Kanonisasi ekuivalen
Kanonisasi ekuvalen (Latin: equipollens canonizatio) seorang Paus dapat memilih untuk melepaskan proses peradilan, atribusi formal mukjizat, dan pemeriksaan ilmiah yang biasanya terlibat dalam kanonisasi seorang orang kudus. Hal ini dapat terjadi ketika orang kudus tersebut telah dihormati sejak zaman kuno dan terus-menerus oleh umat beriman.
Sejarah
Penghormatan terhadap para martir dan orang-orang kudus lainnya telah dibuktikan sejak abad-abad pertama Gereja. Akan tetapi, kanonisasi sebagai prosedur gerejawi baru digariskan pada abad ke-11 dengan tujuan untuk mencari orang-orang Kristen yang layak mendapatkan penghormatan universal Gereja, sehingga menghindari kebingungan antara gereja-gereja lokal dan mengupayakan agar kebajikan orang yang meninggal terbukti sepenuhnya. Selama masa ini, otoritas Paus diminta untuk mengklaim kepadanya atau kepada sinode kekuasaan untuk menentukan pemujaan tersebut.[1]
Daftar


Sebagai contoh, sebelum masa kepausannya, dari metode kanonisasi ini, Paus Benediktus XIV menyebutkan kanonisasi santo-santo yang setara diantara lain:
- Romualdus – 9 Juli 1595
- Norbert – 7 September 1621
- Bruno dari Cologne – 6 Oktober 1623
- Paus Gregorius VII – 25 September 1728
- Václav I – 14 Maret 1729
- Gertrudis Agung – 20 Juli 1738
Kanonisasi lain yang setara termasuk kanonisasi para santo adalah:
- Guillaume Pinchon, Uskup dari Saint-Brieuc – 24 Maret 1247
- Gottfried von Cappenberg, OPraem – 8 Maret 1728
- Petrus Damianus – 1 Oktober 1828
- Guido, Uskup dari Acqui – 22 September 1859
- Vibiana – Februari 1854
- Sirilus dan Metodius – 30 September 1880
- Sirilus dari Aleksandria – 28 Juli 1882
- Sirilus dari Yerusalem – 28 Juli 1882
- Yustinus Martir – 28 Juli 1882
- Agustinus dari Canterbury – 28 Juli 1882
- Yohanes dari Damaskus – 29 Agustus 1890
- Silvester Gozzolini – 29 Agustus 1890
- Beda Venerabilis – 25 Mei 1899
- Efrem dari Siria – 5 Oktober 1920
- Albertus Agung – 15 Desember 1931
- John Fisher – 19 Mei 1935
- Thomas More – 19 Mei 1935
- Gregorio Barbarigo – 26 Mei 1960
- Berthold dari Garsten – 8 Januari 1970
- Meinhard dari Livonia – 8 September 1993
- Hildegardis dari Bingen – 10 Mei 2012
Paus Fransiskus juga menambahkan:
- Angela dari Foligno[2] – 9 Oktober 2013
- Petrus Faber – 17 Desember 2013
- Yosef dari Ankieta – 3 April 2014[3][4]
- Marie dari Inkarnasi – 3 April 2014[4]
- François de Laval – 3 April 2014[4]
- Bartolomeus dari Braga – 5 Juli 2019
- Margaret dari Castello – 24 April 2021
- Martir-Martir Compiègne – 18 Desember 2024[5]
Referensi
- ^ "Beatification and Canonization". Catholic Encyclopedia (dalam bahasa Inggris). 1907. Diakses tanggal 11 May 2012.
- ^ Angelo Amato, "La canonizzazione equipollente della mistica Angela da Foligno" in L'Osservatore Romano (12 October 2013).
- ^ "Pope Canonizes Jose de Anchieta, Known as Brazil's Apostle". Fox News Latino. Diarsipkan dari asli tanggal 6 October 2014. Diakses tanggal 4 October 2014.
- ^ a b c Wooden, Cindy (3 April 2014). "Pope declares by decree three new saints for the Americas". Catholic News Service. Diarsipkan dari asli tanggal 9 January 2015. Diakses tanggal 4 October 2014.
- ^ Courtney Mares, "Pope Francis Declares French Martyrs of Compiègne Saints Via Equipollent Canonization" in National Catholic Register (18 December 2024).
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


