Kamar Dagang dan Industri Indonesia-Prancis
Kamar Dagang dan Industri Indonesia-Prancis
Kamar Dagang dan Industri Indonesia-Prancis merupakan hasil kolaborasi antara KADIN Indonesia dan pengusaha Prancis yang tergabung dalam MEDEF International. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan investasi di berbagai sektor strategis, seperti energi, infrastruktur, pembiayaan, pertahanan, serta barang konsumsi.[1]
Latar Belakang Kerja Sama Dagang dan Industri Indonesia-Prancis
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia telah meresmikan pembukaan Kantor Global Engagement Office (KADIN GEO) di Paris, Prancis. Kantor ini akan berperan sebagai garda terdepan dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Prancis, sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan kepentingan dunia usaha nasional dengan komunitas bisnis global.[2]
Bagi Prancis, Indonesia dipandang sebagai pintu masuk strategis ke pasar Asia Tenggara dan kawasan Indo-Pasifik yang sedang berkembang pesat. Faktor seperti skala pasar domestik Indonesia yang besar serta populasi yang muda dan dinamis menjadi daya tarik utama bagi investasi asing.[2]
Kehadiran KADIN GEO membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Prancis untuk memperluas kehadiran mereka di Indonesia, terutama di sektor-sektor prioritas seperti kehutanan berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, dan transformasi digital industri. Prancis sendiri telah lama menjalin kemitraan ekonomi dengan Indonesia, dan pembukaan kantor ini diharapkan semakin mempererat kolaborasi tersebut.[2]
Melalui dukungan MEDEF International, yang mewakili lebih dari 200.000 perusahaan lintas sektor, KADIN Indonesia menargetkan peningkatan konektivitas dan kemitraan dalam bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi lintas negara. Inisiatif ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam perekonomian global.[2]
Sejarah Kerja Sama Dagang dan Industri Indonesia-Prancis
Hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis yang telah terjalin sejak September 1950 terus mengalami penguatan. Kedua negara telah sepakat untuk membentuk kemitraan strategis yang berfokus pada lima sektor utama, yakni perdagangan dan investasi, pendidikan, industri pertahanan, budaya dan sosial, serta penanganan perubahan iklim.[3]
Dalam hal investasi, data menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2019, investasi Prancis di Indonesia mencapai USD 16,89 juta yang tersebar di 255 proyek, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar USD 13,10 juta untuk 186 proyek. Peningkatan yang lebih tajam terjadi pada 2021, di mana investasi Prancis melonjak 480% dari USD 25 juta pada 2020 menjadi USD 145 juta, menurut data dari Kementerian Luar Negeri.[3]
Guna memperkuat potensi kerja sama, pada 29 November 2022, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mengadakan pertemuan dengan MEDEF International di Menara Kadin Indonesia. Pertemuan ini membahas peluang kerja sama dan peningkatan investasi antara pelaku usaha kedua negara. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pimpinan KADIN, termasuk Ketua Umum Arsjad Rasjid dan para Wakil Ketua Umum dari berbagai bidang strategis.[4]
Kemitraan konkret juga terlihat dalam penyelenggaraan 'Innovation Day' pada Mei 2024 di Hotel Fairmont Jakarta, hasil kolaborasi antara KADIN Indonesia dan perusahaan teknologi Prancis, Thales Group. Acara ini bertujuan mendorong pertumbuhan sektor digital dan mendukung transformasi digital nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Keterlibatan Thales dalam proyek smart city Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi bukti kontribusi mereka di bidang keamanan digital. Melalui kerja sama ini, teknologi dari Prancis dialihkan ke Indonesia untuk mendukung digitalisasi layanan publik, keamanan siber, hingga pengembangan teknologi antariksa dan pertahanan.[5]
Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Prancis tidak hanya terjadi di tingkat pemerintah, tetapi juga mempererat relasi antarpelaku usaha dan masyarakat. Sebagai hasilnya, sebanyak 26 nota kesepahaman (MoU) telah ditandatangani di dua lokasi penting, yakni Istana Negara dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.[6]
Sepuluh Nota Kesepahaman (MoU) Kamar Dagang dan Industri Indonesia Prancis
Sepuluh nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memiliki nilai sekitar 11 miliar dolar AS. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis yang penting sebagai persiapan menuju penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia (EU-Indonesia CEPA). Dengan populasi ASEAN yang mencapai 650 juta jiwa, Indonesia memegang peranan signifikan di kawasan ini, sementara Uni Eropa, dengan populasi sekitar 350 juta jiwa, menjadikan Prancis sebagai negara kunci. Kedua wilayah ini memiliki hubungan yang saling melengkapi, bukan saling bersaing. Sepuluh MoU tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain:[6]
- Nota Kesepahaman antara MEDEF International dan Kadin Indonesia membahas kerja sama dalam bidang ketahanan pangan serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG merupakan salah satu dari empat inisiatif unggulan (Quick Wins) yang saat ini sedang intensif dijalankan oleh Kadin Indonesia. Program ini fokus pada pengembangan industri makanan dengan rencana pendirian 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Bersama MEDEF, Satuan Tugas (Satgas) MBG Gotong Royong dari Kadin Indonesia akan melaksanakan proyek percontohan pendirian beberapa SPPG yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Proyek percontohan ini juga akan menghasilkan sejumlah buku panduan yang bertujuan membantu anggota Kadin Indonesia di berbagai daerah dalam membangun SPPG di wilayah masing-masing.[7]
- Nota kesepahaman antara PT APINDO dan MEDEF International bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan bisnis keluarga antara Indonesia dan Prancis. Kolaborasi ini dirancang untuk membangun kemitraan jangka panjang lintas sektor, meliputi bidang perhotelan, manufaktur, agribisnis, properti, industri kreatif, serta pengembangan bisnis keluarga. Kesepakatan ini mencerminkan kesamaan visi kedua pihak dalam mendorong pemberdayaan bisnis keluarga sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan pelestarian nilai lintas generasi. Di Indonesia dan Prancis, bisnis keluarga menyumbang lebih dari 70 persen dari sektor swasta dengan nilai aset gabungan melebihi US$1,2 triliun. Melalui perjanjian ini, terbuka peluang nyata untuk kolaborasi bisnis, investasi lintas negara, serta pertukaran praktik tata kelola antargenerasi. Kedua pihak juga mendorong pertukaran pengetahuan mengenai perencanaan suksesi, pengelolaan warisan keluarga, dan kepemimpinan generasi penerus, serta menempatkan perusahaan keluarga sebagai elemen kunci dalam menjaga keberlanjutan keuangan, kegiatan filantropi lintas negara, dan investasi jangka panjang.[8]
- Nota Kesepahaman antara PT Istana Karang Laut dan SEAOWL SAS ditandatangani sebagai bentuk kerja sama dalam proyek pembangunan kilang Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Inisiatif pengembangan SAF di Indonesia ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar. Proyek ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan peluang kerja, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan nilai tambah dalam perekonomian nasional. Merujuk pada Roadmap SAF yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenkomarves) dalam ajang Bali International Airshow 2024, ditetapkan target awal kontribusi SAF sebesar 1% pada tahun 2027, dengan rencana peningkatan bertahap hingga mencapai target jangka panjang pada tahun 2050.[7]
- Kesepakatan Bersama antara Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dan PT HDF Energy Indonesia mengenai Pengembangan Ekosistem Hidrogen Hijau di Provinsi NTT menandai tonggak penting dalam upaya transisi energi di wilayah tersebut. Melalui kerja sama investasi sebesar 600 juta dolar Amerika Serikat dengan PT HDF Energy Indonesia, NTT menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong penggunaan energi hijau di tingkat global. Kerja sama ini mencakup pembangunan delapan pembangkit listrik yang menggunakan teknologi Renewstable, yang akan dibangun di delapan kabupaten di NTT.[9] Transformasi ini mempertegas posisi NTT sebagai pelopor energi bersih dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal, seperti sinar matahari dan angin. Hal ini juga menjadi bukti bahwa wilayah timur Indonesia memiliki kemampuan untuk menjadi pusat inovasi energi terbarukan di dunia. Teknologi Renewstable yang mengombinasikan energi surya dan angin serta menyimpannya dalam bentuk hidrogen sebagai sumber energi yang stabil dinilai sangat sesuai untuk wilayah kepulauan terpencil seperti NTT, yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur kelistrikan. Pemerintah Prancis pun memandang Indonesia, khususnya NTT, sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem energi hijau.[9]
- Nota Kesepahaman antara PT SMART Tbk. (PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk.) dan Pacemar. Sebagai bagian dari inisiatif untuk memperkuat perekonomian maritim baik di tingkat nasional maupun global, PT SMART Tbk. bersama Pacemar menjalin kerja sama strategis dalam bentuk akuisisi dan investasi dengan total nilai sebesar 350 juta dolar Amerika Serikat selama periode lima tahun. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasok industri dalam negeri serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di seluruh Nusantara. Guna mendukung distribusi komoditas di sektor pertanian dan kehutanan secara lebih terintegrasi di berbagai pulau, dana investasi tersebut akan dialokasikan untuk mengakuisisi kapal pengangkut komoditas mineral dan pertanian yang berasal dari Indonesia, serta untuk pengembangan infrastruktur pelabuhan swasta dan fasilitas logistik di daratan.
- Nota Kesepahaman antara Crédit Agricole Corporate and Investment Bank (CACIB) dan Danantara mengenai kerja sama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan transformasi ekonomi. Danantara Indonesia memiliki mandat untuk meningkatkan dan mengoptimalkan investasi serta operasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sumber pendanaan lainnya. Fokus investasi diarahkan pada bidang energi terbarukan, infrastruktur digital yang mencakup pusat data dan ekosistem digital, serta sektor pangan dan pertanian, yang sejalan dengan tujuan Danantara Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, Danantara Indonesia dan CACIB membentuk sebuah kelompok kerja guna mengidentifikasi dan menilai potensi kolaborasi dengan memanfaatkan jaringan global CACIB serta keahliannya di bidang keuangan berkelanjutan, pembiayaan aset, dan pasar internasional.[10]
- Nota kesepahaman antara PT Pertamina NRE (New and Renewable Energy) dan MGH Energy terkait pengembangan bahan bakar rendah karbon dan terbarukan telah disepakati. Melalui kerja sama dengan MGH Energy, PT Pertamina NRE yakin dapat mendorong pengembangan solusi teknologi rendah karbon yang inovatif, sehingga mampu menjadi pemain utama dalam proses transisi energi, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional. Sebagai langkah strategis, PT Pertamina NRE dan MGH Energy akan melakukan studi kelayakan bersama, bertukar teknologi, serta mengeksplorasi potensi investasi dalam proyek energi rendah karbon, termasuk di antaranya e-metanol dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (e-SAF).[11]
- Nota kesepahaman telah ditandatangani antara PT Bio Farma (Persero) dan Bionet France terkait pengembangan vaksin rekombinan gabungan. Dalam upaya memperluas cakupan distribusi vaksin tetanus, difteri, dan pertusis rekombinan selular (TdaP) di kawasan regional, PT Bio Farma bekerja sama dengan Bionet, perusahaan farmasi yang beroperasi di Prancis dan Thailand. Dengan potensi pasar sebesar 10 hingga 15 juta dosis per tahun, kawasan Asia Tenggara (ASEAN) menjadi sasaran pasar dengan nilai sekitar 200 juta dolar Amerika Serikat. Dalam kerjasama ini, PT Bio Farma bertanggung jawab atas pelaksanaan uji klinis dan proses pengajuan perizinan di Indonesia, sedangkan Bionet akan mengelola distribusi di negara-negara anggota ASEAN.[12]
- Nota Kesepahaman antara PT SMART Tbk. dan CIRAD (Centre de Coopération Internationale en Recherche Agronomique pour le Développement) ini bertujuan untuk menjalin inovasi bersama dalam bidang kelapa sawit berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, PT SMART dan CIRAD bertekad mengembangkan solusi ilmiah yang aplikatif guna mendukung praktik kelapa sawit yang berkelanjutan. Fokus utama kerja sama meliputi peningkatan pemahaman ilmiah, penyesuaian terhadap perubahan iklim, serta peningkatan produktivitas di sektor kelapa sawit. Kolaborasi ini mencakup investasi bersama dalam kegiatan riset dan pengembangan, termasuk pemodelan fungsi tanaman serta simulasi dampak perubahan iklim, dengan tujuan menjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa sawit di tengah tantangan risiko iklim yang semakin meningkat.[13]
- Nota Kesepahaman antara PT MRT Jakarta dan Alstom menegaskan komitmen kedua pihak dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang berkualitas tinggi dan berteknologi mutakhir. PT MRT Jakarta berusaha terus meningkatkan pelayanan demi mendukung masa depan mobilitas perkotaan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia. Sementara itu, Alstom, sebagai mitra internasional yang memiliki reputasi unggul dalam penyediaan solusi sistem perkeretaapian, meliputi rolling stock, sistem sinyal, infrastruktur, serta layanan pendukung lainnya, turut berperan aktif dalam kerja sama ini. Fokus utama kolaborasi antara MRT Jakarta dan Alstom adalah percepatan pengembangan jaringan transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan. Selain itu, pertukaran informasi mengenai teknologi kereta modern, upaya eksplorasi pendanaan, dan pengembangan jalur baru MRT menjadi aspek strategis dalam kemitraan tersebut.[14]
Enam Belas Nota Kesepahaman (MoU) Kamar Dagang dan Industri Indonesia Prancis
Kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia dengan Prancis dilakukan dalam bentuk government to business (G2B) serta business to business (B2B). Sampai saat ini, terdapat 16 nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani oleh kedua negara di Istana Negara Republik Indonesia.[6]
- Nota Kesepahaman mengenai kerja sama peningkatan kapasitas diplomatik ditandatangani oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Menteri Negara untuk Francophonie serta Kemitraan Internasional dari Republik Prancis. Kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis telah terjalin sejak tahun 2011, mencakup kerja sama di tingkat pemerintahan, sektor bisnis, serta hubungan antar masyarakat. Memorandum of Understanding (MoU) diplomatik Indonesia-Prancis tahun 2025 menjadi penegasan akhir dari berbagai kesepakatan yang meliputi bidang transportasi, manajemen risiko bencana, pertanian, serta reformasi kebijakan pertanian. Dalam sektor swasta, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama MEDEF International berperan aktif dalam memperkuat kolaborasi pada bidang energi, agri-food, transportasi, dan logistik. Selain itu, kerja sama antara KADIN Indonesia dan MEDEF International juga berpotensi mengembangkan ekosistem ekonomi digital serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kreatif di sektor film, animasi, dan permainan digital.
- Nota Kesepahaman mengenai perlindungan bersama terhadap informasi rahasia MPCIA telah ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis. Indonesia dan Prancis saat ini tengah mempersiapkan persetujuan terkait Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA) serta perlindungan informasi rahasia yang berkaitan dengan isu-isu di kawasan regional. Khususnya, perjanjian ini mengatur tentang pertukaran dan perlindungan secara timbal balik atas informasi rahasia dan terlindungi di bidang pertahanan.
- Surat pernyataan kerja sama pertahanan strategis telah ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis. Dalam bidang pertahanan, Prancis merupakan salah satu mitra utama bagi Indonesia. Pada tahun 2022, Indonesia mengadakan kontrak pembelian jet tempur Dassault Rafale produksi Prancis senilai 8,1 miliar dolar Amerika Serikat. Hubungan bilateral antara industri pertahanan kedua negara terjalin erat, meliputi pengembangan basis industri pertahanan nasional melalui transfer teknologi, produksi bersama, serta pembangunan kapasitas industri strategis yang berkelanjutan dan menguntungkan kedua pihak.
- Deklarasi kerja sama di bidang pertanian ini ditandatangani oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Kedaulatan Digital Industri Republik Prancis. Deklarasi tersebut bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan, kedaulatan pangan, serta mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan. Kerja sama ini dilaksanakan melalui pertukaran teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan, serta perdagangan produk pertanian dan agroindustri. Selain itu, modernisasi alat serta infrastruktur pertanian juga menjadi bagian penting dari kerja sama ini. Upaya kolaborasi juga mencakup pengembangan sektor pertanian yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim dengan memanfaatkan teknologi seperti rumah kaca, sistem irigasi presisi, dan peralatan pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan petani. Di samping itu, riset bersama untuk menghasilkan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan dan banjir juga digalakkan dalam kerja sama ini.
- Surat Pernyataan kerja sama mengenai mineral kritis telah ditandatangani oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Dalam bidang energi, Prancis menjalin kerja sama dengan Indonesia untuk mengembangkan energi terbarukan, termasuk proyek pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga air. Kemitraan antara Kementerian ESDM Indonesia dan pemerintah Prancis melalui AFD (Agence Française de Développement) sebagai perwakilan, merupakan bentuk upaya bersama antara Indonesia dan Prancis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta mendukung transisi menuju masa depan energi yang berkelanjutan.
- Deklarasi mengenai Kelestarian Kehutanan telah ditandatangani oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Menteri Lingkungan Hidup dari Prancis. Penandatanganan tersebut menetapkan pengembangan kemitraan strategis bilateral yang berlangsung hingga tahun 2050. Kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam mendukung konservasi hutan, pemulihan ekosistem, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dengan tujuan menghentikan deforestasi dan kerusakan hutan pada tahun 2030. Ruang lingkup kerja sama mencakup pengelolaan hutan yang lestari, rehabilitasi hutan, perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati serta sumber daya alam, termasuk pengembangan taman nasional dan sister park, pengembangan perhutanan sosial, serta promosi perdagangan produk kayu legal. Bentuk kerja sama yang dijalankan meliputi pertukaran informasi, pelaksanaan proyek bersama, keterlibatan antar badan usaha atau lembaga, serta dialog yang berkesinambungan.
- Nota kesepahaman mengenai kerja sama di bidang ekonomi kreatif telah ditandatangani oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan Republik Prancis. Kolaborasi di sektor industri kreatif ini bertujuan untuk memberdayakan generasi muda Indonesia dan Prancis yang memiliki potensi kreatif dan inovatif. Berbagai institusi di Prancis, seperti sekolah, pusat riset, dan lembaga kreatif, menyatakan kesiapan mereka untuk berpartisipasi dalam program ini. Di samping itu, kerja sama antara EVO dan Museum Grand Palais Guimet juga telah dimulai, dengan fokus pada penyelenggaraan pameran yang menampilkan karya seniman kontemporer dari kedua negara. Beberapa program kerja sama yang sedang dirancang meliputi kolaborasi di bidang perfilman, yang akan melibatkan Pusat Sinema Nasional Prancis (Centre national du cinéma/CNC) dan sekolah perfilman La Fémis. Kemitraan ini mencakup pelatihan, penyebarluasan karya, serta produksi film bersama.
- Nota Kesepahaman Kerja Sama di Bidang Kebudayaan yang ditandatangani oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan Prancis merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Strategi Kebudayaan yang sebelumnya telah disepakati oleh kedua kepala negara. Nota kesepahaman ini menjadi bagian dari visi jangka panjang dalam rangka menyongsong 100 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis pada tahun 2050. Kesepakatan ini juga mencakup kerja sama dalam pelacakan asal-usul (provenance) benda-benda budaya serta pemulangan koleksi bersejarah berdasarkan prinsip-prinsip etika. Kedua negara berkomitmen untuk mencegah peredaran ilegal artefak budaya, sejalan dengan ketentuan dan standar internasional yang berlaku. Selain itu, kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Prancis meliputi berbagai inisiatif, antara lain program Indonesia-France Film Lab, pendirian Pusat Kebudayaan Borobudur (Borobudur Cultural Center), partisipasi seniman Indonesia di Cité Internationale des Arts di Paris, pertukaran kurator dan konservator, serta penyelenggaraan festival budaya bersama.
- Deklarasi Kerjasama dalam Manajemen Risiko Bencana yang ditandatangani oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia dan Menteri Negara untuk Francophonie serta Kemitraan Internasional dari Republik Prancis, menegaskan komitmen kedua negara dalam mengembangkan kerja sama penanganan krisis dan bencana alam. Kerja sama ini juga mencakup pembangunan kolaborasi dalam bidang perlindungan sipil yang berfokus pada peningkatan kapasitas, pengembangan sistem peringatan dini, serta penerapan teknologi untuk mengatasi risiko bencana.
- Nota kesepahaman kerja sama di bidang transportasi telah ditandatangani oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Menteri Transportasi Prancis. Kerja sama ini mencakup pengembangan sektor transportasi, baik transportasi perkotaan maupun antar-kota, yang mengutamakan integrasi dan ramah lingkungan. Upaya tersebut meliputi pengembangan sistem angkutan massal berbasis rel dan listrik, peningkatan konektivitas antar moda transportasi, serta penerapan teknologi cerdas secara bertahap. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan ketahanan sektor transportasi dalam jangka panjang.
- Perjanjian kerja sama antara Pordasi dan FFI Avasec AFCE France Galop mengenai pengembangan kerja sama olahraga berkuda ditandatangani oleh Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) dan Direktur Jenderal Institut Berkuda Prancis (AFCE). Indonesia dan Prancis menyepakati pengembangan kerja sama di berbagai cabang olahraga, termasuk olahraga berkuda, serta menyambut positif terjalinnya nota kesepahaman antara ekosistem berkuda Prancis dan Pordasi.
- Nota Kesepahaman antara Badan Gizi Nasional dan Danone menegaskan kerja sama di bidang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menawarkan program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari CSR dalam kerja sama bisnis dengan pengusaha asal Prancis, termasuk Danone yang tergabung dalam MEDEF International. Kelompok pengusaha Prancis tersebut bersedia membantu pembangunan sebanyak 1.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Untuk mencapai tujuan mengakhiri kelaparan, meningkatkan ketahanan pangan, memperbaiki status gizi, dan mendorong pertanian yang berkelanjutan, diperlukan kerja sama lintas sektor di bidang pertanian, perikanan, dan termasuk pangan dari hasil laut. Salah satu upayanya adalah pengembangan teknologi inovatif secara bersama-sama, terutama guna mendukung program pemerintah Indonesia dalam menyediakan makanan bergizi secara gratis.
- Nota Kesepahaman antara Danantara Indonesia dan Eramet menandai kemitraan strategis yang bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat utama dalam rantai pasokan baterai untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Dalam kerja sama ini, Danantara Indonesia bersama Indonesia Investment Authority (INA) akan mengelola pendanaan jangka panjang guna mendukung pengembangan investasi tersebut. Sementara itu, Eramet akan memberikan kontribusi berupa keahlian teknis dalam pelaksanaan proyek pertambangan berskala besar yang mengikuti standar keberlanjutan internasional, guna mendorong investasi hilirisasi nikel kelas dunia di Indonesia.
- Investasi antara RGE Indonesia dan TotalEnergies dituangkan dalam Perjanjian Investasi Bersama sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian energi hijau serta pengembangan industri yang berbasis pada sumber daya hayati melalui fasilitas dengan nilai tambah yang tinggi. RGE Indonesia berkomitmen untuk menciptakan nilai ekonomi jangka panjang bagi Indonesia dengan meningkatkan investasi, mengembangkan rantai nilai energi surya di dalam negeri, serta membentuk tenaga ahli di bidang energi terbarukan. Proyek tenaga surya berskala besar ini memperkuat komitmen TotalEnergies dalam mendukung proses transisi energi di kawasan ASEAN dan sekaligus menjamin ketahanan energi. Keberadaan proyek ini diharapkan dapat mendorong pengembangan infrastruktur energi terbarukan di tingkat regional dan membawa kita lebih dekat kepada visi besar ASEAN Power Grid.
- Perjanjian investasi telah disepakati antara PT Citra Bonang Indonesia dan Lesaffre. Lesaffre merupakan perusahaan global yang unggul dalam bidang fermentasi dan mikroorganisme, dengan pengalaman selama 170 tahun. Melalui pendirian pabrik Instant Dry Yeast yang modern dan pertama di Asia Tenggara, berlokasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Lesaffre menegaskan komitmennya untuk mendukung produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor. Pendirian pabrik ini menjadi langkah penting dalam ekspansi Lesaffre serta penguatan keberadaannya di kawasan Asia Pasifik, terutama di Indonesia. Kerja sama antara Lesaffre dan PT Citra Bonang menghasilkan pembentukan entitas baru, yakni PT Lesaffre Sari Nusa, sebagai mitra jangka panjang yang telah lama bekerja sama di Indonesia. Fasilitas tersebut dibangun di Desa Gading, Kabupaten Malang, di atas lahan seluas 9,8 hektar, dengan dilengkapi teknologi mutakhir dan standar kualitas tinggi. Pabrik baru ini juga akan membuka lebih dari 200 lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, untuk mengurangi dampak lingkungan dari proses produksi, Lesaffre akan mengelola residu pasca-produksi melalui pabrik tersebut sehingga tidak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan sekitar. Setelah produksi ragi selesai, residu fermentasi akan diolah menjadi berbagai produk yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk maupun pakan ternak.
- Nota Kesepahaman antara PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Hydrogen de France SA (HDF Energy) menandai dimulainya kerja sama untuk mengeksplorasi skema pembiayaan serta potensi pemanfaatan hidrogen dalam sektor ketenagalistrikan. Kerja sama ini juga mencakup pengembangan instrumen mitigasi risiko serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan dan peningkatan kompetensi. Dengan perjanjian ini, PLN dan PT SMI berupaya membuka potensi penuh hidrogen hijau di Indonesia. HDF Energy berkomitmen menyediakan listrik bersih dan andal dengan menggunakan teknologi inovatif asal Prancis, sekaligus membangun fondasi ekosistem hidrogen yang kuat, tidak hanya untuk sektor energi, tetapi juga untuk kebutuhan maritim. PT SMI, PT PLN, dan HDF Energy bekerja sama dalam pengembangan proyek hidrogen di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Proyek tersebut diharapkan menempatkan Indonesia sebagai pelopor dalam pengembangan energi bersih berbasis teknologi fuel cell di kawasan Asia Pasifik, dengan memanfaatkan keahlian HDF Energy dalam teknologi hydrogen-to-power. Proyeksi kolaborasi ini menunjukkan potensi pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 711.946 ton CO2 ekuivalen selama masa operasi 25 tahun, atau rata-rata sekitar 28.478 ton CO2 ekuivalen per tahun. Selain memberikan manfaat lingkungan yang signifikan, PT SMI juga menyoroti dampak sosial dan ekonomi positif bagi masyarakat sekitar Pulau Sumba. Hingga Maret 2025, PT SMI telah membiayai 96 proyek yang terkait dengan perubahan iklim, dengan total komitmen sebesar Rp 34,1 triliun dan nilai proyek mencapai Rp 175,3 triliun. Dari jumlah tersebut, 48 proyek telah dihitung dan diperkirakan menghasilkan potensi pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 4 juta ton CO2 ekuivalen serta potensi pendapatan dari carbon credit setara dengan USD 14 juta.
KADIN Indonesia (Kamar Dagang dan Industri Indonesia)

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) merupakan organisasi yang menaungi seluruh pelaku usaha di Indonesia, baik berskala besar maupun kecil, yang berkiprah di sektor usaha milik negara, koperasi, maupun swasta. Kadin berfungsi sebagai perwakilan tunggal dunia usaha Indonesia dalam menjembatani kepentingan para pengusaha dengan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.[15]
Organisasi ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri, dengan mandat utama untuk menghimpun, membina, mewakili, serta memperjuangkan kepentingan dunia usaha secara menyeluruh, terintegrasi, dan berkelanjutan guna memperkuat perekonomian nasional.[15]
Sebagai entitas yang independen dan tidak berorientasi pada keuntungan, Kadin berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, adil, dan kompetitif di seluruh wilayah Indonesia. Jaringan bisnis Kadin mencakup tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga menjangkau hampir seluruh negara di dunia. Selain itu, Kadin membawahi berbagai asosiasi bisnis dari seluruh sektor usaha, menjadikannya mitra yang strategis dan potensial dalam kegiatan bisnis, perdagangan, dan investasi.[15]
MEDEF International (Mouvement des Entreprises de France)

MEDEF merupakan organisasi federasi pengusaha terbesar di Prancis. Organisasi ini dibentuk pada tahun 1988 sebagai pengganti Conseil National du Patronat Français (CNPF) atau Dewan Nasional Pengusaha Prancis. Sekitar 95 persen dari perusahaan yang tergabung sebagai anggota MEDEF merupakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dengan jumlah rata-rata 47 karyawan per perusahaan. Secara keseluruhan, MEDEF memiliki sekitar 173.000 perusahaan anggota, yang tersebar dalam 122 organisasi wilayah (113 di dalam negeri dan 9 di luar negeri), serta 77 federasi profesional yang mencakup berbagai sektor usaha seperti industri, jasa, konstruksi, dan perdagangan. Selain itu, MEDEF juga bekerja sama dengan 14 organisasi dan mitra asosiasi.[3]
Di tingkat global, MEDEF Internasional bertugas untuk mempromosikan kepentingan bisnis Prancis dan turut berperan aktif dalam menjalin kemitraan usaha di berbagai negara. Kerja sama antara Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan MEDEF Internasional memiliki potensi besar dalam mendorong masuknya investasi ke Indonesia, mengingat MEDEF Internasional merupakan representasi para pelaku usaha Prancis, termasuk perusahaan-perusahaan berskala menengah dan besar yang menjadi anggotanya.[3]
Referensi
- ^ "Menlu RI dan Menlu Prancis Bahas Langkah Konkret Penguatan Kemitraan Strategis Jelang Kunjungan Presiden Macron ke Indonesia". Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Kementerian Luar Negeri Indonesia. Diakses tanggal 2025-09-09.
- ^ a b c d "Kadin Indonesia Bentuk Kadin GEO di Paris". Kadin Indonesia. 2025-07-15. Diakses tanggal 2025-09-13.
- ^ a b c d "Dorong Investasi di Berbagai KEK Indonesia, Setdenas KEK Jajaki Kerja Sama dengan MEDEF International". Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. 2023-11-06. Diakses tanggal 2025-09-09.
- ^ "Pertemuan Dengan MEDEF". KADIN Indonesia Indonesian Chamber of Commerce and Industry. 2022-11-29. Diakses tanggal 2025-09-09.
- ^ Kadin News (PDF). Jakarta: KADIN Indonesia. 2025. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c Adri -, Aguido (2025-05-29). "Indonesia and France Sign 26 Agreements". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-09-13.
- ^ a b "Indonesia-Prancis Teken Kerja Sama Investasi Mencapai 11 Miliar Dolar AS". Kadin Indonesia. 2025-05-29. Diakses tanggal 2025-09-13.
- ^ Pangastuti, Triyan (2025-05-29). "Apindo Gandeng Medef, Perkuat Bisnis Keluarga RI-Prancis". IDN Times. Diakses tanggal 2025-09-13.
- ^ a b "Gubernur Melki Teken Investasi Hidrogen Hijau Rp9,6 Triliun". Radio Republik Indonesia. 2025-05-31. Diakses tanggal 2025-09-09.
- ^ "nullMoU with Danantara Indonesia to deepen bilateral economic cooperation during Indonesia–France Business Forum". nullCrédit Agricole CIB (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-13.
- ^ www.pertaminanre.com https://www.pertaminanre.com/publication/news/pertamina-nre-gandeng-perusahaan-prancis-kembangkan-bahan-bakar-rendah-karbon-dan-terbarukan. Diakses tanggal 2025-09-13.
- ^ Pantitra (2025-05-30). "BioNet and Bio Farma Sign Strategic MoU to Expand TdaP Vaccine Access in ASEAN - BioNet" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-13.
- ^ SMART (2025-05-29). "Sinar Mas Agribusiness and Food dan CIRAD Perkuat Komitmen Kolaborasi Ilmiah untuk Mendorong Minyak Sawit Berkelanjutan". PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk). Diakses tanggal 2025-09-13.
- ^ "Wujudkan Masa Depan Transportasi Perkotaan, PT MRT Jakarta (Perseroda) Sepakati Kerja Sama dengan Alstom | MRT Jakarta". jakartamrt.co.id. Diakses tanggal 2025-09-13.
- ^ a b c "Tentang Kadin". Kadin Indonesia. Diakses tanggal 2025-09-13.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


