Svirbely, W. J. (1945). "The Dipole Moments of Catechol, Resorcinol and Hydroquinone". Journal of the American Chemical Society. 67 (2): 322–324. Bibcode:1945JAChS..67..322L. doi:10.1021/ja01218a051.
  4. ^ a b c d "NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0109". National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement