Kalahkan secara rinci
Kalahkan secara rinci atau Pecahkan dan taklukan, adalah taktik militer dengan menggunakan sebagian besar pasukan untuk melawan unit-unit kecil musuh secara berurutan, daripada langsung bertempur melawan sebagian besar pasukan musuh sekaligus. Taktik ini selain untuk mengurangi banyak risiko, pada akhirnya juga untuk menghancurkan seluruh pasukan musuh.
Seperti dalam Kampanye Italia pada Peperangan Revolusioner Prancis 1796-1797 yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte, saat itu pasukan Prancis yang terdiri dari 37.000 prajurit berhasil mengalahkan 52.000 prajurit Piedmont dan Habsburg, sekaligus mencegah pasukan kedua negara itu untuk bergabung menggalang kekuatan[1] atau dalam Operasi Compass, ketika pasukan Inggris mengalahkan pasukan Italia yang jumlahnya empat kali lebih besar di Afrika Utara, selain dikarenakan pertahanan Italia yang tidak dapat saling mendukung.
Contoh
Strategis
- 1941: Operasi Compass, di mana pasukan Inggris berhasil mengalahkan pasukan Italia yang empat kali lebih besar di Afrika Utara setelah mengetahui bahwa pertahanan Italia tidak bisa mendukung sesama lain.
Taktis
- Pertempuran Gaugamela, di mana Aleksander Agung menggunakan hetairoi untuk melawan Darius III
- Pertempuran Pulau Savo pada 1942, di mana Laksamana Madya Gunichi Mikawa dari Angkatan Laut Kekaisaran Jepang berhasil mengalahkan armada Sekutu secara rinci, dengan kerusakan ringan di sisinya.
Referensi
- ^ Green, Jeremy (April 1997). "General Napoleon Bonaparte's Italian Campaign". Military History.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


