Kameloh

Dua gadis Dayak

Kameloh atau disebut juga Bawi Kameloh, atau Kameloh Putak Bulau Janjulen Karangan Limut Batu Kamasan Tambun adalah tokoh mitologi dalam agama Kaharingan, agama asli suku Dayak di pulau Kalimantan. Dalam mitologinya, Kameloh dan suaminya yang bernama "Manyamei Tunggul Haring Janjahunan Laut" adalah sepasang manusia yang pertama kali diciptakan di dunia oleh Ranying Hatalla Langit (sebutan Tuhan dalam agama Kaharingan) serta Jatha Balawang Bulau (bayangan dari Ranying Hatalla itu sendiri).[1] Kini nama Kameloh diabadikan sebagai nama tempat rekreasi di Kalimantan Tengah, yaitu "Taman Pasuk Kameloh" yang terletak di jalan S. Parman, Kota Palangkaraya.

Sejarah

Nama Kameloh Berasal dari Bahasa Dayak Ngaju yaitu Kameluh yang berarti Gadis Cantik. Berdasarkan cerita masyarakat setempat bahwa pada jaman dulu sekitar Abad 19 Masehi ada kejadian yang dialami oleh warga masyarakat setempat yang melihat penampakan sosok Gadis Cantik dengan rambut panjang di bawah Pohon Beringin di Dukuh Tanggaring, yang merupakan bagian dari Wilayah Bereng Bengkel. “Bawi Kameloh” berasal dari bahasa Dayak Ngaju. Kata “Bawi” artinya gadis, dan “Kameloh” sebagai penyebutan gadis Dayak Ngaju. “Bawi Kameloh” merupakan sosok mitos ideal gadis suku Dayak yang pemberani, tangguh, pintar, dan hebat. “Bawi Kameloh” merupakan komposisi musik program dalam format ansambel musik etnis Dayak Ngaju dan musik Barat. Karakter sosok “Bawi Kameloh” dijadikan inspirasi dalam pembuatan komposisi ini dalam menggambarkan penulis yang berasal dari suku Dayak Ngaju.[2]

Referensi

  1. ^ Sadek, Heny A. (2021-10-08). "Kearifan Lokal Agama Hindu Kaharingan Untuk kelas VII". Jayapangus Press Books (dalam bahasa Inggris): i–95.
  2. ^ "DSpace". repository.uksw.edu. Diakses tanggal 2025-11-09.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement