Karang Tubbataha

Taman Alam Karang Tubbataha
Situs Warisan Dunia UNESCO
Hiu karang sirip putih di Tubbataha
LokasiCagayancillo, Palawan, Filipina
KriteriaAlam: (vii), (ix), (x)
Referensi653bis
Pengukuhan1993 (Sesi ke-17)
Perluasan2009
Luas96.828 ha (239.270 ekar)
Koordinat8°57′12″N 119°52′3″E / 8.95333°N 119.86750°E / 8.95333; 119.86750
Nama resmiTaman Alam Karang Tubbataha
Ditetapkan12 November 1999
No. referensi1010[1]
Karang Tubbataha di Palawan
Karang Tubbataha
Lokasi Karang Tubbataha di dekat Pulau Palawan
Karang Tubbataha di Filipina
Karang Tubbataha
Karang Tubbataha (Filipina)

Taman Alam Tubbataha, juga dikenal sebagai Taman Alam Karang Tubbataha (Filipino: Bahurang Tubbataha), merupakan kawasan lindung Filipina yang terletak di tengah Laut Sulu. Kawasan ini merupakan suaka burung dan laut yang terdiri dari dua atol besar (yang disebut Atol Utara dan Atol Selatan) dengan Karang Jessie Beazley yang lebih kecil, di mana luas totalnya mencapai 97.030 hektar. Taman alam ini terletak di 150 kilometer tenggara Puerto Princesa, ibu kota Palawan.[2] Pulau-pulau dan terumbu karang yang tak berpenghuni ini merupakan bagian dari munisipalitas kepulauan Cagayancillo, yang terletak sekitar 130 kilometer di timur laut terumbu karang tersebut.[2]

Pada bulan Desember 1993, UNESCO mendeklarasikan Taman Alam Karang Tubbataha sebagai Situs Warisan Dunia, mengingat karakteristik unik terumbu karang atol ini dengan kepadatan spesies laut yang sangat tinggi, khususnya di Atol Utara, yang berfungsi sebagai tempat bersarang bagi burung dan penyu laut. Situs ini merupakan contoh terumbu karang murni yang sangat baik dengan dinding tegak lurus setinggi 100 m, laguna yang luas, dan dua pulau karang.[3] Pada tahun 1999, Konvensi Ramsar mendaftarkan Tubbataha sebagai salah satu lahan basah penting internasional.[4] Pada tahun 2008, terumbu karang ini dinominasikan dalam New7Wonders of Nature.[5]

Taman nasional ini dan seluruh kepulauan Filipina merupakan bagian dari Segitiga Terumbu Karang, yang diakui sebagai pusat keanekaragaman hayati laut yang mengandung 75% spesies karang yang telah diidentifikasi dan 40% ikan karang dunia.[6] Kawasan ini berada di bawah ancaman serius akibat penangkapan ikan berlebih dan praktik penangkapan ikan yang merusak.[7] Penelitian para ilmuwan yang telah mengunjungi terumbu karang sejak tahun 1980-an mengungkapkan bahwa Taman Alam Karang Tubbataha memiliki lebih dari 600 spesies ikan, 360 spesies koral, 11 spesies hiu, 13 spesies lumba-lumba dan paus, serta 100 spesies burung. Terumbu karang ini juga berfungsi sebagai tempat bertelur bagi penyu sisik dan penyu hijau.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Tubbataha Reefs Natural Park". Ramsar Sites Information Service. Diakses tanggal April 25, 2018.
  2. ^ a b "Location of Tubbataha Reef". Tubbataha Reefs Natural Park. Diarsipkan dari asli tanggal March 12, 2020. Diakses tanggal November 30, 2019.
  3. ^ "World Heritage List – Tubbataha Reefs Natural Park". UNESCO.
  4. ^ "Global and Ecological Significance of Tubbataha". Official Website of the Tubbataha Reefs National Park. Diarsipkan dari asli tanggal November 17, 2016. Diakses tanggal February 11, 2013.
  5. ^ Aie Balagtas See (August 14, 2008). "4 RP bets in New 7 Wonders of Nature drop in rankings". GMA News. Diakses tanggal February 6, 2013.
  6. ^ "The Coral Triangle". website. The Nature Convservancy. Diarsipkan dari asli tanggal October 28, 2016. Diakses tanggal November 24, 2013.
  7. ^ Mnepornuc (August 5, 2009). "Saving the Coral Triangle". National Geographic Intelligent Travel. Retrieved on 2013-11-24.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement