KRI Semarang (594)

KRI Semarang (594) di Teluk Jakarta, 19 Oktober 2024.
Sejarah
Indonesia
Nama Semarang
Asal nama Semarang
Dipesan 11 Januari 2017
Pembangun PT PAL Indonesia
Pasang lunas 28 Agustus 2017
Diluncurkan 3 Agustus 2018
Mulai berlayar 21 Januari 2019
Pelabuhan daftar Ujung Koarmada II, Surabaya
Identifikasi
Status Aktif
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis landing platform dock kelas Makassar
Berat benaman
  • Standar: 7,200 ton
  • Muatan penuh: 11,583 tons[1]
Panjang 123 m (403.5 ft)
Lebar 21.8 m (71.5 ft)
Sarat air 5 m (16.4 ft)
Tenaga 1 x Generator diesel MAN D2842 LE301
Pendorong
Kecepatan
  • Jelajah: 13 kn (24.1 km/h; 15 mph)
  • Maksimum: 16 kn (29.6 km/h; 18.4 mph)
  • Jangkauan 9360 nmi (17334.7 km)
    Daya tahan 30 hari
    Kapal dan pesawat
    yang diangkut
    • 2 × LCU atau LCM di dek sumur yang dapat dibanjiri
    • 2 × RHIB atau LCVP di davit perahu
    Kapasitas 500 pasukan ditambah kendaraan dan peralatan terkait
    Awak kapal 121 awak kapal
    Senjata
    Pesawat yang
    diangkut
    Hingga 3 helikopter
    Fasilitas penerbangan
    • Hanggar untuk 1 helikopter medium (10-ton)
    • Dek penerbangan untuk 2 helikopter medium (10-ton)

    KRI Semarang (594) adalah kapal perang berjenis Landing Platform Dock (LPD) kelas Makasar buatan PT. PAL Indonesia, Surabaya. KRI Semarang adalah kapal ke-5 dari kelas Makassar, yang dua kapal jenis ini yaitu KRI Makassar (590) dan KRI Surabaya (591) sebelumnya dibuat di Daesun Shipbuildings & Engineering Co. Ltd, Korea Selatan, Sedang yang ke 3 dan 4 yaitu KRI Banjarmasin (592) dan KRI Banda Aceh (593) dibuat dibuat di PT. PAL Indonesia, Surabaya. Pada 21 Januari 2019 kapal telah diserahterimakan oleh PT PAL Indonesia kepada TNI AL di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya.[2]

    Kapal ini memperkuat alat utama sistem senjata (alut sista) jajaran Komando Armada I di bawah Satuan Kapal Amfibi (Satfib). KRI Semarang merupakan salah satu dari tiga kapal LPD yang dipesan TNI Angkatan Laut. Dua kapal lainnya adalah KI Banjarmasin dan KRI Banda Aceh. KRI Semarang berfungsi untuk membantu distribusi militer baik logistik, peralatan dan perlengkapan militer. Kapal ini juga difungsikan sebagai kapal rumah sakit untuk bantuan bencana alam.

    Desain

    KRI Semarang memiliki spesifikasi panjang 124,00 meter, lebar 21,80 meter, dengan berat 7200 ton, memiliki kecepatan maksimal 16 knots dengan kecepatan jelajah 14 knots dan mampu berlayar secara endurance selama 30 hari.

    Panjang KRI Semarang mencapai 124 meter, lebar 21,80 meter dan berat 7.200 ton. Kecepatan maksimalnya 16 knots dengan kecepatan jelajah 14 knots. Kapal ini mampu berlayar non stop selama 30 hari. Selain itu KRI Semarang dilengkapi dengan dua kapal Landing Craft Utilities (LCU) yang mampu mengangkut 8 kendaraan tempur jenis Anoa, 28 truk, 3 helikopter serta diperkuat 121 awak kapal. Kapal ini diperkuat 121 anak buah kapal dan mampu mengangkut 650 prajurit bersenjata lengkap.

    Konstruksi dan karier

    KRI Semarang bersandar di Tanjung Priok pada tanggal 30 September 2019.

    Lunas KRI Semarang pada tanggal 28 Agustus 2017 dan diluncurkan pada tanggal 3 Agustus 2018 oleh PT PAL Indonesia. Ditugaskan pada tanggal 21 Januari 2019 sebagai kapal rumah sakit sementara ketika kapal rumah sakit kelas Sudirohusodo masih dalam tahap pembangunan.

    Sebagai kapal rumah sakit, Pandemi COVID-19

    KRI Semarang mengangkut 68 awak kapal pesiar Diamond Princess yang menjalani observasi penyakit virus corona 2019 di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada tanggal 15 Maret 2020.[3] Kapal tersebut mengangkut hand sanitizer dari Singapura ke Batam pada tanggal 9 April 2020.[4] Pada tanggal 18 Mei 2020, ia diberangkatkan untuk membawa alat tes COVID-19 dan hand sanitizer dari Yayasan Temasek Singapura, Singapura, ke Indonesia.[5]

    Kembali ke fungsi dasarnya sebagai landing platform dock

    Pada bulan November 2023, KRI Semarang terlihat tidak lagi dengan bendera palang merah di lambungnya.[6] Pada tahun 2024, ia terlihat sudah dilengkapi dengan persenjataannya.[7] Pada tanggal 5 September 2025, KRI Semarang melakukan Port Visit ke Pangkalan Angkatan Laut Kerajaan Brunei, Brunei Darussalam.[8][9] Pada tanggal 4 Oktober 2025, Komandan TNI AL KRI Semarang, Letkol Agus Yunianto mengkonfirmasi bahwa KRI Semarang tidak lagi ditetapkan sebagai kapal bantu rumah sakit, ia kembali ke fungsi dasarnya sebagai Landing Platform Dock.[10]

    Referensi

    1. ^ "PT PAL outlines weapons fit for Philippine Navy SSVs". IHS Jane's. 13 August 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 15 August 2015. Diakses tanggal 15 August 2015.
    2. ^ https://www.antvklik.com/headline/kukuhkan-nama-kri-semarang-594-ini-kehebatan-kapal-perang-indonesia
    3. ^ detikcom, Tim. "Diangkut KRI Semarang, WNI ABK Diamond Princess Tiba di Tanjung Priok". detiknews. Diakses tanggal 2023-12-12.
    4. ^ Pattisina, Edna C. (2020-04-09). "KRI Semarang Angkut Pembersih Tangan Bantuan Singapura". kompas.id. Diakses tanggal 2023-12-12.
    5. ^ "Guskamla Kerahkan KRI Jemput Alat Tes Covid-19 di Singapura". Republika Online. 2020-05-18. Diakses tanggal 2023-12-12.
    6. ^ Dispen Lantamal VIII (5 November 2023). "ASINTEL DANLANTAMAL VIII PIMPIN MERPLU KRI SMR-594". lantamal8-koarmada2.tnial.mil.id.
    7. ^ Tenri Mawangi, Genta (11 October 2024). "KRI Semarang angkut 500 anak muda ikut sailing camp ke Pulau Payung". Antara News. Diakses tanggal 15 October 2025.
    8. ^ Dispen Koarmada II (5 September 2025). "Bawa Misi Diplomasi Maritim, Kedatangan KRI Bima Suci Disambut Hangat Di Brunei Darussalam Dispen Koarmada II". koarmada2.tnial.mil.id.
    9. ^ TNI AL (5 September 2025). "KARTIKA JALA KRIDA 2025, TIBA DI BRUNEI DARUSSALAM". tnial.mil.id. Diarsipkan dari asli tanggal 6 November 2025.
    10. ^ KOMPASTV (4 October 2025). KRI Semarang 594 Kembali Jalankan Fungsi Utama sebagai Kapal Angkut Personel TNI AL. Diakses tanggal 15 October 2025 – via YouTube.

    Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

    ×
    Advertisement