Kartu Multi Trip
Kartu Multi Trip (dahulu COMMET) yang berwarna hitam (asli 2013). dan Kartu Tiket Harian Berjaminan. | |
| Lokasi | Indonesia |
|---|---|
| Diluncurkan | 1 Juli 2013 |
| Teknologi | FeliCa |
| Operator | PT Kereta Commuter Indonesia (Terdahulu Telkom Indonesia) |
| Manager | PT Kereta Commuter Indonesia |
| Mata uang | Rupiah (IDR) (Saldo minimum Rp5.000) (Saldo Maksimal Rp2.000.000) |
| Nilai yang tersimpan | Pay as you go |
| Validitas | Tiket KRL Commuter Line |
| Tempat parkiran di Stasiun KAI (dikelola oleh PT Reska Multi Usaha)[1] | |
| Soekarno–Hatta Airport Rail Link[2] | |
| Jakarta MRT Jakarta LRT Jabodebek LRT Transjakarta[3] | |
| Trans Jogja Trans Jateng Trans Jatim Metro Jabar Trans Trans Tangerang Ayo | |
| Angkot Mikro Trans Depok Angkot Swatantra S01[4] | |
| Gerai makanan yang disediakan oleh KAI Services (Loko Cafe, Loko Cafe Go!, dan Loko Geprek.)[5] | |
| Ritel | Mesin tiket & Loket tiket di Stasiun KAI Commuter |
| Gopay (hanya isi ulang) | |
| C-Access (hanya isi ulang) | |
| Variasi | Tiket Harian Berjaminan (THB) (Satu kali perjalanan, Hanya berlaku di Jabodetabek) (Sudah dihapus sejak September 2022) |
| Situs web | KAI Commuter |
Kartu Multi Trip (KMT) adalah Kartu Uang Elektronik yang diselenggarakan oleh KAI Commuter.[6] Dikenal sebelumnya sebagai Commuter Ticket (Commet), kartu ini diterbitkan untuk mendampingi kartu Tiket Harian Berjaminan (THB) yang kala itu menjadi metode pembayaran utama untuk mengakses layanan KRL Commuter Line. Sehingga awalnya penggunaan kartu ini hanya dapat dipakai untuk naik KRL Commuter dan perparkiran elektronik (e-parking) di lingkungan stasiun saja.[7]
Sejarah
Sebagai tahapan penerapan program e-ticketing, PT Kereta Api Indonesia dan PT KAI Commuter Jabodetabek mulai 2012 mengganti Kartu Trayek Bulanan (KTB)/Kartu Langganan Sekolah (KLS) secara bertahap hingga pada 1 Juli 2013 ditetapkan menjadi Commuter Electronic Ticketing (Commet). Kartu Commet adalah alat pembayaran pengganti uang tunai yang digunakan untuk transaksi perjalanan KA Commuter Line sebagai tiket perjalanan KA, yang disediakan dalam bentuk kartu sekali pakai (Single-Trip) dan prabayar (Multi-Trip). Penumpang diwajibkan untuk melakukan tap-in di gerbang masuk dan memasukkan kartu single-trip ke dalam gerbang keluar (card-present slot) atau cukup tap-out bagi pengguna kartu prabayar di gerbang keluar.
Bersamaan dengan pemberlakuan Commet, sistem tarif progresif diberlakukan. Sistem ini menggunakan hitungan jumlah stasiun yang dilewati sebagai dasar perhitungan tarif tiap penumpang. Awalnya berlaku tarif normal, tetapi karena adanya subsidi dana public service obligations (PSO) Kementerian Perhubungan bagi KA Commuter, maka tarif berlaku tarif subsidi.[8]
Mulai 1 April 2015, tarif progresif mengalami perubahan. Sistem tarif progresif baru menghitung tarif berdasarkan jarak.[9] Selain itu, ketentuan uang jaminan untuk THB dan minimal saldo untuk tiket multi-trip dan kartu bank berubah.
Referensi
- ^ "Apa Itu Kartu Multi Trip (KMT)?". Tempo. 20 Jan 2024.
- ^ "KAI Bandara on Instagram". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-12-24.
- ^ "KAI Commuter Uji Coba Kartu Multi Trip di MRT, LRT, dan TransJakarta Koridor 1". Bisnis.com. Diakses tanggal 13 October 2021.
- ^ "Kartu Multi Trip KRL Kini Bisa Dipakai di Angkot Depok dan Bekasi".
- ^ "Kartu Multi Trip Sudah Bisa Digunakan untuk Transaksi di Loko Cafe".
- ^ antaranews.com (2025-06-13). "Manfaat Kartu Multi Trip (KMT) bagi pengguna KRL dan transportasi lain". Antara News. Diakses tanggal 2025-10-05.
- ^ "KMT (Kartu Multi Trip) dari PT Kereta Commuter Indonesia adalah solusi praktis untuk transaksi tiket elektronik Commuter ..." Instagram. KAI Commuter. 2024-02-21. hlm. 2. Diakses tanggal 2025-05-15.
- ^ "Berlakukan Tarif Progresif KRL Commuter, PT KAI Merugi". liputan6.com. 7 Jul 2013.
- ^ "Mulai 1 April 2015, tarif KRL Jabodetabek tergantung jarak". merdeka.com. {publish_date}. Diakses tanggal 2025-11-14.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


