Kapal perusak kelas Gwanggaeto the Great
| Kelas Gwanggaeto the Great (KDX-I) | |
|---|---|
Kapal perusak kelas Gwanggaeto the Great dalam latihan | |
| Jenis | Kapal perusak / Fregat |
| Negara asal | |
| Sejarah pemakaian | |
| Masa penggunaan | 1998–sekarang |
| Digunakan oleh | Angkatan Laut Republik Korea |
| Sejarah produksi | |
| Tahun | 1981–1994 |
| Produsen | Daewoo Heavy Industries |
| Diproduksi | 1994–2000 |
| Jumlah produksi | 3 |
| Varian | Kelas Bhumibol Adulyadej (Thailand) |
| Spesifikasi | |
| Berat | 3.885–3.900 ton (muatan penuh) |
| Panjang | 135,5 m (444 ft 7 in) |
| Lebar | 14,2 m (46 ft 7 in) |
| Awak | 286 orang |
| Senjata utama |
* 1 × OTO Melara 127 mm/54 kaliber
|
| Senjata pelengkap |
* 2 × Goalkeeper 30 mm CIWS
|
| Jenis Mesin | * 2 × General Electric LM2500-30 turbin gas
|
| Daya jelajah | 4.500 mil laut (8.300 km) pada 18 knot (33 km/jam) |
| Kecepatan | 30 knot (56 km/jam) |
Kelas Gwanggaeto the Great (bahasa Korea: 광개토대왕급 구축함, translit. Gwanggaetodaewang-geup Guchukham), sering disebut KDX-I, adalah kelas kapal perusak (diklasifikasikan oleh sebagian pihak sebagai fregat) yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Republik Korea. Kapal ini merupakan tahap pertama dari Program KDX (Korean Destroyer Experimental) yang bertujuan mengubah Angkatan Laut Korea dari kekuatan pertahanan pesisir menjadi angkatan laut samudra.[1][2]
Sejarah pengembangan
Pada tahun 1981, Angkatan Laut Republik Korea memulai studi dasar untuk Program KDX (Korean Destroyer Experimental) guna menggantikan kapal perusak tua peninggalan Angkatan Laut Amerika Serikat dari era 1950-an dan 1960-an.[3] Program ini merupakan tonggak penting karena menandai pertama kalinya Korea Selatan merancang dan membangun kapal perusak secara mandiri.
Pada tahun 1989, Daewoo Heavy Industries (sekarang Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering/DSME) mulai mengerjakan kapal perusak 4.000 ton ini. Kapal ini merupakan hasil rekayasa desain 100% pertama oleh galangan kapal Korea.[4] Pembangunan kapal pertama dimulai dengan pemotongan baja pertama pada April 1994 di galangan Daewoo di Okpo, Geoje.[5]
Desain
Dimensi dan propulsi
Kelas Gwanggaeto the Great memiliki panjang 135,5 meter, lebar 14,2 meter, dan sarat air 4,2 meter. Bobot muatan penuhnya mencapai 3.885–3.900 ton.[6]
Sistem propulsi menggunakan kombinasi CODOG (combined diesel or gas) yang terdiri dari:
- 2 × turbin gas General Electric LM2500-30
- 2 × mesin diesel SsangYong 20V 956 TB 82
- 2 poros baling-baling
Konfigurasi ini memungkinkan kapal mencapai kecepatan maksimum 30 knot (56 km/jam) dan jangkauan 4.500 mil laut (8.300 km) pada kecepatan jelajah 18 knot (33 km/jam).[3]
Persenjataan
Senjata permukaan
- 1 × meriam OTO Melara 127 mm/54 kaliber di haluan, mampu menembak hingga 40 butir per menit dengan jangkauan 30.000 meter.[3]
- 8 × RGM-84 Harpoon dalam dua buah peluncur kuadrupel, dengan jangkauan maksimum 124 km dan hulu ledak 224 kg.[3]
Pertahanan udara
- 16 × RIM-7 Sea Sparrow dalam sistem peluncur vertikal (VLS) Mk 48 Mod 2.
- 2 × Goalkeeper CIWS kaliber 30 mm sebagai sistem pertahanan titik jarak dekat.[6]
Senjata anti-kapal selam
- 6 × tabung torpedo 324 mm Mk 32 (2×3) untuk Mark 46 dengan jangkauan 11 km.[3]
- 2 × helikopter Super Lynx yang dilengkapi sonar celup dan torpedo.
Sensor dan elektronik
Sistem sensor terdiri dari:
- AN/SPS-49(V) radar pencari udara 2D jarak jauh
- Signaal MW 08 radar pencari permukaan 3D
- Daewoo SPS-95k radar navigasi
- 2 × Signaal STIR 180 radar kendali tembak
- ATLAS DSQS-21BZ sonar lambung
Sistem peperangan elektronik mencakup:
- ARGOSystems AR 700 dan APECS II untuk dukungan dan penanggulangan elektronik
- 4 × CSEE DAGAIE MK 2 peluncur umpan
- SLQ-25 Nixie penarik umpan torpedo
Modernisasi
Pada September 2016, Angkatan Laut Korea Selatan memulai Program Peningkatan Kinerja (PIP) untuk ketiga kapal KDX-I. Program ini menelan biaya 67,41 miliar won dan mencakup:
- Penggantian sistem manajemen tempur (CMS) asing dengan sistem buatan Hanwha Systems (Naval Shield ICMS) yang mampu memproses data tiga kali lebih banyak dan 100 kali lebih cepat.[5]
- Pemasangan sonar Towed Array Sonar System (TASS) domestik untuk meningkatkan kemampuan anti-kapal selam.[7]
- Pemasangan Link 16 dan sistem identifikasi teman-atau-lawan (IFF) yang lebih canggih.[5]
Jadwal penyelesaian modernisasi:
- ROKS Yang Man-chun – selesai September 2020
- ROKS Gwanggaeto the Great – selesai November 2021
- ROKS Eulji Mundeok – selesai Desember 2021
Kapal dalam kelas
| Nama | Nomor lambung | Pembangun | Diluncurkan | Ditugaskan | Status |
|---|---|---|---|---|---|
| ROKS Gwanggaeto the Great | DDH-971 | Daewoo Heavy Industries | 28 Oktober 1996 | 24 Juli 1998 | Aktif |
| ROKS Eulji Mundeok | DDH-972 | Daewoo Heavy Industries | 16 Oktober 1997 | 30 Agustus 1999 | Aktif |
| ROKS Yang Man-chun | DDH-973 | Daewoo Heavy Industries | 30 September 1998 | 29 Juni 2000 | Aktif |
Varian
Kelas Bhumibol Adulyadej (Thailand)
Pada April 2013, Pemerintah Thailand memesan satu unit fregat varian dari kelas Gwanggaeto the Great dengan penambahan fitur stealth. Kapal tersebut diberi nama HTMS Bhumibol Adulyadej dan mulai bertugas pada tahun 2019.[2][8] Kapal kedua, HTMS Prasae, rencananya akan dibangun tetapi ditunda.
Kegiatan
Pada November 2023, ROKS Gwanggaeto the Great (DDH-971) melakukan kunjungan ke Jakarta, Indonesia, dalam rangka memperkuat kerja sama militer antara Angkatan Laut Korea Selatan dan TNI Angkatan Laut. Kedatangan kapal ini disambut oleh Panglima Komando Armada III dan merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan navy brotherhood antara kedua negara.[6]
Lihat pula
- Kelas Chungmugong Yi Sun-sin – penerus KDX-I
- Kelas Sejong the Great – KDX-III, kapal perusak AEGIS Korea Selatan
- KDX (program)
Referensi
- ^ "Korea's KDX-III AEGIS Destroyers". Defense Industry Daily. 2008-12-02. Diakses tanggal 2008-12-03.
- ^ a b Nanuamy, Wassana (December 19, 2018). "Navy prepares to receive new ship". Bangkok Post. Diakses tanggal 18 December 2019.
- ^ "Gwanggaeto the Great-class destroyer". Wikipedia bahasa Inggris. Diakses tanggal 2026-03-29.
- ^ a b c "South Korean navy receives second upgraded KDX-I-class destroyer". Janes. 2021-10-22. Diakses tanggal 2026-03-29.
- ^ a b c "Kapal Perang Korsel Kelas Destroyer Merapat ke Jakarta". Kompas.com. 2023-11-06. Diakses tanggal 2026-03-29.
- ^ Voytenko, Mikhail (October 26, 2019). "Thai Navy News – new frigate, another one postponed, submarine keel laying ceremony". FleetMon (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 18 December 2019.
Daftar pustaka
- Saunders, Stephan, ed. (2009). Jane's Fighting Ships 2009-2010. Jane's Information Group. ISBN 978-0-7106-2888-6.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


