Kamp Pangkalan Everest

Kamp Pangkalan Everest (bahasa Inggris: Everest Base Camp, EBC) adalah pangkalan dasar (base camp) di Gunung Everest. Terdapat 2 pangkalan di EBC, masing-masing terletak di sisi yang berlawanan: Kamp Selatan (South Base Camp) berada di Nepal pada ketinggian 5.364 meter () di atas permukaan laut, sedangkan Pangkalan Utara (North Base Camp) terletak di Tibet dengan ketinggian 5.150 meter ().[1][2][3]
Kedua pangkalan ini merupakan area perkemahan sederhana di kaki Gunung Everest yang digunakan para pendaki selama proses pendakian dan penurunan. Tak hanya pendaki, pangkalan ini juga sering dikunjungi oleh para trekker. Pangkalan Selatan digunakan untuk pendakian melalui jalur tenggara, sementara Pangkalan Utara dipakai untuk jalur timur laut.[4]
Logistik untuk Pangkalan Selatan diangkut oleh porter dengan bantuan hewan, biasanya yak. Sementara itu, Pangkalan Utara bisa diakses melalui jalan beraspal yang terhubung dengan Jalan Nasional Tiongkok 318. Para pendaki biasanya menghabiskan waktu beberapa hari di pangkalan untuk aklimatisasi dengan ketinggian dan mengurangi risiko sakit gunung.
Pangkalan Selatan
| Kamp Pangkalan Selatan (Nepal) | |
|---|---|
| South Base Camp | |
Khumbutse menghadap ke hamparan tenda Pangkalan Selatan di Nepal | |
| Lokasi | Nepal |
| Ketinggian | 5.364 meter |
| Fasilitas | RS lapangan sederhana, landasan helikopter |
Pendakian ke EBC di sisi selatan, yang terletak pada ketinggian 5.364 meter, merupakan salah satu rute trekking paling populer di Himalaya. Sekitar 40.000 orang per tahun melakukan perjalanan ini dari Bandara Lukla (2.846 meter).[5] Para trekker biasanya terbang dari Kathmandu ke Lukla untuk menghemat waktu dan tenaga sebelum memulai pendakian menuju pangkalan, meskipun sebenarnya trekking ke Lukla juga memungkinkan. Tidak ada jalan darat dari Kathmandu ke Lukla, sehingga satu-satunya cara mengangkut barang besar dan berat adalah dengan pesawat.

Dari Lukla, pendaki melanjutkan perjalanan menuju Namche Bazaar, ibu kota masyarakat Sherpa yang berada di ketinggian 3.440 meter, mengikuti lembah Sungai Dudh Kosi. Perjalanan ini memakan waktu sekitar dua hari. Desa ini menjadi pusat aktivitas utama di wilayah tersebut, dan biasanya para pendaki beristirahat satu hari di sini untuk aklimatisasi. Mereka kemudian melanjutkan trek selama dua hari lagi ke Dingboche (4.260 meter) sebelum beristirahat kembali satu hari untuk penyesuaian tubuh. Mayoritas trekker menggunakan jalur tradisional melewati biara Tengboche, tetapi belakangan ini, jalur tinggi melalui Mong La dan Phortse semakin populer karena pemandangannya yang spektakuler. Dua hari berikutnya, mereka mencapai EBC melalui Gorakshep, dataran luas di bawah Kala Patthar (5.545 meter) dan Gunung Pumori.
Pada 25 April 2015, gempa bumi berkekuatan 7,8 SR mengguncang Nepal dan memicu longsoran salju di Pumori yang menerjang Pangkalan Selatan.[6] Setidaknya 19 orang dilaporkan tewas akibat insiden ini. Dua minggu kemudian, tepatnya 12 Mei, gempa susulan berkekuatan 7,3 kembali terjadi.[7] Beberapa jalur menuju EBC rusak akibat gempa ini dan membutuhkan perbaikan.[5]
Pada 17 Juni 2022, diumumkan bahwa pangkalan akan dipindahkan 200–400 meter lebih rendah karena Gletser Khumbu, tempat kampalan berada, mengalami pencairan dan penipisan yang cepat sehingga dianggap tidak lagi aman bagi para trekker.[8]
Pada Maret 2024, papan informasi baru dipasang di EBC, memicu reaksi keras dari sebagian trekker dan pendaki yang lebih menyukai batu berlapis grafiti yang selama ini dianggap sebagai penanda awal pendakian.[9] Papan tersebut menampilkan informasi terbaru serta gambar Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay.[10] Namun, pada Mei 2024, otoritas setempat mencopot papan itu—diduga karena kurang diterima—meski mereka menyatakan rencana untuk memasangnya kembali dengan informasi tambahan dan perlindungan lebih kuat agar tahan terhadap pergerakan tanah musiman.[9][11]
Pangkalan Utara
| Kamp Pangkalan Utara (Tibet) | |
|---|---|
| North Base Camp | |
Gunung Everest dari Pangkalan Utara, Tibet | |
| Lokasi | Tibet |
| Koordinat | 28°8′29″N 86°51′5″E / 28.14139°N 86.85139°E |
| Ketinggian | 5.200 meter |
Untuk mengunjungi Pangkalan Utara, diperlukan izin khusus dari Pemerintah Tiongkok, selain izin kunjungan ke Tibet itu sendiri. Izin-izin ini biasanya diurus melalui biro perjalanan di Lhasa sebagai bagian dari paket tur yang mencakup penyewaan kendaraan, sopir, dan pemandu wisata.
Akses menuju Pangkalan Utara dilakukan melalui jalan darat sepanjang 100 km yang bercabang ke arah selatan dari Jalan Raya Persahabatan (Friendship Highway) dekat Shelkar, di kaki selatan Celah Gyatso La yang tingginya 5.220 meter. Jalan ini mengarah ke Biara Rongbuk dengan pemandangan dramatis wajah utara Gunung Everest.
Dari penginapan Rongbuk, semua wisatawan diwajibkan menggunakan kereta kuda atau bus kecil yang dikelola pemerintah untuk membatasi lalu lintas di bagian terakhir jalan berbatu. Kendaraan ini akan membawa pengunjung ke bukit penanda pada ketinggian 5.200 meter di atas permukaan laut, tepat sebelum area perkemahan pendaki.
Galeri
Pangkalan Utara
-
EBC sisi Nepal di kiri bawah, Air Terjun Es Khumbu di kanan -
Panorama gletser Khumbu dengan EBC di sebelah kiri di atas punggung bukit -
Kamp Pangkalan Everest (EBC) -
Air terjun es Khumbu -
Platform tenda sementara di gletser Khumbu di EBC Selatan, Nepal. -
EBC berada di atas gletser yang mencair
Pangkalan Selatan
-
Titik terjauh yang dapat ditempuh mobil pribadi di EBC sisi Tibet
-
Rumah teh di Pangkalan Utara -
Interior rumah teh di EBC, Tibet
-
Titik awal pendakian Pangkalan Utara melalui biara Rongbuk -
Tenda pendaki di area terlarang di luar area terbuka untuk wisatawan -
Kamp terlihat di punggungan timur laut, Tibet, 2011
Lihat pula
Referensi
- ^ Foster, Jeanette (2010). Frommer's Hawaii 2010. Internet Archive. Hoboken, N.J. : Wiley Publishing. ISBN 978-0-470-49765-4.
- ^ Reynolds, Kev (2005-09-21). Everest: A Trekker's Guide: Trekking Routes in Nepal and Tibet (dalam bahasa Inggris). Cicerone Press. ISBN 978-1-84965-076-2.
- ^ Buckley, Michael (2008). Shangri-La: A Practical Guide to the Himalayan Dream (dalam bahasa Inggris). Bradt Travel Guides. ISBN 978-1-84162-204-0.
- ^ Mayhew, Bradley; Bindloss, Joe (2009). Trekking in the Nepal Himalaya. Lonely Planet. ISBN 978-1741041880. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b "4 sections of trekking route to Mount Everest were damaged by earthquake, assessment finds". Fox News (dalam bahasa American English). 2015-08-07. Diakses tanggal 2025-06-27.
- ^ "Everest Base Camp a 'War Zone' After Earthquake Triggers Avalanches". National Geographic. 26 April 2021.
- ^ "Avalanche triggered by quake kills 18 on Mount Everest - Times of India". The Times of India. Diakses tanggal 2025-06-27.
- ^ "Nepal to move Everest base camp from melting glacier" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2022-06-17. Diakses tanggal 2025-06-27.
- ^ a b "Khumbu municipality temporarily removes signboard at Everest Base Camp". Everest Chronicles. 2024-05-28. Diakses tanggal 2024-11-04.
- ^ "New Signboard at Everest Base Camp: Hit or Miss?". 2024-04-04.
- ^ Benavides, Angela (2024-05-28). "Everest Billboard Comes Down as Season Nears End » Explorersweb". Explorersweb. Diakses tanggal 2025-06-27.
28°0′26″N 86°51′34″E / 28.00722°N 86.85944°E 28°8′29″N 86°51′5″E / 28.14139°N 86.85139°E
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


